Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

PMB (Pemberian Makanan Bergizi Bagi Bayi Dan Anak)

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

1.    Mengubah pola pikir masyarakat bahwa makan bergizi itu tidak harus mahal, bahan makanan lokal bisa dimanfaatkan.

2.    Menurunkan angka stunting, gizi kurang serta gizi buruk dan menangani langsung jika terdapat di desa dengan praktek pemberian makanan.

3.    Menambah ilmu pengetahuan Kader serta ibu balita dengan melibatkan Pemerintah Desa, Tim Penggerak Kesejahteraan Keluarga (PKK

Manfaat Inovasi :

Hasil program inovasi PMB cukup siknifikan sehingga beberapa desa yang sudah memprogramkan kegiatan ini di kegiatan desa dengan memberikan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dari bahan makanan lokal bukan dari susu formula atau yang di beli. Antusias ibu – ibu kader dalam mengingatkan kelompok ibu balita untuk tetap mempertahankan makanan bergizi bagi bayi dan anak dan terlibatnya took masyarakat serta kelompok pendukung yang mendukung keberhasilan inovasi ini.

Hasil Inovasi :

Dengan adanya ide inovasi ini di tahun 2021 Puskesmas Namohalu Esiwa mengalami penurunan angka stunting dengan jumlah 17 orang, Gizi kurang 34 orang, gizi buruk tidak ada.

Jumlah Balita           :           1.085 Jiwa

Waktu Uji Coba : 2022-03-17
Waktu Implementasi : 2022-04-22
Rancang Bangun Inovasi :

Inovasi PMB (Pemberian Makanan Bergizi Bagi Bayi Dan Anak) diciptakan dan diterapkan sebagai tindak lanjut Peraturan Bupati Nias Utara Nomor 51 Tahun 2020 tentang Inovasi daerah Kabupaten Nias Utara. Kecamatan Namohalu Esiwa merupakan salah satu kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak di nias utara sebanyak 14.758 jiwa dan 3.312 Kepala Keluarga. Dengan jumlah balita yang ada di sebelas desa di Kecamatan Namohalu Esiwa berjumlah 1.085 orang (sumber data real Desember 2020), dimana dengan jumlah bayi balita tersebut terdapat stunting 27 orang dan gizi kurang 42 orang (sumber data agustus 2020), permasalahan utama diwilayah kerja UPTD Puskesmas Namohalu Esiwa adalah masalah gizi ( sumber hasil kajian WVI tahun 2015 s.d. 2020).

Inovasi PMB awalnya hanya penyuluhan serta demonstrasi tetapi dengan adanya antusias masyarakat dan pemerintahan desa yang mengambil bagian maka kegiatan ini di laksanakan di setiap desa yang ada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Namohalu Esiwa dengan mempraktekkan langsung cara pengolahan makanan dengan variasi empat bintang dan bahannya swadaya dari kader, ibu balita dan tenaga kesehatan sehingga kegiatan ini dilaksanakan 3 bulan sekali serta monitoring kegiatan setiap 4 bulan dan penilaian kegiatan di akhir tahun berkenaan yang ikut serta semua ibu balita, ibu hamil serta kelompok pendukung yang ada di posyandu.

Untuk menjaga keberlangsungan dan kualitas inovasi PMB dilakukan penilaian/asesmen melalui monitoring/evaluasi. Kegiatan Evaluasi/Monitoring dilakukan setiap 3 bulan agendanya adalah mengevaluasi tentang jumlah bayi balita yang mengalami masalah gizi yang ada diwilayah kerja UPTD Puskesmas Namohalu Esiwa.

Untuk memastikan kembali data bayi balita yang didapat tim monitoring dan evaluasi melakukan verifikasi secara langsung dilapangan untuk memastikan data yang didapatkan valid. Hal ini dilakukan untuk menjaga data dan penilaian status gizi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan sesuai dengan aturan yang ada.

Dalam monitoring dan evaluasi ini juga dilakukan pendampingan langsung kepada ibu balita yang mempunyai masalah gizi pada anaknya sehingga dengan monitoring dan evaluasi dapat didapatkan hasil yang maksimal dan akuntabel