Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

SAMPAHKU SAHABATKU

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : ASN
Bentuk Inovasi : Inovasi Daerah lainnya sesuai Urusan Pemerintah
Tujuan Inovasi :

untuk mengedukasi warga sekolah agar menjaga lingkungan sekolah tetap bersih, rapi dan indah dengan cara memilah sampah organik atau non organik dan membuangnya sesuai pada tempatnya.

Manfaat Inovasi :

menjaga lingkungan tetap bersih, sehat rapi dan indah

Hasil Inovasi :

terwujudnya sekolah bebas dari sampah

Waktu Uji Coba : 2022-07-04
Waktu Implementasi : 2022-08-01
Rancang Bangun Inovasi :

Sampah secara umum adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Sampah berdasarkan jenisnya terbagi 2 yaitu sampah yang bersifat organik (dari alam) dan sampah yang bersifat anorganik (buatan manusia). Sampah merupakan permasalahan kompleks yang dihadapi oleh setiap daerah tak terkecuali Kota Gunungsitoli. Menurut data Dinas Lingkungan Hidup Kota Gunungsitoli (2020), Kota Gunungsitoli memiliki jumlah penduduk 135.797 jiwa dan setiap hari masyarakat menghasilkan sampah sebanyak 366,5 m3 /hari, sehingga pada tahun 2020 masyarakat Kota Gunungsitoli menghasilkan timbunan sampah sebanyak 133.828 m3/tahun (sumber; google) khususnya di UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli tumpukan sampah sebanyak 3-4 m3/minggu. Dalam beraktivitas setiap warga sekolah menghasilkan sampah organik dan anorganik dalam jumlah yang banyak. Sehingga dengan jumlah siswa sebanyak ±860 orang ditambah guru dan pegawai sekitar 70 orang tentu saja sampah yang dihasilkan begitu banyak, dan akibatnya halaman depan sekolah yang terdapat tempat penampungan sampah terjadi penumpukan sampah organik maupun anorganik. Selain dapat menimbulkan berbagai penyakit kondisi tersebut dapat menghilangkan kerapian dan keindahan di lingkungan UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli

Untuk mengatasi hal tersebut pada tahun ajaran 2021 dibentuklah tim adiwiyata untuk merawat lingkungan sekolah termasuk menangani sampah menjadi barang yang bermanfaat. Seluruh potensi yang ada dikerahkan demi mewujudkan sekolah yang bersih dari sampah melalui kegiatan pemanfaatan barang bekas sampah anorganik dan sampah organik menjadi barang-barang berguna seperti tempat sampah,tempat tisu,pupuk cair,pupuk padat,dan lain sebagainya. Benda-benda hasil karya dari barang bekas (limbah) dapat dipakai untuk kebutuhan sekolah dan warga sekolah bahkan dijual di masyarakat. Sebagaimana tertuang dalam Undang Undang RI Tahun 2008 Nomor 18 tentang pengelolaan sampah, disebutkan bahwa pengelolaan sampah bertujuan agar menjadikan sampah sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli memiliki jumlah warga sekolah yang cukup banyak, kurang lebih 965 orang. Dengan jumlah warga sekolah sedemikian banyak sampah yang dihasilkan tentulah banyak, sehingga terjadi penumpukkan sampah yang berlimpah. Potensi ini kemudian dijadikan muatan kurikulum melalui kegiatan kokurikuler. Kegiatan kokurikuler (inovasi) diadakan pada sore hari dibimbing oleh guru-guru dan berkolaborasi dengan tim adiwiyata sekolah.