Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

Pengembangan Aplikasi Sistem Informasi Rumah Tidak Layak Huni (Sirtu) menjadi Sistem Informasi Pemantauan Lapangan (Simantel)

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Tata Kelola Pemerintah Daerah
Tujuan Inovasi :

Adapun tujuan dari pembuatan aplikasi ini adalah sebagai berikut :

 

1.        Proses penyaluran yang akuntabel dan transparan;

2.        Mempercepat proses pendaftaran;

3.        Arsip digital yang terjaga;

4.        Menghindari potensi korupsi dan pencatatan ganda penerima manfaat;

5.        Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemantauan kinerja tenaga lapangan;

6.        Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi kinerja tenaga lapangan;

7.        Mempermudah koordinasi dan komunikasi antara atasan dan tenaga lapangan;

8.        Mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik berdasarkan data real-time.

Manfaat Inovasi :

Inovasi SIMANTEL memiliki manfaat yang sangat strategis dalam penyelenggaraan tata kelola pemerintahan, yaitu :

a.       Manfaat bagi Dinas Perkim Provsu:

·         Peningkatan Efisiensi dan Efektivitas Monitoring,

·         Mempermudah pemantauan kinerja tenaga lapangan secara realtime,

·         Memudahkan identifikasi dan analisis kinerja tenaga lapangan,

·         Mendukung pengambilan keputusan yang tepat dan cepat terkait penugasan dan monitoring tenaga lapangan,

·         Meningkatkan akuntabilitas penggunaan anggaran untuk kegiatan lapangan,

·         Meningkatkan transparansi kinerja tenaga lapangan kepada publik.

·         Mempermudah audit dan evaluasi kinerja tenaga lapangan,

·         Menyediakan data dan informasi yang akurat dan terkini terkait kinerja tenaga lapangan,

·         Mendukung penyusunan laporan dan analisis kinerja yang lebih efektif.

·         Membantu dalam perumusan kebijakan dan strategi yang tepat untuk meningkatkan kinerja tenaga lapangan,

·         Meningkatkan hubungan antara pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota karena Informasi Kegiatan Rehabilitasi RTLH diperoleh dengan lebih mudah,

·         Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota karena adanya transparansi Kegiatan Rehabilitasi RTLH,

·         Meningkatkan kualitas layanan kepada masyarkat yang membutuhkan, karena memperoleh Informasi kegiatan dapat dilakukan kapan saja, dimana saja, tanpa perluh datang kantor Dinas PKP Provs,

·         Tersedianya Informasi Kegaiatan Rehabilitasi RTLH yang mudah diakses masyarakat melalui internet sehingga memudahkan masyarakat untuk mengambil keputusan yang benar.

b.      Manfaat bagi Tenaga Lapangan:

·         Mempermudah pelaporan dan pencatatan kegiatan yang dilakukan di lapangan secara realtime,

·         Memudahkan dalam menerima instruksi dan tugas dari atasan,

·         Mempermudah dalam berkomunikasi dengan atasan dan kolega,

·         Meningkatkan rasa tanggung jawab dan disiplin dalam bekerja,

·         Meningkatkan motivasi dalam menyelesaikan tugas dengan tepat waktu dan berkualitas,

·         Mempermudah akses informasi terkait dengan pekerjaan, seperti panduan kerja, dokumen pendukung, dan informasi terbaru dari Dinas Perkim Provsu,

·         Meningkatkan pemahaman tenaga lapangan terhadap tugas dan tanggung jawabnya,

·         Mendukung peningkatan kualitas kinerja tenaga lapangan.

c.       Manfaat bagi Masyarakat:

·         Mempercepat proses penyelesaian pekerjaan di lapangan, dengan melibatkan masyarakat dalam pemantauan kinerja tenaga lapangan dengan fitur pengaduan di aplikasi Simantel,

·         Meningkatkan kualitas hasil pekerjaan di lapangan, sehingga masyarakat mendapatkan manfaat yang lebih optimal,

·         Meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Dinas Perkim Provsu,

·         Meningkatkan akuntabilitas Dinas Perkim Provsu kepada masyarakat dalam penggunaan anggaran untuk kegiatan lapangan,

·         Meningkatkan transparansi kinerja Dinas Perkim Provsu kepada Masyarakat,

·         Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Dinas Perkim Provsu.

·         Pelaksanaan pemerintahan menjadi lebih efektif dan efisien tanpa proses birokrasi yang panjang seperti opini yang terjadi dalam Masyarakat.

