Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

SI BEDI MAKAN SUPERMI (Akselerasi Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi melalui Supervisi Akademik) di SMP Negeri 2 Sibolangit

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : ASN
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

Tujuan dari pembuatan karya inovasi yang berjudul "Akselerasi Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi melalui
Supervisi Akademik di SMP Negeri 2 Sibolangit" adalah untuk mengetahui bagaimana model implementasi yang
digunakan dalam pembelajaran berdiferensiasi melalaui Supervisi Akademik di SMP Negeri 2 Sibolangit.
Untuk mengetahui dampak dari Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi melalui Supervisi Akademik di SMP Negeri
2 Sibolangit terhadap prestasi belajar murid

Manfaat Inovasi :

Bagi guru, dapat dijadikan metivasi untuk melakukan perubahan dalam model pembelajaran.
Bagi kepala sekolah dapat mengetahui kemampuan guru dalam melakukan proses pembelajaran berdiferensiasi

Hasil Inovasi :

Adapun hasil dari karya inovasi ini adalah:
1) Kepemimpinan yang aktif dan komitmen dalam melaksanakan tugas untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka
di satuan pendidikan ternyata sangat penting dan diperlukan. Dengan adanya seorang kepala sekolah yang mempunyai
tekad untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik untuk mengimplementasikan pembelajaran
berdiferensiasi sangat menunjang keberhasilan satuan pendidikan tersebut dalam mengimplementasikan pembelajaran
berdiferensiasi dan memberlakukan kurikulum merdeka dalam satuan pendidikan untuk saat ini.
2) Dengan adanya keberhasilan dalam percepatan mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi di satuan
pendidikan mengharuskan kepada semua stake holder yang ada di satuan pendidikan dalam hal ini di SMP Negeri 2
Sibolangit untuk menjaga kesinambungan dan perkembangan dari pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi yang
tujuannya untuk menjadikan semua murid aktif dalam proses pembelajaran meskipun mereka mempunyai perbedaan
latar belakang motivasi dan minat untuk belajar.
3) Dengan adanya pengimplementasian pembelajaran berdiferensiasi di SMP Negeri 2 Sibolangit menghasilkan adanya
peningkatan motivasi guru untuk mengembangkan sistem pembelajarannya dari sistem konvensional menjadi sistem
pembelajaran yang interaktif dan modern. Dalam hal ini pembelajaran berdiferensiasi merupakan sistem pembelajaran
yang aktual dan sesuai dengan perkembangan zaman, dimana murid tentunya mempunyai latar belakang dan
kepribadian serta karakter yang berbeda-beda.

Waktu Uji Coba : 2022-07-25
Waktu Implementasi : 2022-09-09
Rancang Bangun Inovasi :

A. DASAR HUKUM
1. Undang-Undang Nomor 7 Drt. Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten-Kabupaten
dalam lingkungan daerah Propinsi Sumatera Utara
2. Undang-Undang Nomor 7 Drt. Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten-
Kabupaten dalam lingkungan daerah Propinsi Sumatera Utara;
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional;
4. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara;
5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah antara
Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota.
7. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah
Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional PendidikanPembelajaran yang dilakukan oleh guru
selama ini adalah masih melakukan metode pembelajaran yang bersifat monoton dan murid pasif
dalam belajar. Hal ini menyebabkan suasana pembelajaran menjadi hal yang membosankan dan tidak
disenangi oleh murid bahkan keberadaan murid dalam kelas hanya merupakan kegiatan yang bersifat
menunaikan kewajiban saja dan ada unsur keterpaksaan. Pembelajaran yang seperti ini harus segera
diubah untuk perbaikan masa depan murid yang hidup di zaman perubahan seperti sekarang ini.
B. RANCANG BANGUN
Salah satu cara untuk menemukan solusi dari berbagai permasalahan dalam pembelajaran adalah dengan
melakukan pemetaan kebutuhan murid yang bisa dilakukan dengan pembelajaran berdiferensiasi.
Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian kegiatan pembelajaran yang dibuat berdasarkan kebutuhan murid dan
bertujuan untuk membantu murid sukses dalam belajar serta terpenuhinya kebutuhan murid dalam
meningkatkan bakat dan menyalurkan minat dalam belajar. Pembelajaran berdiferensiasi memungkinkan
murid untuk memilih materi apa yang mereka ingin pelajari sesuai dengan bakat dan kemampuannya, bagaimana cara belajar
sesuai dengan kemampuan berpikirnya, dan produk belajar apa yang ingin dihasilkan setelah tamat
dari sekolah. Di sinilah tugas seorang guru agar dapat memberikan arah dan tujuan berdasarkan
kurikulum yang berlaku, disamping tugas dan fungsi kepemimpinan seorang kepala sekolah dalam dalam hal ini sangat
diperlukan untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dalam satuan pendidikan.
Pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi terfokus pada tiga hal; yaitu diferensiasi konten, diferensiasi
proses dan diferensiasi produk. Diferensiasi konten berkenaan dengan apa yang diajarkan guru kepada
murid dengan pertimbangan hasil dari pemetaan kebutuhan belajar murid dan dari aspek kesiapan belajar, minat serta profil
belajar murid. Diferensiasi proses berkenaan dengan kegiatan pembelajaran oleh guru untuk memahami
karakter pembelajaran yang sesuai baik secara mandiri maupun berkelompok. Diferensiasi produk
yang berkenaan dengan apa yang akan dihasilkan dari murid dalam pembelajaran ini, bisa berupa tulisan, presentase, hasil tes
atau produk lain yang sesuai dengan kompetensi murid.
Di SMP Negeri 2 Sibolangit terdapat berbagai macam keberagaman murid dari segi minat dan kemampuan
yang dimiliki dalam memahami pelajaran yang disampaikan guru dalam menerapkan hasil pembelajaran di kelas. Untuk itu, diperlukan sosok seorang guru yang mampu untuk menggunakan beraneka ragam cara agar murid dapat
mengeksplorasi inti dari pelajaran yang disampaikan guru dan guru juga dapat memberikan beragam kegiatan yang masuk akal sehingga murid dapat mengerti dan memiliki informasi atau ide, serta guru memberikan beragam metode yang sesuai dengan kemampuan dasar murid.
Untuk mengatasi adanya beragaman latar belakang dan kebutuhan murid dalam pembelajaran, maka
diperlukan adanya upaya untuk mengakselerasi atau mempercepat pengimplementasian
pembelajaran berdiferensiasi agar semua murid dapat belajar sesuai dengan kebutuhan dan bakat serta minat yang dimilikinya.
Dalam hal ini, kepala SMP Negeri 2 Sibolangit Kabupaten deli serdang berupaya untuk menerapkan
supervisi akademik dengan memantau dan memeriksa kelengkapan administrasi guru sebelum
memasuki ruang kelas dan mensupervisi proses pembelajaran berdiferensiasi dalam kelas sehingga dapat diketahui secara
langsung apakah guru benar-benar telah melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi di dalam di kelas.
Dari latar belakang atau rancang bangun tersebut, maka penulis berinisatif membuat karya inovasi ini
dengan judul SI BEDI MAKAN SUPERMI (Akselerasi Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi
melalui Supervisi akademik) di SMP Neger 2 Sibolangit