Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

GASPUL (Gerakan Anti Stunting penurunan Prevalensi untuk Labuhanbatu)

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

1. Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Gizi dalam Pencegahan dan Penanggulangan Stunting . 2. Meningkatkan sarana dan prasarana sanitasi dan air bersih dalam menunjang Pencegahan dan penanggulangan stunting.

Manfaat Inovasi :

1. Meningkatnya ketersediaan bahan pangan dan gizi yang bersumber dari produksi pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan 2. Meningkatnya status gizi remaja putri, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita usia 0- 59 bulan 3. Meningkatnya akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi layak 4. Mensinergikan beberapa OPD dan Stakeholders lainnya dalam pengembangan potensi unggulan pangan lokal dalam penanggulangan dan pencegahan stunting.

Hasil Inovasi :

1. Penurunan prevalensi balita stunting di Kabupaten Labuhanbatu pada Tahun 2021 sebesar 27%, dan pada tahun 2022 berkurang menjadi 23,9% 2. Jumlah ibu hamil kurang energi kronik (KEK) di Kabupaten Labuhanbatu berkurang 3. Jumlah Remaja putri anemia berkurang dari tahun 2021 ke tahun 202

Waktu Uji Coba : 2022-02-14
Waktu Implementasi : 2022-02-14
Rancang Bangun Inovasi :

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan. Dalam upaya percepatan penurunan stunting tingkat Nasional sampai pada tingkat Desa/Kelurahan dilakukan beragam upaya seperti Intervensi Spesifik dan Intervensi Sensitif. Penanganan stunting dalam segi intervensi spesifik merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk mengatasi penyebab langsung terjadinya stunting, sedangkan intervensi sensitif merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk mengatasi penyebab tidak langsung terjadinya stunting. Sasaran yang menjadi fokus percepatan penurunan stunting meliputi usia remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu mneyusui, dan anak berusia 0-59 bulan, dengan meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan, dan meningkatkan akses air minum dan sanitasi. Sektor kesehatan menjadi salah satu tolak ukur kemajuan suatu negara, pertumbuhan dan perkembangan pada periode balita terutama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)  sangat pesat, demikian pula perkembangan kognitifnya. Remaja putri, ibu hamil, ibu bersalin dan balita merupakan kelompok rawan gizi yang perlu mendapat perhatian khusus dikarenakan dampak jangka panjang yang akan timbul apabila mereka menderita kekurangan gizi dan anemia. Remaja putri dan ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi dan anemia nantinya akan mempengaruhi proses tumbuh kembang janin, kelahiran bayi berat lahir rendah (BBLR), hingga berisiko balita akan mengalami masalah gizi kurang atau stunting. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang juga sangat penting peranannya dalam penurunan stunting termasuk di Kabupaten Labuhanbatu. Kemandirian keluarga dalam penyediaan pangan bergizi dengan memanfaatkan potensi pangan lokal dan edukasi pola konsumsi diharapkan mendorong keluarga dan masyarakat agar mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan dijamin keberlangsungannya. Hal tersebut dapat menjadi motivasi dan dorongan dalam menciptakan inovasi peyediaan pangan bersumber pangan lokal dengan target sasaran remaja putri, ibu hamil, ibu bersalin, dan balita usia 0-59 bulan