 

Hasil Inovasi :

Keuntungan dari inovasi aplikasi SIMANTEL, antara lain:

a.       Aplikasi ini lebih mobile dengan mengunjungi Link simantel.sumutprov.go.id, Web aplikasi dapat diakses oleh stakeholder ataupun masyarakat umum.

b.      akurasi informasi yang dihasilkan aplikasi ini menjadikan Kegiatan Perbaikan/Pembangunan RTLH tepat sasaran.

c.       Data RTLH yang berkelanjutan tersimpan secara digital dan laporan yang dihasilkan lebih akurat, transparan, dan akuntabel.

d.      Pengelolaan data dapat dipantau dan dilakukan secara realtime.

e.       Sangat efektif digunakan untuk Pemerintahan yang mempunyai luas wilayah yang besar seperti halnya Provinsi Sumatera Utara yang terdiri dari 33 Kabupaten/Kota

f.        Dengan menggunakan aplikasi SIMANTEL Pemerintah Provinsi Sumatera Utara diharapkan meningkatkan kinerja pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Waktu Uji Coba : 2024-03-05
Waktu Implementasi : 2024-04-05
Rancang Bangun Inovasi :
  1. DASAR HUKUM
  1. Peraturan Pemerintah (PP) No. 38 Tahun 2017
  2. SK Kepala Dinas
  1. PERMASALAHAN

Kegiatan rehabilitasi rumah tidak layak huni masih menghadapi kendala serius, yaitu sistem pelaporan manual yang tidak efisien dan kurang akuratnya data titik koordinat tanpa dukungan sistem informasi geospasial. Tenaga fasilitator lapangan harus mengirimkan laporan secara manual melalui pos atau kurir, sementara data lokasi yang tidak akurat dapat menghambat proses pemantauan dan evaluasi. Ketergantungan pada sistem pelaporan manual dan ketidakakuratan data titik koordinat dalam kegiatan rehabilitasi rumah tidak layak huni berdampak pada lambatnya proses pengambilan keputusan, kesulitan dalam memantau progres pembangunan, serta kurangnya transparansi dalam pengelolaan data. kegiatan rehabilitasi rumah tidak layak huni baiknya didukung oleh sistem pelaporan digital yang terintegrasi dengan sistem informasi geospasial memungkinkan pengumpulan data yang lebih cepat dan akurat, serta memudahkan dalam memantau progres pembangunan secara real-time.

  1. ISU STRATEGIS

Sebagai upaya mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam hal pengentasan kemiskinan dan pemukiman layak, sistem ini dirancang dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, yaitu transparansi dan akuntabilitas. Penerapan teknologi informasi dalam sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung pencapaian SDGs.

  1. METODE PEMBAHASAN
  • Pengembangan sistem yang terintegrasi dengan sistem lain di lingkungan instansi terkait, seperti SIG dan SDM
  • Pengembangan antarmuka pengguna yang lebih intuitif dan mudah digunakan
  • Penambahan fitur untuk mendukung pengambilan keputusan dan pemantauan lapangan, seperti analisis data, visualisasi, dan pelacakan progres
  • Pengembangan aplikasi mobile untuk memudahkan petugas lapangan dalam mengakses dan memperbarui data

 

  1. KEUNGGULAN/KEBAHARUAN

Pengembangan aplikasi Sirtu menjadi Simantel diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat, yaitu:

  • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan data dan informasi terkait dengan RTLH
  • Meningkatkan pengambilan keputusan yang didasarkan pada data
  • Meningkatkan kualitas program rehabilitasi RTLH
  • Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi program rehabilitasi RTLH
  • Tersajinya data geografis dalam bentuk peta, grafik, atau model 3D yang lebih mudah dipahami dan diinterpretasikan data penerima manfaat.

 

 

  1. CARA KERJA INOVASI

Cara kerja atas pengembangan aplikasi Sirtu menjadi Simantel terdiri dari beberapa tahap, yaitu:

  • Analisis sistem

Tahap ini meliputi analisis kebutuhan, analisis proses bisnis, dan analisis sistem yang ada.

  • Desain sistem

Tahap ini meliputi desain arsitektur sistem, desain antarmuka pengguna, dan desain database.

  • Pengembangan sistem

Tahap ini meliputi pengembangan kode sumber, pengujian unit, dan pengujian integrasi.

  • Implementasi sistem

Tahap ini meliputi migrasi data, pelatihan pengguna, dan dukungan pasca implementasi.