Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

PAPALISA (Paguyuban Pasien Hemodialisa)

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

1. Membangun kekompakan diantara pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK), keluarga dan petugas medis dalam meningkatkan kualitas hidup pasien GGK 2. Meningkatkan kualitas hidup pasien GGK dengan pendekatan rohani (berdoa sebelum dan sesudah melakukan dialysis) 3. Menciptakan kenyamanan pada pasien GGK dengan mengadakan family gatering sekali dalam 3 bulan 4. Mensosialisasikan tentang cara perawatan pasien GGK di rumah (Perawatan Cimino dan Double Lumen (DL)) 5. Meningkatkan pasrtisipasi keluarga dalam pemenuhan nutrisi dan manajemen cairan pasien 6. Menurunkan tingkat kecemasan dan tingkat stress keluarga dalam menghadapi pasien GGK

Manfaat Inovasi :

1. Meningkatkan kualitas hidup pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) 2. Menurunkan tingkat stress dan tingkat cemas keluarga dalam menangani pasien dengan GGK 3. Memberikan informasi terkait perawatan pasien GGK pada keluarga khususnya pasien yang baru didiagnosis GGK 4. Meningkatkan kekeluargaan diantara pasien, keluarga dan petugas medis yang menangani pasien GGK

Hasil Inovasi :

Meningkatnya kualitas hidup pasien yang haemodialisa sampai 15 tahun.

Waktu Uji Coba : 2022-04-04
Waktu Implementasi : 2022-04-04
Rancang Bangun Inovasi :

Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan salah satu isu kesehatan dunia dengan beban pembiayaan yang tinggi. Insiden penyakit gagal ginjal ini meningkat setiap tahun. Hasil survei yang dilakukan oleh perhimpunan Nefrologi Indonesia (Penefri) diperkirakan ada sekitar 12,5% dari populasi atu sebesar 25 juta penduduk Indonesia mengalami penurunan fungsi ginjal. Data yang didapat dari pusat dan Informasi Perhimpunan Rumah Sakit seluruh Indonesia, menyebutkan bahwa jumlah penderita gagal ginjal kronis di Indonesia yang menjalani terapi Haemodialisa adalah 50 juta orang per satu juta penduduk (Desnauli, Nursalam, & Efendi, 2011). Hemodialisa merupakan tindakan pengobatan yang dilakukan pada pasien GGK supaya mampu bertahan hidup. Namun demikian, tindakan tersebut mempunyai efek samping pada kondisi fisik dan psikologis penderita GGK (Kemenkes, 2018). Pada umumnya Haemodialisa dilakukan 1 atau 2 kali seminggu dan sekurang-kurangnya berlangsung selama 3 bulan secaraberkelanjutan. Beberapa kejadian adanya penyakit penyerta setelah mengalami gangguan ginjal pada pasien GGK yang menjalani Haemodialisa tidak dapat dihindari, dimana komplikasi tersebut dapat menimbulkan ketidaknyamanan, meningkatkan stress, kecemasan, dan berdampak buruk pada domain kualitas hidup pasien termasuk didalamnya dinamika keluarga (Freadmean, 2020). Perubahan kondisi pada pasien dan keluarga tentu berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien GGK. Oleh karena itu dukungan dari teman, tetangga, masyarakat dan bahkan perawat menjadi sangat penting untuk pasien GGK. Dukungan serta hubungan sosial yang positif mempunyai dampak yang baik pada perilaku, psikososial dan fisiologis pasien. Terbentuknya lingkungan sosial yang sehat disekitar pasien akan memiliki dampak pada kesehatan yang semakin baik pada pasien GGK sehingga membantu dalam keberlangsungan kesehatan pasien. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan kualitas hidup pasien yang menjalani Haemodialisa dan juga mengurangi tingkat stress dan kecemasan keluarga pasiensangat diperlukan. Oleh karena itu, pembentukan Paguyuban Haemodialisa “PAPALISA” sangat dibutuhkan. Pembentukan komunitas ini sesuai dengan misi RSUD Rantauprapat yaitu mengembangkan pelayanan unggulan spesialis di bidang Haemodialisa lanjutan. 1. Paguyuban Haemodialisa “PAPALISA” ditujukan kepada pasien dengan Kriteria: a. Pasien yang menjalani Haemodialisa lanjutan ( 2 kali seminggu) b. Pasien yang memiliki kondisi keadaan umum baik c. Keluarga pasien yang mendampingi pasien dalam menjalani dyalisis 2. Paguyuban Haemodialisa ini dilaksanakan mulai Januari 2021 dengan jadwal yang sudah ditetapkan 3. Untuk menjamin terselenggaranya Paguyuban Haemodialisa ini maka diperlukan evaluasi sekali dalam 3 bulan