Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

PEKAN GERAKAN MAKAN RAMAI-RAMAI, ANAK JELAS SUKA SEKALI (PENGGEMAR ANJELI)

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

Tujuan program inovasi Penggemar Anjeli adalah:

a.     menumbuhkan  dan  mengembangkan  budaya  kegotongroyongan  di  lingkungan  daerah

Kabupaten Serdang Bedagai;

b.    terwujudnya sinkronisasi dan sinergi pemerintah daerah, swasta, dunia usaha, TP-PKK, organisasi kelembagaan dan masyarakat dalam percepatan pencegahan dan penurunan prevalensi stunting;

c.      sebagai  pedoman  dalam  pelaksanaan  penyelenggaraan  pemberian  makanan  tambahan berbahan pangan lokal pada balita secara efektif dan efisien;

d.     tersedianya  pembiayaan  makanan  tambahan  secara  swadaya  dan  gotong-royong  sesuai kebutuhan secara aman, bermutu, bergizi dan beragam;

e. meningkatkan status gizi balita;

f.  tertanganinya semua balita stunting, balita gizi buruk, balita gizi kurang, dan balita 2T secara tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat penanganan;

g.  terwujudnya perubahan perilaku masyarakat terhadap pola makan dan lingkungan yang sehat dan KB;

h.  meningkatkan akses pelayanan konseling kesehatan dan KB pada ibu balita di fasilitas balai penyuluh KB dan Puskesmas; dan

i.   tercapainya penurunan kasus balita stunting, balita gizi buruk, balita gizi kurang dan balita 2T.

Tujuan program inovasi Penggemar Anjeli adalah:

a.     menumbuhkan  dan  mengembangkan  budaya  kegotongroyongan  di  lingkungan  daerah

Kabupaten Serdang Bedagai;

b.    terwujudnya sinkronisasi dan sinergi pemerintah daerah, swasta, dunia usaha, TP-PKK, organisasi kelembagaan dan masyarakat dalam percepatan pencegahan dan penurunan prevalensi stunting;

c.      sebagai  pedoman  dalam  pelaksanaan  penyelenggaraan  pemberian  makanan  tambahan berbahan pangan lokal pada balita secara efektif dan efisien;

d.     tersedianya  pembiayaan  makanan  tambahan  secara  swadaya  dan  gotong-royong  sesuai kebutuhan secara aman, bermutu, bergizi dan beragam;

e. meningkatkan status gizi balita;

f.  tertanganinya semua balita stunting, balita gizi buruk, balita gizi kurang, dan balita 2T secara tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat penanganan;

g.  terwujudnya perubahan perilaku masyarakat terhadap pola makan dan lingkungan yang sehat dan KB;

h.  meningkatkan akses pelayanan konseling kesehatan dan KB pada ibu balita di fasilitas balai penyuluh KB dan Puskesmas; dan

i.   tercapainya penurunan kasus balita stunting, balita gizi buruk, balita gizi kurang dan balita2T.

 

Manfaat Inovasi :

Mamfaat Penggemar Anjeli ini  sebagai pedoman dalam rangka penyelenggaraan dan pelaksanaan program pemberian makanan tambahan pemulihan (PMT-P) bagi masyarakat untuk menurunkan resiko stunting

 

 

Hasil Inovasi :

menurunnya angka stunting dan resiko stunting di Kabupaten Serdang Bedagai khususnya di Desa pon Kecamatan Sei Bamban yang menjadi lokus stunting

Waktu Uji Coba : 2021-12-30
Waktu Implementasi : 2022-03-09
Rancang Bangun Inovasi :

Berdasarkan hasil SSGI tahun 2022 angka stunting Kabupaten Serdang Bedagai mengalami kenaikkan sebesar 1,1%, dari 20% di tahun 2021 menjadi 21,1% di tahun 2022. Angka prevalensi di atas 20% masih termasuk sangat tingg di negara ini, mengingat Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbanyak nomor lima di dunia. Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Serdang Bedagai telah dimulai pada tanggal 21 Oktober 2020 yang dinyatakan dalam komitmen Bupati tentang pelaksanaan percepatan percegahan anak kerdil (stunting) sebagai upaya bersama antara Pemerintah Daerah dan masyarakat melalui penggalangan partisipasi dan kepedulian pemangku kepentingan secara terencana dan terkoordinasi dengan prioritas seribu hari pertama kehidupan (1.000 HPK). Sampai saat ini belum ada penanganan stunting yang dianggap paling

 

efektif dalam menurunkan angka prevalensi stunting di Kabupaten Serdang Bedagai. Menurut Kementerian Kesehatan RI, 2018, salah satu kunci utama dalam mencegah stunting pada anak yaitu terpenuhinya nutrisi dengan baik, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pencegahan stunting dapt dilakukan dengan memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi oleh Balita, hal ini perlu dilakukan sehingga selama proses pertumbuhan tidak mengalami kekurangan zat gizi yang penting bagi tubuh. Kekurangan zat gizi dapat mempengaruhi pertumhuhan seseorang bahkan keturunannya dikemudian hari.   Selain kekurangan protein, beberapa zat gizi yang sering dikaitkan dengan kejadian stunting yaitu Zinc, Fe, Kalsium dan Magnesium. Berdasarkan uraian yang ada, dibutuhkan sebuah gagasaninovatif yang dapat dijadikan sebagai salah satu upaya dalam mencegah dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Serdang Bedagai berupa pemberian makanan tambahan lokal pada Balita. Inovasi ini pada hakikatnya ditujukan untuk mendukung peningkatan kinerja pemerintah daerah dan pelayanan publik secara optimal dengan sasaran mewujudkan kesejahteraan masyarakat dalam mencapai Kabupaten Serdang Bedagai “Bebas Stunting”. Pekan Gerakan Makan Ramai-Ramai, Anak Jelas Suka Sekali atau yang disingkat dengan “Penggemar Anjeli” adalah Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan Lokal dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang tersedia di daerah, dengan harga yang terjangkau dan mudah diolah. Salah satu cara yang bisa ditempuh dalam melakukan kreasi terhadap produk pangan lokal agar sesuai dengan preferensi konsumen saat ini adalah melakukan inovasi terhadap nama, bentuk, trend penyajian, dan kemasan dari produk pangan lokal yang lagi trend atau sedang digandrungi oleh konsumen atau masyarakat.