Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

GERBANG PENTING (GERAKAN HUMBANG HASUNDUTAN PEDULI STUNTING)

Tahapan Inovasi : Uji Coba
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

Tujuan Pelaksanaan Inovasi Gerbang Penting adalah untuk menurunkan angka prevalensi stunting di Kabupaten Humbang Hasundutan dengan cara meningkatkan pengetahuan ibu tentang stunting sehingga ibu mampu  melakukan pola asuh yang baik,  menciptakan keluarga mandiri dan pemanfaatan pekarangan serta keluarga mampu melakukan perilaku hidup bersih dan sehat.

Manfaat Inovasi :

Manfaat pelaksanaan adalah :

  1. Keluarga mengetahui status gizi anaknya berdasarkan hasil pengukuran sehingga keluarga dapat melakukan intervensi kepada si anak.
  2. Keluarga dapat melakuan pengolahan  makanan dengan baik sehingga kebutuhan gizi anaknya dapat terpenuhi.
  3. Keluarga mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga terutama anaknya melalui pemanfaatan lahan pekarangan  sehingga kebutuhan gizi keluarga dapat ditingkatkan dan stunting /kekurangan gizi dapat dicegah.
  4. Pengetahuan keluarga tentang kesehatan lebih meningkat sehingga dapat melakukan tindakan preventif dan dapat mengatasi permasalahan kesehatan yang terjadi di keluarganya.
Hasil Inovasi :

Hasil yang diharapkan dari inovasi ini adalah meningkatnya status kesehatan masyarakat dengan adanya penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Humbang Hasundutan

Waktu Uji Coba : 2021-01-01
Waktu Implementasi : 2021-07-31
Rancang Bangun Inovasi :

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis yang pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dimana tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya ( Z score <-2 SD).  Penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak. Stunting mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal. Hal ini berisiko menurunkan produktivitas pada saat dewasa. Stunting juga menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit. Stunting disebabkan oleh faktor multidimensi, sehingga dalam penangangannya dibutuhkan multisektor dengan intervensi sensitive dan intervensi spesifik.  Penyebab langsung yaitu asupan gizi yang berpengaruh terhadap derajat kesehatannya. Penyebab tidak langsung yaitu ketahanan pangan melalui ketersediaan, keterjangkauan dan akses pangan bergizi.

Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi (PSG) Kementrian Kesehatan  tahun 2017 data stunting di Kabupaten Humbang Hasundutan sebesar 41,7 %, menurut data Riskesdas tahun 2018 sebesar 41.3% dan berdasarkan data  Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) tahun 2021, data stunting di Kabupaten Humbang Hasundutan sebesar 23,65 % (sebanyak 3592 balita mengalami stunting dari jumlah balita yang di ukur 15.189 balita).

Masih tingginya prevalensi  balita stunting di Kabupaten Humbang Hasundutan merupakan masalah kesehatan yang harus di perhatikan. Oleh sebab itu perlu di lakukan sebuah inovasi dalam rangka  percepatan  pencegahan dan penurunan prevalensi stunting. Dinas Kesehatan Kabupaten Humbang Hasundutan melakukan inovasi “GERBANG PENTING” yaitu Gerakan Humbang Hasundutan Peduli Stunting. Dimana hal ini diharapkan mampu menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Kegiatan ini berupaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan merubah pola pikir masyarakat tentang kesehatan sehingga masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan kesehatannya,  kegiatan yang dilaksanakan yaitu :

  a. Pengukuran BB/TB pada Balita dan BB/TB/LILA pada Ibu Hamil

Pelaksanaan pengukuran dilakukan oleh Tenaga Pengelola Gizi Puskesmas dan  Bidan Desa dengan menggunakan alat antropometri yaitu Alat Ukur Tinggi Badan (Microtoise/Stadiometer),  Alat Ukur Berat Badan (Timbangan Dewasa dan Baby Scale) dan pita LILA. Hasil pengukuran dicatat pada buku register pemantauan pertumbuhan Balita dan Ibu Hamil.

Kegiatan ini betujuan untuk mengetahui pertumbuhan Balita dan pemantauan kesehatan Ibu Hamil.

b. Demo Masak

Pelaksanaan Demo masak dilakukan oleh Tenaga Pengelola Gizi Puskesmas bekerja sama dengan PKK dan Kader Posyandu.

Kegiatan ini bertujuan untuk melatih Ibu Hamil/Ibu Balita tentang pengolahan bahan makanan yang baik, dan  makanan yang diolah berasal dari bahan makanan local yang ada di daerahnya masing-masing.

c. Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Gizi Keluarga

Pelaksanaan Pemanfaatan Lahan Pekarangan dikoordinir oleh Pengelola Program Promosi Kesehatan dan bekerjasama dengan PKK dan Kader.

Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi keluarga dalam penyediaan bahan makanan keluarga untuk meningkatkan pemenuhan gizi mikro melalui perbaikan menu keluarga.

d. Edukasi Kesehatan Keluarga

Pelaksanaan edukasi keluarga dikoordinir oleh Pengelola Program Promosi Kesehatan, dengan penyampaian materi kesehatan yang menarik menggunakan alatKIE yaitu Lembar Balik, Alat Peraga dan Video dengan menggunakan Komputer dan Proyektor, dan lain-lain.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengingkatkan pengetahuan dan ketrampilan Ibu Balita dan Ibu Hamil tentang kesehatan terutama pada masa kehamilan, persalinan,masa nifas,kesehatan anak, kesehatan keluarga, gizi dan kesehatan lingkungan.