Data Riset

Research is a process of systematic inquiry that entails collection of data; documentation of critical information; and analysis and interpretation of that data/information, in accordance with suitable methodologies set by specific professional fields and academic disciplines.

Analisis kebutuhan tenaga pendidik bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Sumatera Utara

Masalah kuantitas tenaga pendidik pada pendidikan vokasi menjadi salah satu isu strategis saat ini yang belum terselesaikan di sektor pendidikan. Hal ini disebabkan karena ada celah antara ketersediaan tenaga pendidik dan kebutuhan serta penyebaran atau pendistribusian yang tidak merata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisa kebutuhan tenaga pendidik bagi SMKN di Provinsi Sumatera Utara berdasarkan kewilayahan serta menganalisa strategi pemenuhan tenaga pendidik SMKN berdasarkan analisis SWOT. Penelitian dilakukan di 33 kabupaten/kota Provinsi Sumatera Utara yang terdiri dari 289 SMKN. Ke-33 kabupaten/kota dibagi menjadi 6 pengembangan kawasan yaitu kawasan mebidangro dan kawasan bahorok-tangkahan, kek Sei Mangke, Kawasan Geopark Kaldera Toba, kawasan pengembangan Pantai Barat, kawasan Pengembangan Labuhan Batu, dan kawasan pengembangan kepulauan Nias. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah Kadis, KaCabdis, Kabid, Kasi dan Kepala Sekolah sebagai informan penelitian. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu pada kurun waktu 2020-2021 jumlah guru SMK yang ada masih belum mencukupi kebutuhan, hal ini terlihat bahwa sampai tahun 2021 tenaga pendidik SMK masih mengalami kekurangan untuk masing-masing bidang baik itu kelompok A (Muatan Nasional), B (Muatan Kewilayahan), dan terlebih lagi kelompok C (Muatan Peminatan kejuruan). Jumlah tenaga pendidik kelompok bidang C masih sangat variatif, antara 1 sampai 17 orang sesuai dengan jumlah bidang keahlian SMKN. Strategi bagi pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik dengan menggunakan analisis SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities dan Threats) menghasilkan Strategi SO (Strengt Opportunity) yaitu OPD pengelola urusan pendidikan agar memanfaatkan perkembangan media massa dan teknologi informasi dan komunikasi dalam rekrutmen tenaga pendidik dan menempatkan sekolah SMK pada wilayah yang strategis. Strategi WO (Weakness Opportunity) yaitu agar pemerintah tidak hanya memperhatikan pembangunan sekolah SMKN saja tetapi juga pemenuhan dan pemerataan tenaga pendidik pada setiap sekolah SMKN. Strategi ST (Strength Threats) yaitu Kepala sekolah memanfaatkan link yang ada merekrut langsung tenaga pendidik dari DUDI, membangun sekolah SMK diwilayah yang strategis dan dapat dijangkau, dan mengangkat Tenaga pendidik SMKN minimal S1 yang sudah dilatih. Strategi WT (Weakness Threats) yaitu menerima tenaga pendidik melalui jalur masuk CPNS dengan fair dengan tidak melibatkan Program Otonomi daerah dan perlu komitmen secara serius terhadap kebijakan di bidang pendidikan dan bersinergi antara Pemerintah Daerah maupun Nasional khususnya tentang mutasi dan pindah tenaga pendidik.

Kata Kunci : Kebutuhan Tenaga Pendidik, Sekolah Menengah Kejuruan, SWOT.