Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

SIMPONI (Sistem Budidaya Pertanian dengan Hidroponik).

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Daerah lainnya sesuai Urusan Pemerintah
Tujuan Inovasi :

1)      Pemanfaatan lahan pekarangan yang lebih efektif dan efisien dalam menyerap teknologi pertanian.

2)      Memberdayakan Petani/Masyarakat untuk berusaha tani dengan menggunakan sistem hidroponik.

3)      Meningkatnya produksi dan produktivitas tanaman sayuran dengan sistem budidaya hidroponik di Kabupaten Nias Utara.

Manfaat Inovasi :

Terlaksananya pengembangan kawasan tanaman sayuran dengan sistem hidroponik.

Hasil Inovasi :

Adanya 2 (dua) kelompok tani yang memiliki kemampuan dan keterampilan dalam menerapkan sistem budidaya hidroponik yang tersebar di 2 (dua) Kecamatan.

Waktu Uji Coba : 2022-01-03
Waktu Implementasi : 2022-06-01
Rancang Bangun Inovasi :

1.        Rancang Bangun dan Pokok Perubahan yang dilakukan :

ü  Dasar Hukum Inovasi

SK Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara, Nomor : 521/47/DKPP-III/2022.

ü  Permasalahan

Perkembangan teknologi dalam bidang pertanian semakin tahun semakin pesat, sehingga masyarakat khususnya petani tertinggal dalam memanfaatkan kemajuan teknologi tidak akan memperoleh keuntungan yang maksimal dari kegiatan usaha yang dilakukannya. Salah satu teknologi yang layak disebarluaskan adalah teknologi hidroponik, hal ini dikarenakan semakin langkanya lahan pertanian akibat dari banyaknya sektor industri dan jasa, sehingga kegiatan usaha pertanian konvensial semakin tidak kompetitif karena tingginya harga lahan. Teknologi budidaya pertanian dengan sistem hidroponik diharapkan menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang mempunyai lahan terbatas atau pekarangan, sehingga dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan yang memadai.

ü  Isu Strategis

Hidroponik merupakan metode bercocok tanam dengan menggunakan media tanam selain tanah, seperti batu apung, kerikil, pasir, sabut kelapa, potongan kayu atau busa. Hal tersebut dilakukan karena fungsi tanah sebagai pendukung akar tanaman dan perantara larutan nutrisi dapat digantikan dengan mengalirkan atau menambah nutrisi, air dan oksigen melalui media tersebut. Sistem budidaya tanaman pertanian secara hidroponik sangat tepat untuk memanfaatkan pekarangan rumah yang sempit sehingga pekarangan lebih efektif dan efisien dalam menyerap teknologi pertanian.

ü  Metode Pembaharuan

Teknik menanam hidroponik membutuhkan air lebih sedikit jika dibandingkan dengan teknik menanam di tanah pada umumnya. Metode tanam hidroponik sangat sesuai diterapkan di daerah yang memiliki sedikit air. Akan tetapi, kebutuhan nutrisi tanaman menjadi sangat penting agar pertumbuhan tanaman maksimal. Nutrisi untuk tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik bisa berasal dari berbagai sumber, misalnya kotoran ikan, kotoran bebek, pupuk kimia atau unsur buatan lainnya.

ü  Keunggulan dan Kebaharuan :

1.      Keberhasilan tanaman untuk tumbuh dan berproduksi lebih terjamin.

2.      Perawatan lebih praktis dan gangguan hama lebih terkontrol.

3.      Pemakaian pupuk lebih hemat (efisien).

4.      Tanaman yang mati lebih mudah diganti dengan tanaman yang baru.

5.      Tidak membutuhkan banyak tenaga kasar karena metode kerja lebih hemat dan memiliki standarisasi.

6.      Tanaman dapat tumbuh lebih pesat dan dengan keadaan yang tidak kotor dan rusak.

7.      Hasil produksi lebih continue dan lebih tinggi disbanding dengan penanama ditanah.

8.      Harga jual hidroponik lebih tinggi dari produk non-hidroponik.

9.      Beberapa jenis tanaman dapat dibudidayakan di luar musim.

10.  Tidak ada resiko kebanjiran, erosi, kekeringan, atau ketergantungan dengan kondisi alam.

11.  Tanaman hidroponik dapat dilakukan pada lahan atau ruang yang terbatas, misalnya di atap, dapur atau garasi.

ü  Tahapan Inovasi

Aspek penting yang perlu juga diperhatikan dalam menentukan keberhasilan budidaya dengan sistem hidroponik adalah pengelolaan tanaman yang meliputi persiapan bahan media,larutan nutrisi, pemeliharaan, aplikasi larutan nutrisi, panen dan pasca panen. Pemberian nutrisi yang tepat pada sistem hidroponik akan memberikan hasil yang optimal bagi pertumbuhan tanaman, selain itu pertumbuhan tanaman tidak lepas dari lingkungan tumbuhan terutama factor media tanam yang secara langsung akan mempengaruhi hasil tanaman.