Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

PPS BERDAYA ( PEMBERDAYAAN PENYULUH PERTANIAN SWADAYA DALAM PENYULUHAN DAN PENDAMPINGAN PETANI PENGEMBANGAN KOMODITI (PRIORITAS) BAWANG MERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : Kepala Daerah
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

Tujuan Inovasi ini adalah untuk melaksanakan penyuluhan dan pendampingan pengembangan komoditi prioritas (bawang merah) di Kabupaten Humbang Hasundutan. Sasaran yang dicapai yaitu peningkatan kesejahteraan petani Kabupaten Humbang Hasundutan

 

Manfaat Inovasi :
  1. MANFAAT INOVASI
    1. Petani/Kelompok Tani mendapat penyuluhan sehingga memiliki sikap positif dan optimis terhadap keberhasilan pengembangan bawang merah.
    2. Petani/Kelompok Tani mendapat pendampingan teknis budidaya bawang merah
    3. PPS menjadi penghubung (Komunikator) kebutuhan Petani dengan Pemerintah Kab. Humbang Hasundutan.
    4. Meningkatkan pendapatan petani sehingga kesejahteraan petani dapat terwujud.
Hasil Inovasi :

Hasil Inovasi :

  1. Perubahan Sikap Positif dan Optimis Petani serta pengetahuan dan keterampilan membudidayakan Bawang Merah  Petani/Kelompok Tani di wilayah dataran Tinggi (6 Kecamatan)
  2. Berhasilnya Pengembangan Komoditi Prioritas Bawang Merah di Dataran Tinggi (6 Kecamatan) Kab Humbang Hasundutan.
  3. Penerimaan Penghargaan Gubernur Sumatera Utara Kategori Surplus Produksi Bawang Merah Tahun 2021

 

Waktu Uji Coba : 2020-11-23
Waktu Implementasi : 2021-02-04
Rancang Bangun Inovasi :

Inovasi Pemberdayaan Penyuluh Pertanian Swadaya dalam Penyuluhan dan Pendampingan Pengembangan Komoditi Prioritas (Bawang Merah) ini, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutanmelaksanakan inovasi pelayanan publik yaitu :

  1. Komitmen pengalokasian Anggaran Penggajian/Biaya Operasional PPS pada APBD Desa karena Keterbatasan APBD Kabupaten Humbang Hasundutan.
  2. Memberikan pelayanan penyuluhan dan pendampingan pengembangan Komoditi (Prioritas) Bawang Merah bagi Petani/Kelompok Tani yang pesimis dan belum mengetahui budidaya Bawang Merah

    Ruang Lingkup Inovasi Pemberdayaan Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Dalam Penyuluhan dan Pendampingan Pengembangan Komoditi Prioritas Bawang Merah yaitu :

  3. Kepala Desa dan PPS menandatangani Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) sesuai dengan SPK PPS terlampir, kemudian Dinas Pertanian Kab. Humbang Hasundutan menginput data PPS ke Simluhtan.
  4. Pembinaan PPS di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan terkait program kerja inovasi tersebut diatas
  5. Penyuluhan dan sosialisasi pengembangan komoditi prioritas bawang merah kepada 913 Kelompok Tani di  6 Kecamatan Pollung, Sijamapolang, Onan Ganjang, Doloksanggul, Lintongnihuta, dan Paranginan, sehingga mindset petani berubah positif, optimis dan mengetahui cara budidaya bawang merah di dataran tinggi
  6. Bimbingan Teknis bagi Penyuluh dan Petani mendukung Inovasi dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemprov. Sumatera Utara.
  7. Tahapan Pelaksanaan Pendampingan Pengembangan Budidaya Bawang Merah :
    • Identifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CP/CL) penerima bantuan bibit bawang
    • Penetapan SK Kepala Dinas kelompok tani penerima bantuan bawang Merah
    • Dinas Pertanian, PPL dan PPS mendampingan dropping bibit bawang merah
    • Pendampingan teknis : pemilihan dan perlakuan bibit, pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, pemelihaaraan, pengendalian hama dan penyakit pada bawang merah, dan panen serta pasca panen Sebagai bahan pendukung Dinas Pertanian Kab. Humbang Hasundutan memberikan Leaflet Budidaya Bawang Merah
  8. Layanan Pengaduan Petani/Kelompok Tani terhadap permasalahan dilapangan terkait teknis budidaya pada WA Grup (WAG) Kelompok Tani :
  9. Monitoring dan Evaluasi terhadap pelaksanaan Inovasi oleh Dinas Pertanian dan Kepala Desa