Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

Si Bu Di La Ku sebagai Upaya Digitalisasi Layanan Perpustakaan Sekolah Di SMPN 3 Lubuk Pakam

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : ASN
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

tujuan inovasi ini untuk mengatasi masalah layanan sirkulasi yang belum berjalan sesuai standar perpustakaan dalam penggunaan IT dan untuk mengetahui implementasi aplikasi sistem buku digital layanan sirkulasi di perpustakaan sekolah.

Manfaat Inovasi :

Manfaat bagi pemustaka; mendapatkan kemudahan dalam pengisian buku kunjungan  secara digital, melatih siswa berliterasi
digital
Manfaat bagi pustakawan; mengefektifkan energi, waktu dan biaya untuk melaksanakan layanan sirkulasi
Manfaat bagi guru; mendapat hal baru berliterasi digital terutama penggunaan aplikasi digital sederhana
Manfaat bagi komponen sekolah lainnya; mensupport kegiatan literasi digital sebagai upaya tranformasi perpustakaan berbasis
inklusi.

Hasil Inovasi :

terciptanya sistem layanan sirkulasi berupa sistem buku digital layanan sirkulasi (Si Bu Di La Ku) sebagai upaya untuk melaksanakan digitalisasi perpustakaan sekolah berbiaya murah.

Waktu Uji Coba : 2022-09-01
Waktu Implementasi : 2022-10-19
Rancang Bangun Inovasi :

Layanan perpustakaan yang di terapkan pada perpustakaan sekolah didasarkan pada Pasal 25 PP nomor 24 tahun 2014
tentang perpustakaan yang menyebutkan bahwa jenis pelayanan perpustakaan pelayanan teknis dan pelayanan pemustaka.
Pelayanan pada poin 3 pasal ini menyebutkan pelayanan pemustaka mencakup pelayanan sirkulasi dan pelayanan sirkulasi.
Pelayanan sirkulasi yang dimaksud dapat menggunakan baik koleksi setempat maupun koleksi perpustakaan lain. Pada pasal
26 poin 5 disebutkan bahwa sistem administrasi pelayanan perpustakaan mengikuti perkembangan teknologi informasi dan dan
komunikasi. Sistem perundang-undangan ini memberikan keleluasaan kepada pengelola perpustakaan untuk mengembangkan
sistem layanan perpustakaan sesuai dengan perkembangan masa dan keadaan.
Penyelenggaraaan sistem layanan di perpustakaan belum sepenuhnya sesuai dengan sistem perundangan yang berlaku.
Masih terdapat berbagai kendala yang harus dihadapi perpustakaan sekolah. Masalah yang dapat ditemui pada layanan
pemustaka diantaranya jumlah pemustaka yang tidak sebanding dengan tenaga layanan sirkulasi yang tersedia. Hal ini
membuat lambatnya layanan sirkulasi perpustakaan. Pemustaka harus antri untuk mengisi buku kunjungan secara manual.
Antrian panjang ini membuat pemustaka harus menunggu lama untuk mengisi buku kunjungan manual. Menulis item satu
demi satu. Ditambah lagi keperluan pemustaka yang ingin meminjam buku dan mengembalikan buku yang masih dilakukan
secara manual juga.
Akibat dari masalah tersebut, tenaga pustakawan sekolah harus melakukan layanan ganda terhadap pemustaka. Layanan
yang biasanya menggunakan layanan tertutup diubah menjadi layanan terbuka. Layanan terbuka ini menyebabkan koleksi yang
sudah digunakan tidak  dikembalikan pemustaka dengan tertib. Akibat yang paling sering dihadapi pustakawan adalah harus
menata ulang di rak setiap selesai layanan. Aktifitas ini tentunya menjadi tidak efektif terhadap energy dan waktu yang dimiliki
tenaga pustakawan.
Pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan untuk membaca, meminjam buku atau mengembalikan buku membuat
layanan sirkulasi menjadi padat setiap hari. Petugas perpustakaan pada bagian layanan sirkulasi menjadi kewalahan
menampung arus pemustaka yang datang berkunjung, khususnya pada waktu istirahat jam pelajaran. Satu sisi menggambarkan
tujuan perpustakaan tercapai sebagai pusat belajar dan tentunya menyenangkan dengan banyaknya kunjungan. Kondisi ini
sesuai dengan pendapat (Ratih Arumi, 2015) bahwa tujuan perpustakaan sekolah adalah untuk menumbuhkembangkan minat
membaca dan belajar bagi siswa. Sisi lainnya memberikan masalah pada layanan sirkulasi.
Layanan sirkulasi memegang peranan penting pada perpustakaan sekolah. Apabila masalah terjadi pada layanan
sirkulasi maka masalah berikutnya akan semakin banyak. Hasil pengamatan pada masalah ini menginisiasi pustakawan untuk
membuat perubahan pada sistem layanan sirkulasi perpustakaan. Upaya yang dilakukan dengan memberdayakan berbagai aset
yang dimiliki perpustakaan sekolah.
Satu dari aset yang selama ini kurang dimanfaatkan adalah wi fi. Sebagaimana yang disampaikan (Imroatul Azizah,
2014) bahwa Layanan perpustakaan harus dilakukan secara prima dan berorientasi bagi kepentingan pemakai. Pemberian
layanan perpustakaan sekolah perlu di kelola dengan baik.
Berkaitan dengan layanan yang baik, aset yang tersedia dan pelaksanaan informasi teknologi di perpustakaan maka
dirancang inovasi menggunakan teknologi berbasis web dengan aplikasi Google Site sebagai solusi bagi permasalahan layanan
sirkulasi. Jaringan internet yang mulai stabil di wilayah perpustakaan sekolah menjadi dukungan besar diterapkannya aplikasi
berbasis web ini. Keadaan ini didukung oleh pendapat (Dani Anggoro, 2020) yang menyatakan bahwa pentingnya diterapkan
teknologi informasi pada perpustakaan sekolah untuk meningkatkan efektifitas pustakawan dalam mengolah data dan informasi
di perpustakaan sekolahnya. Pendapat ini tentunya memotivasi pustakawan untuk mengimplementasikan inovasi ini.
Diharapkan Inovasi yang dilakukan meskipun masih dalam lingkup kecil dapat menjadi solusi atas permasalahan yang
dihadapi perpustakaan sekolah. Kesederhanaan inovasi ini menunjukkan eksistensi perpustakaan sekolah dalam mengupayakan
otomasi berbiaya rendah. Inovasi ini juga diharapkan menjadi daya magnet bagi pemustaka khususnya siswa untuk berkunjung
dan berliterasi di perpustakaan sekolah. Selain itu, inovasi ini memberikan kemudahan kepada pemustaka untuk mendapat
layanan sirkulasi di perpustakaan. Berbagai komponen sekolah lainnya seperti guru, tamu dan komponen sekolah eksternal
dapat mendukung inovasi dengan berkunjung ke perpustakaan.  Inovasi yang tepat dengan sistem layananan buku digital
layanan sirkulasi (Si Bu Di La Ku) akan berdampak positif terhadap minat kunjung perpustakaan dan pemanfaatan fasilitas
perpustakaan terutama layanan sirkulasi di satuan pendidikan