Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

PEJANTAN TANGGUH (Pelayanan Berkelanjutan Inseminasi Buatan dan Tekan Gangguan Reproduksi dengan Sinkronisasi Birahi)

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

Tujuan Inovasi Daerah :

Pelayanan Berkelanjutan Inseminasi Buatan dan Tekan Gangguan Reproduksi Dengan Sinkronisasi Birahi (PEJANTAN TANGGUH) Kabupaten Humbang Hasundutan ini bertujuan untuk peningkatan populasi dan mutu genetik ternak kerbau dan sapi yang dipelihara oleh masyarakat melalui pelayanan berkelanjutan Inseminasi Buatan (IB) dan Gangguan Reproduksi Ternak melului Metode Sinkronisasi Birahi (Penyerentakan Birahi).

Manfaat Inovasi :

Manfaat Inovasi Daerah :

a.       Meningkatnya produktivitas ternak kerbau dan sapi dengan penerapan teknologi reproduksi melalui Inseminasi Buatan (IB) yang berkelanjutan;

b.       Peningkatan populasi ternak kerbau dan sapi di Kabupaten Humbang Hasundutan;

c.        Meningkatnya pendapatan petani/peternak;

d.       Terolahnya limbah pertanian yang selama ini tidak termanfaatkan;

e.        Tersedianya bibit unggul dimasyarakat.

Hasil Inovasi :

Hasil Inovasi Daerah :

1.     Pelayanan Inseminasi Buatan (IB) dan Gangguan Reproduksi Ternak yang berkelanjutan

Metode yang digunakan pada kegiatan Sinkronisasi birahi di Kabupaten Humbang Hasundutan adalah metode double dosis. Pada hari ke 1 dilakukan penyuntikan hormon prostaglandin pada sapi dan kerbau. Penyuntikan prostaglandin ke 2 dapat dilakukan pada hari ke 11 dan dilakukan IB pada ternak yang berahi dan IB dilaksanakan pada 72 – 96 jam setelah penyuntikan ke 2 pada sapi atau 48-72 jam setelah penyuntikan ke 2 pada kerbau. Sebelum sinkronisasi estrus, dilakukan pemeriksaan kebuntingan melalui palpasi rektal. Induk kerbau dan sapi yang tidak bunting selanjutnya diberikan perlakuan sinkronisasi estrus secara hormonal sehingga dapat mendeksi apabila ditemukan gangguan reproduksi pada ternak untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. 

2.     Peningkatan Mutu Genetik Ternak dengan kelahiran ternak-ternak hasil Inseminasi Buatan (IB)

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalah yang dihadapai masyarakat dala pengembangan ternak kerbau dan sapi di Kabupaten Humbang Hasundutan adalah dengan melakukan Inseminasi Buatan (IB) terhadap indukan yang dipelihara oleh masyarkat. Adapaun keunggulan dari sistim perkawinan dengan metode inseminasi diantaranya:

1.      Menghemat biaya pemeliharaan ternak karena tidak harus memelihara pejantan;

2.      Mengatur jarak kelahiran ternak dengan baik.  Sehingga ternak sapid an kerbau lebih produktif;

3.      Mencegah terjadinya kawin sedarah (inbreeding). Karena Straw (bibit) yang digunakan berasal dari luar daerah dan merupkan bibit unggul yang diproduksi oleh UPT IB Provinsi maupun Pusat yang direkomendasikan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia;

4.      Menghindari ternak dari penularan penyakit, terutama penyakit yang dapat ditularkan oleh kelamin;

5.      Menghindari kecelakaan fisik yang terjadi pada saat kawin alam;

6.      Kualitas pedet (anak) hasil inseminasi buatan relatif lebih baik dari pada kawin alam

Peningkatan populasi ternak kerbau dan sapi merupakan target utama dalam pelaksanaan Inovasi Pelayanan Berkelanjutan Inseminasi Buatan dan Tekan Gangguan Reproduksi Dengan Sinkronisasi Birahi (PEJANTAN TANGGUH). Peningkatan jumlah populasi ternak kerbau dan sapi tidak dapat dilakukan dalam jangka pendek, harus bertahap dengan program yang jelas. Inovasi awal sejak pelaksanaannya sukses memacu peningaktan populasi ternak kerbau dan sapi dengan kelahiran ternak hasil inseminasi buatan tahun 2020 s.d 2021 sebanyak 73 ekor. Tahun 2022 s.d 2023 sebanyak 180 ekor.

Waktu Uji Coba : 2022-10-02
Waktu Implementasi : 2023-02-06
Rancang Bangun Inovasi :

Rancang Bangun Inovasi

Dasar kebaharuan inovasi Pejantan Tangguh adalah dengan melakukan Pelayanan Berkelanjutan Inseminasi Buatan dan Tekan Gangguan Reproduksi dengan Sinkronisasi Birahi. Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Humbang Hasundutan memanfaatkan hormon khas Humbang Hasundutan untuk meningkatkan fertilisasi kerbau di Kab. Humbang Hasundutan

Penerapan Inovasi Pejantan Tangguh menjadikan Kabupaten Humbang Hasundutan menjadi Kabupaten dengan angka kelahiran bayi kerbau tertinggi di Sumatera Utara

 

Rancang Bangun Pelayanan Berkelanjutan Inseminasi Buatan dan Tekan Gangguan Reproduksi Dengan Sinkronisasi Birahi (PEJANTAN TANGGUH) memiliki ruang lingkup sebagai berikut:

a.      Sasaran Inovasi

Sasaran inovasi ini adalah Petani/Peternak, Kelompok Tani (Poktan) dan Usaha Peternakan.

b.      Metode

Metode yang dilakukan untuk Inseminasi Buatan (IB) dan Gangguan Reproduksi Ternak adalah Penggunaan hormon Prostaglandin untuk sinkronisasi estrus ternak kerbau dan sapi dengan metode konvensional efektif meningkatkan jumlah ternak estrus dan memperpanjang durasi estrus, sehingga dimungkinkan melakukan IB terjadwal tanpa pengamatan estrus. Dalam Pelaksaaan Inovasi Pejantan Tangguh dilakukan dengan sistim “KEROYOKAN”. Sistim ini dilakukan dengan menjadwalkan setiap lokasi pelaksanaan (kecamatan/desa) untuk dilakukan Inovasi. Dengan adanya inovasi ini dapat mengoptimalkan ketersediaan petugas yang ada karena dengan Inovasi ini perkawinan ternak kerbau dan sapi di suatu lokasi dapat dilakukan secara bersamaan dan diharapkan lahir diwaktu yang bersamaan.

c.       Alat/Bahan yang digunakan

-  Hormon Prostaglandin, Straw (Semen Beku), Kandang Jepit, Vitamin, N2 Cair, Spuit, Gun IB, Plastik Sheet, Plastik Gloves;

-  Leaflet/Brosur

-  Alat Timbang, Alat Pemotong, Alat Penyimpanan dan Mikroorganisme.

d.      Hasil Ikutan

Selain pengenalan teknologi reproduksi ternak, inovasi ini juga nantinya dapat juga dijadikan sebagai wadah pengenalan Inovasi Pakan Alternatif Menuju Kemandirian Usaha Peternakan (PARMAHAN), pembuatan pupuk organik padat dan cair.

e.       Dokumentasi dan Publikasi

Pendokumentasian Inovasi ini menyajikan foto, video dan laporan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan. Publikasi Inovasi ini dilakukan pada Portal Resmi Kabupaten Humbang Hasundutan