Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

TELORISASI

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

Untuk menurunkan Prevalensi Stunting di Kabupaten Humbang Hasundutan serta untuk mencegah lahirnya balita Stunting baru dengan memberikan edukasi dini mengenai konsumsi makanan tinggi protein seperti telur terutama pada 1000 HPK.

Manfaat Inovasi :

Bagi keluarga balita baik yang dengan status gizi Stunting ataupun tidak stunting sudah mengetahui bahwa Stunting dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang terutama tinggi protein sejak 1000 HPK.

Hasil Inovasi :

Setelah Inovasi  (Mengkonsumsi Telur 1 X Sehari) dilaksanakan, masyarakat mulai peduli dengan konsumsi makanan tinggi protein dan diharapkan prevalensi stunting di Kabupaten Humbang Hasundutan dapat menurun.

Waktu Uji Coba : 2021-01-01
Waktu Implementasi : 2022-01-01
Rancang Bangun Inovasi :

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama serta terjadinya infeksi berulang, dan kedua faktor penyebab ini dipengaruhi oleh pola asuh yang tidak memadai terutama dalam 1.000 HPK. Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi perhatian di negara berkembang termasuk Indonesia. Penyebab langsung stunting adalah penyakit infeksi dan asupan makanan yang tidak tercukupi seperti kurang energi dan protein. Kurang energi dan protein berpengaruh besar terhadap status gizi anak.

Salah satu penyebab stunting di Wilayah Humbang Hasundutan adalah adalah pola konsumsi protein yang tidak cukup sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi pada balita. Oleh karena hal tersebut Pemerintahan Humbang Hasundutan melalui Dinas Kesehatan memuncul kan sebuah gerakan dalam Inovasi Telorisasi. Telorisasi merupakan suatu gerakan untuk mengarahkan dan mengajak balita untuk mengonsumsi Telur 1 setiap hari dengan tujuan untuk dapat membantu pemenuhan Zat Gizi Protein. Selain itu juga setelah adanya Inovasi Telorisasi tetap juga di berikan Edukasi mengenai pemberian Telur 1 sehari harus di tamabah kan juga dengan pola konsumsi protein lain seperti pada pola makannya.

Pelaksanaan Telorisasi diawali dengan melaksanakan Penyuluhan tentang Tujuan dan Manfaat Telorisasi pada saat Posyandu yang kemudian mengajak orang tua untuk memberikan 1 telur setiap hari. Pada saat penyuluhan orang tua membuat kesepakatan dan Selain itu Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Pemerintahan Desa, dimana Desa memberikan Telur 1 per bulan pada saat posyandu dan melakukan monitoring terhadap pola konsumsi telur di setiap rumah balita stunting. Pelaksanaan Telorisasi dilaksanakan setiap hari di rumah masing-masing balita stunting dan dimonitoring oleh Bidan Desa dan Pemerintahan Desa.

Telorisasi bertujuan untuk membantu memenuhi zat gizi protein. Selain dengan memperbaiki pola makan dengan Gizi Seimbang yang mengutamakan setiap makan harus ada sumber protein tidak perlu mahal karena sumber protein lokal juga merupakan bahan makanan tinggi protein.