Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

POT TBC

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

1. Meningkatkan penemuan kasus terduga tuberkulosis;

2. Mempercepat pemeriksaan dan pengobatan pasien Tuberkulosis;

3. Mengurangi penularan Tuberkulosis kepada orang lain;

4. Memudahkan masyarakat untuk melakukan skrining mandiri secara online.

5. Meningkatkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Terduga Tuberkulosis.

Manfaat Inovasi :

1.   Bagi Masyarakat

-      Skrining dilakukan secara online dari rumah;

-      Skrining oleh kader/nakes dikunjungi di rumah;

-      Akses pemeriksaan dahak lebih mudah dan cepat;

-      Memudahkan pasien dalam mendapatkan pelayanan TB;

-      Menghemat waktu pasien untuk melaksanakan pemeriksaan TB;

-      Meminimalisir penularan penyakit kepada orang lain;

-      Memberikan pelayanan cepat kepada pasien TB sehingga tidak perlu antri.

 

2.  Bagi Puskesmas

-      Meningkatkan capaian terduga dan kasus TB;

-      Mendeteksi dini pasien TB;

Hasil Inovasi :

Meningkatkan capaian Standart Pelayanan Minimal (SPM) Pelayanan Orang Dengan Tuberkulosis

Waktu Uji Coba : 2023-05-01
Waktu Implementasi : 2023-08-17
Rancang Bangun Inovasi :

Tuberkulosis atau TB masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi tantangan global. TB merupakan salah satu dari sepuluh penyakit penyebab kematian dengan agen tunggal, yaitu mycobacterium tuberculosis. Dua pertiga penderita TB di dunia terdapat pada 8 negara, yaitu India (27%), China (9%), Indonesia (8%), Philippina (6%), Pakistan (5%), Nigeria (4%), Bangladesh (4%) dan Afrika Selatan (3%).

Indonesia menempati posisi ke-2 kasus TB terbanyak di dunia setelah India dengan kasus sebanyak 969.000 dan kematian sebanyak 144.000. Beban Kasus TBC tertinggi pada tahun 2022 terjadi di provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan DKI Jakarta.

Kasus Tuberkulosis juga masih merupakan salah satu masalah kesehatan di Kabupaten Toba. Data yang diambil dari Sistem Informasi Tuberkulosis bahwa pada tahun 2021 ditemukan sebanyak 271 orang penderita penyakit Tuberkulosis dengan target kasus yang harus ditemukan dan diobati sebanyak 775 kasus, tahun 2022 ditemukan sebanyak 510 orang penderita penyakit Tuberkulosis dengan target penemuan kasus 774, sedangkan target terduga tuberkulosis tahun 2023 sebanyak 3.791 orang yang harus ditemukan dan diobati. Dari data tersebut masih ada kesenjangan jumlah penderita yang harus segera ditemukan dan diobati sampai sembuh.

Penanggulangan TBC adalah segala upaya kesehatan yang mengutamakan aspek promotif dan preventif tanpa mengabaikan aspek kuratif dan rehabilitatif untuk melindungi kesehatan masyarakat, menurunkan angka kesakitan, kecacatan atau kematian, memutuskan penularan, mencegah resistensi obat TBC, dan mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan akibat TBC..

Salah satu program prioritas nasional adalah penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dengan target eliminasi TBC tahun 2030. Langkah utama dan pertama yang harus dilakukan adalah temukan terduga TBC sedini mungkin sehingga dapat diobati sampai sembuh dan rantai penularan dapat diputus.

Inovasi POT TBC (Penemuan Orang Terduga Tuberkulosis) dengan sistem QR code google form merupakan suatu cara yang baru di Kabupaten Toba sehingga masyarakat dapat secara mandiri melakukan skrining kesehatan dalam pencegahan penyakit Tuberkulosis.

Skrining mandiri ini dapat dilakukan dengan mudah menggunakan handphone android, dimana setiap orang dapat scan barcode/QR code dan bisa langsung masuk dalam google form yang berisi beberapa pertanyaan untuk skrining kesehatan penyakit Tuberkulosis. Setiap orang bisa menjawab dan mengisi google form tersebut. Inovasi ini mempermudah masyarakat Kabupaten Toba untuk mengecek sendiri kesehatan yang berhubungan dengan penyakit Tuberkulosis.

a.     Deskripsi Inovasi

Inovasi POT TBC (Penemuan Orang Terduga Tuberkulosis) merupakan inovasi menggunakan teknologi informasi berupa google form QR Code. Setiap orang dapat melakukan skrining mandiri untuk mengecek kesehatan khususnya penyakit Tuberkulosis dengan menggunakan handphone android.

Cara kerja :

-      Scanbarcode akan dibagikan ke semua masyarakat di Kabupaten Toba.

-      Masyarakat akan mengisi gejala dan keluhan lewat Handphone dan data akan terekam langsung ke Puskesmas.

-      Puskesmas akan tindaklanjuti ke Bidan Desa/Kader atau Petugas Puskesmas langsung untuk pengambilan sampel/dahak ke rumah pasien.

-      Sampel/dahak akan diperiksa langsung di Puskesmas dan hasil akan dikirim langsung ke pasien lewat Whatsapp.

-      Jika hasil Positif, pasien datang ke Puskesmas untuk pengobatan selanjutnya.

 

b.     Penjelasan Teknis

Secara umum, Google Forms berarti layanan yang memungkinkan pengguna dengan mudah membuat survei, formulir berbasis online dengan pertanyaan, atau survei yang dapat disesuaikan oleh pembuatnya. Layanan tersebut memberikan kemudahan untuk mendapatkan tanggapan dan data dari masyarakat atau audiens secara langsung mengisi survei. Karena online dan dapat diakses oleh siapa saja yang menginginkannya, Google Formulir adalah cara yang efektif dan nyaman untuk mendapatkan informasi spesifik.

 

 

Berikut skrining terduga Tuberkulosis:

1.   Apakah Anda/Saudara/Tetangga batuk berdahak lebih dari 2 minggu?

2.   Dalam posisi tidak diet, apakah berat badan Anda menurun dan tidak nafsu makan?

3.   Apakah dalam 2-3 bulan terakhir ini anda merasakan demam meriang?

4.   Apakah Anda berkeringat malam hari tanpa aktivitas?

5.   Apakah saat ini pernah batuk darah dan nyeri dada atau sesak nafas?