Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

CATIN BISA CETING (Calon Pengantin Bisa Cegah Stunting)

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

Tujuan Inovasi Daerah

1.   Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dan edukasi bagi masyarakat terutama calon pengantin.

2.     Terlaksananya pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin, termasuk pemeriksaan laboratorium serta pemberian pelayanan imunisasi TT.

3.   Meningkatkan status Gizi

4.    Meningkatkan koordinasi dan kerjasama lintas sektor dan lintas program dalam kegiatan Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) kesehatan Reproduksi.

Manfaat Inovasi :

Harapan terwujudnya peningkatan derajad kesehatan masyarakat dengan menurunnya Ibu hamil dengan KEK, dan Anemia serta Anak dengan Stunting menjadikan semangat tersendiri berjalannya kegiatan KIE Kespro ini yaitu:

1.       Dengan pelaksanaan CATIN BISA CETING, terlihat   bagaimana kondisi kesehatan dan kesiapan berumah tangga bagi calon pengantin.

2.     Lewat kegiatan ini juga bisa mempersiapkan bagaimana calon ayah dan ibu dipastikan dalam kondisi sehat jiwa dan raganya sehingga bisa mencetak generasi penerus yang berkualitas.

3.      Dengan dilakukannya pemeriksaan kesehatan dasar serta konseling kesehatan reproduksi maka bisa menangkap pemarsalahan lebih hulu sehingga tatalaksana yang sesuai bisa diberikan lebih dini bagi mereka yang punya masalah dan kesehatan reproduksi demi peningkatan kondisi kesehatan dan keberlangsungan pernikahan yang harmonis.

Hasil Inovasi :

Dari data di atas terlihat belum adanya peningkatan program KIA di Tahun 2021 dengan Tahun 2022, terlihat masih ada AKB di kedua Tahun tersebut, dan masih ada kenaikan Ibu Hamil dengan KEK serta Kenaikan Stunting.Adapun  Faktor  yang  mempengaruhi  belum  adanya  peningkatan  program  KIA  di  Tahun  2021 dengan Tahun 2022 yaitu :

1.       Jumlah Kunjungan Catin yang belum maksimal, Pasangan Catin yang datang ke Puskesmas Naga Kesiangan ada 16 Pasangan di Tahun 2022, akan tetapi ada 9 orang catin yang datang sendiri tidak bersama dengan pasangannya, yang pasangannya tidak datang ke puskesmas naga kesiangan, sehingga yang 9 orang tersebut, tidak maksimal dalam pemberian konseling catin dalam pencegahan stunting.

2.     Waktu bimbingan yang sebentar menjadi penghambat penyuluhan Catin bisa Ceting, dan tidak adanya evaluasi yang lebih lanjut.

Inovasi CATIN BISA CETING merupakan program terpadu yang melibatkan beberapa program yang saling terkait di Puskesmas. Terdapat kolaborasi segi kesehatan bagi bina keluarga guna terciptanya ketahanan keluarga dengan melibatkan lintas sektor. Besarnya dampak positif dalam peningkatan kesehatan reproduksi menjadikan CATIN BISA CETING layak untuk dikembangkan.

3.      Harapan kedepan sertifikat  calon pengantin akan menjadi syarat pengajuan pernikahan, dan adanya kegawat daruratan dalam kesehatan reproduksi sebenarnya  bisa dicegah dengan dilakukan pemeriksaan awal kesehatan, tatalaksana yang benar pada kasus kesehatan reproduksi dan edukasi dapat menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari hari.upaya promotif lebih diutamakan dalam setiap hari. karena biaya pengobatan penyakit semakin hari semakin tinggi

Waktu Uji Coba : 2022-03-17
Waktu Implementasi : 2022-04-01
Rancang Bangun Inovasi :

Rancangan Bangun Inovasi daerah  ini adalah rencana kerja atau rincian kerja yang menggambarkan tahapan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang umumnya disusun sebagai bagian dari rencana strategi pelaksanaan Inovasi ini.Pencapaian tujuan pembangunan dan penerapan inovasi Catin Bisa Ceting (Calon Pengantin Bisa Cegah Stunting) Di Dinas Kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan rencana kerja yang sudah disusun oleh tim efekti.

