Data Riset

Research is a process of systematic inquiry that entails collection of data; documentation of critical information; and analysis and interpretation of that data/information, in accordance with suitable methodologies set by specific professional fields and academic disciplines.

Alternatif lapangan kerja bagi petani keramba jaring apung (KJA) dalam mendukung Pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba

Perpres No. 81 Tahun 2014 menitiktekankan penataan kawasan Danau Toba yang pastinya akan memberi dampak kepada para petani Kerambah Jaring Apung (KJA) di Kawasan Danau Toba. Untuk kemaksimalan konsep penataan terhadap KJA di kawasan Danau Toba, maka dilakukan penelitian untuk menemukan solusi dalam upaya pengurangan resiko sosial terhadap dampak usaha Petani KJA. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifkasi karateristik dan kegiatan ekonomi masyarakat Petani KJA, menganalisis potensi alternative lapangan kerja baik secara umum dan khusus bagi Petani KJA yang dapat dikembangkan, serta mengidentifikasi kesiapan Petani KJA terhadap perubahan lapangan pekerjaan lain yang diarahkan. Lokasi penelitian berada di Desa Sibaganding dan Desa Tiga Ras di Kabupaten Simalungun dengan pembanding wilayah Desa Tongging Kecamatan Merek Kabupaten Karo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan alokasi waktu bulan Maret s/d Oktober 2021. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuisioner, wawancara, observasi, studi dokumen dan interview personal. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan karakteristik masyarakat petani KJA dari dua desa yang diteliti memiliki tingkat kesiapan yang berbeda dalam pengalihan alternatif usaha untuk mendukung potensi pariwisata di kawasan Danau Toba. Hal itu karena kondisi demografi di wilayah desa, untuk Sibaganding akan lebih menguntungkan kemaksimalan sektor usaha wisata kuliner dengan memanfaatkan konsep penataan KJA serta tempat pembenihan dan pemeliharaan ikan sebagai wisata edukasi perikanan. Di samping itu sektor wisata lain yakni khas Desa yaitu Batu Gantung, Huta Sibatu Loting (Parherekan) Batu Lubang, Batu Gorga dan Konservasi Gajah menjadi kekuatan alam tersendiri yang dimiliki Desa sebagai modal pendekatan Desa pada sektor wisata tambahan. Sedangkan Desa Tigaras potensial dengan keidahan alam sektor usaha penginapan dan kuliner cukup menjanjikan. Di samping wisata air dengan atraksi-atraksi danau menjadi sumber yang menjanjikan dalam mempersiapkan petani KJA beralih dari pekerjaan KJA. Rekomendasi akhir penelitian yakni 1) Penataan dan revitalisasi usaha KJA di Desa Sibaganding dengan memanfaatkan andalan desa lewat wisata kuliner olahan ikan desa, hal ini akan lebih maksimal dengan daya dukung pemanfaatan BUMDES Desa. 2). Pembentukan kebijakan daerah dengan Peraturan Gubernur tentang Rencana Aksi Daerah Sumatera Utara khusus penanganan dan penanggulangan Usaha KJA di Kawasan Danau Toba, dimana pemerintah sebagai fasilitator. Konsep Rencana Aksi Daerah ini akan memperkuat Tugas dan Fungsi Dinas Pariwisata dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa untuk konsisten dalam pengalokasian anggaran dalam mewujudkan dan memaksimalkan potensi wisata desa dalam pencapaian Desa Wisata.

Kata Kunci : Alternatif, Petani KJA, Pengembangan, Pariwisata, Danau Toba