Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

Budidaya Padi dengan Metode HASTON

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Daerah lainnya sesuai Urusan Pemerintah
Tujuan Inovasi :

Meningkatkan produktivitas

Manfaat Inovasi :

Mengurangi serangan hama (keong mas

Hasil Inovasi :

Padi yang Ditanam Dengan Metode Hazton

Waktu Uji Coba : 2021-05-01
Waktu Implementasi : 2021-08-31
Rancang Bangun Inovasi :

Dalam pencapaian swasembada pangan berkelanjutan khususnya tanaman padi. Lahan pertanian merupakan salah satu faktor produksi utama yang tidak tergantikan. Selain itu ketersediaan air khususnya irigasi sangat menentukan keberhasilan swasembada pangan tersebut. Upaya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dan hambatan dalam peningkatan produksi seperti lahan, ketersediaan, pupuk, benih, alsintan dan sumberdaya manusia, melalui Upaya Khusus Pencapaian Swasembada Berkelanjutan Padi dan Jagung. Diantara upaya khusus tersebut Pemerintah melakukan kegiatan Penerapan Pengembangan Tanaman Padi Jajar Legowo melalui Teknologi Hazton, dimana salah satu terobosan peningkatan produksi padi antara lain adalah dengan cara bertanam padi dengan menggunakan bibit padat (20-30 bibit) per lubang tanam yang dikenal dengan Teknologi Hazton. Teknologi Hazton tersebut dirintis dan telah diterapkan di beberapa kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat dan atau provinsi/kabupaten lainnya di Indonesia. Teknologi Hazton adalah cara bertanam padi dengan menggunakan bibit tua 25 – 30 hari setelah semai dengan jumlah bibit padat yaitu 20 - 30 batang per lubang tanam. Komponen yang lain kurang lebih sama dengan Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi (PTT) yang direkomendasikan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Teknologi Hazton ini merupakan teknologi yang sangat sederhana, mudah diaplikasikan di lapangan dan tidak merubah teknik budidaya padi di tingkat petani selama ini yang semula petani hanya menggunakan bibit padi 2 – 3 batang per lubang tanam dengan Teknologi Hazton maka petani menanam bibit dengan 20 – 30 batang per lubang tanamnya. Beberapa kelebihan Teknologi Hazton setelah dikembangkan di lapangan adalah: 1). Produktivitas lebih tinggi, 2). Mudah dalam penanaman,3). Sedikit bahkan tidak ada penyulaman, 4). Sedikit bahkan tidak ada penyiangan, 5). Lebih cepat panen (2 minggu) dari pada sistem biasa, 6). Gabah lebih bernas dan rendahnya bulir hampa/gabuk, 7). Relatif tahan terhadap serangan hama (keong mas, orong-orong), drainase sulit, dan problem keracunan besi, 8). Prosentase beras kepala tinggi (beras broken rendah), 9). Daya adaptasi di lapangan relatif tinggi, dan 10). Lebih efisien dalam penggunaan pupuk anorganik. Sedangkan kelemahan Teknologi Hazton adalah: 1). Keperluan benih lebih tinggi dari metode biasa dan 2). Menggunakan tempat pesemaian lebih luas.