Masa pernikahan merupakan masa penting dalam kehidupan manusia dimana pria dan wanita perlu mempersiapkan diri baik fisik, mental, maupun psikososial. Persiapan memasuki hidup baru di perkawinan berbeda dengan sebelum perkawinan khususnya bagi calon pengantin perempuan banyak hal yang berkaitan dengan masalah gizi, persiapan mental, kesehatan reproduksi perlu diketahui karena akan mengalami proses kehamilan, persalinan, dan perawatan anak termasuk menyusui. Karena hal diatas maka setiap calon pengantin perlu melakukan pemeriksaan kesehatan umum baik fisik, psikis, maupun sosial untuk menunjang persiapan menuju kehidupan perkawinan. Persiapan pernikahan yang baik dapat mengatasi masalah-masalah negatif yang mengancam dan diharapkan perkawinan yang langgeng dalam suatu keluarga bahagia dan harmonis.

Calon  pengantin  (catin)  didefinisikan  sebagai  seorang  pria  dan  seorang  wanita  yang  akan membentuk  keluarga  (rumah  tangga)  sebagai  suami  istri  yang  bahagia  dan  kekal  berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa (Undang – undang Nomor 1 tahun 1974). Setiap pasangan yang hendak menikah idealnya menjalani pemeriksaan kesehatan pranikah yang meliputi; pemeriksaan fisik, pemberian imunisasi TT, pemeriksaan HIV, konseling tentang kesehatan reproduksi.

Stunting adalah salah satu masalah gizi pada anak yang manifestasinya dimulai sejak masa prakonsepsi. Intervensisensitif merupakan program di luar sektor kesehatan yang dapat mempercepat perbaikan gizi khususnya stunting.

Inovasi Catin Bisa Ceting (Calon Pengantin Bisa Cegah Stunting) Di Dinas Kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai terkait dengan pencegahan stunting dimulai dari calon pengantin. Upaya untuk meningkatkan status kesehatan perempuan harus dilaksanakan bukan hanya setelah terjadi kehamilan, tetapi  juga  harus  dilaksanakan  lebih  ke  hulu  lagi  yaitu  sejak  masa  remaja,  dewasa  muda/calon pengantin, dan wanita usia subur. Salah satu intervensi yang telah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dengan menjalankan program Kesehatan Reproduksi Bagi Calon Pengantin (catin).

Konsep dasar Program Kesehatan Reproduksi Bagi Calon Pengantin yaitu komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kesehatan reproduksi calon pengantin. Bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan catin tentang kesehatan reproduksi dan Pelayanan Kesehatan Reproduksi Calon Pengantin bertujuan untuk mempersiapkan kesehatan dan kesehatan reproduksi catin dalam perencanaan kehamilan.

Catin perlu mengetahui informasi kesehatan reproduksi untuk menjalankan proses, fungsi dan perilaku reproduksi yang sehat dan aman. Catin perempuan akan menjadi calon ibu yang harus mempersiapkan kehamilannya agar dapat melahirkan anak yang sehat dan berkualitas. Catin laki-laki akan menjadi calon ayah yang harus memiliki kesehatan yang baik dan berpartisipasi dalam perencanaan keluarga, seperti menggunakan alat kontrasepsi serta mendukung kehamilan dan persalinan yang aman.

Laki-laki  dan  perempuan  mempunyai  resiko  masalah  kesehatan  reproduksi  terhadap  penularan  penyakit. Perempuan lebih rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi yang terjadi pada saat berhubungan seksual, hamil, melahirkan, nifas, keguguran, dan pemakaian alat kontrasepsi, karena struktur alat reproduksinya lebih rentan secara sosial maupun fisik terhadap penularan infeksi menular seksual (IMS) termasuk HIV.