Data Riset

Research is a process of systematic inquiry that entails collection of data; documentation of critical information; and analysis and interpretation of that data/information, in accordance with suitable methodologies set by specific professional fields and academic disciplines.

Kajian stock blue carbon pada ekosistem mangrove di pantai timur Sumatera Utara

Penelitian ini bertujuan untuk: 1)  mengidentifikasi spesies mangrove yang terdapat di kawasan mangrove pantai timur Sumatera Utara; 2) mengetahui kerapatan jenis yang terdapat di kawasan mangrove pantai timur Sumatera Utara; dan 3) mengetahui nilai estimasi biomassa dan stok karbon pada kawasan mangrove pantai timur Sumatera Utara. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dan metode pengumpulan data cross sectional. Pendekatan deskriptif dalam penelitian ini adalah menghitung biomassa atas pohon mangrove untuk menentukan besaran stok karbon yang terjerap secara kuantitatif. Lokasi penelitian berada pada kawasan mangrove di pantai timur Sumatera Utara, yaitu Kabupaten: Langkat, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai, dengan waktu penelitian selama 4 (bulan) yaitu sejak bulan Maret hingga Juni tahun 2022. Penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) Spesies mangrove yang terdapat di kawasan mangrove pantai timur Sumatera Utara, yaitu : Rhizophora apiculate, Rhizophora mucronate, Avicennia alba, Avicennia marina, Bruguiera gymnorhiza, Bruguiera cylindrica, dan Sonneratia alba. Jenis mangrove yang memiliki nilai kerapatan jenis tertinggi adalah jenis Rhizophora apiculate (9008,34 ind/ha). Sedangkan jenis mangrove yang memiliki simpanan karvon tertinggi adalah jenis Rhizophora mucronata  (2267,05 kg/m2); 2) Rerata kerapatan jenis pohon mangrove yang terdapat di kawasan mangrove pantai timur Sumatera Utara masih termasuk dalam kategori sangat padat >1500 ind/ha. Wilayah dengan nilai kerapatan tertinggi yaitu Serdang Bedagai (9625,00 ind/ha) sedangkan yang terendah yaitu Deli Serdang (5283,33 ind/ha); 3) Nilai estimasi total biomassa dan stok karbon pada kawasan mangrove pantai timur Sumatera Utara yaitu 17545,757 kg/m2 atau setara dengan dengan jumlah karbon tersimpan sebanyak   8452,51kg/m2. Biomassa tertinggi terdapat pada daerah Serdang bedagai (7512,92 kg/m2) atau setara dengan jumlah karbon tersimpan sebanyak 3531,06 kg/m2; dan 4) Nilai biomassa dan simpanan karbon tidak berbanding lurus dengan nilai kerapatannya, dikarenakan nilai biomassa dan simpanan karbon dipengaruhi oleh diameter pohon dan kondisi tegakan pohon mangrove yang dominan di lokasi tersebut. Selain itu karena pengukuran simpanan karbon pada penelitian ini hanya berdasarkan biomassa pohon bagian atas saja, maka simpanan karbon yang berada di bawah, tanaman mati dan sedimen tidak terukur yang bisa saja memberikan nilai tambahan simpanan karbon yang signifikan. Rekomendasi penelitian yaitu: 1) Jenis yang lebih baik untuk kegiatan reboisasi mangrove adalah jenis Rhizophora apiculate, Rhizophora mucronate, lokasi penanaman juga sebaiknya dipilih wilayah pantai yang landai karena akan memberikan ruang lebih pada mangrove untuk tumbuh dan memudahkan pohon mangrove untuk berkembangbiak; 2) OPD Dinas Kehutanan dan Kelautan bahwa perlu dilakukan reboisasi mangrove sebagai usaha menekan jumlah emisi gas CO2 dan mengimbangi pertumbuhan perekonomian dan industri di Sumatera Utara agar efek gas rumah kaca dapat diminimalisir; 3) SKPD Dinas Kehutanan sangat diharapkan dapat mempersempit izin pemanfaatan hutan mangrove yang berupa HHK dialihkan menjadi HHBK, silvofisheri, pariwisata, dll. Kemudian memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya hutan mangrove sebagai penyerap emisi gas penyebab efek rumah kaca. Dinas kelautan dan Perikanan dapat memberikan pelatihan mengenai Silvofishery, pembuatan rumah ikan, atau membudidayakan lebah di hutan mangrove tersebut.

Kata kunci: mangrove, kerapatan, stok karbon