Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

Taman ASRI

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

1. menjadi interaksi sosial, budaya dan ekonomi masyarakat dalam konteks wisata

2. menjadi salah satu simulasi masif Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu,

3. menjadi langkah conditioning yang dilakukan pemangku kepentingan dan

4. utamanya adalah melakukan pencegahan promotif terhadap penyebaran Covid-19 yang dapat menjadi model protokol Covid-19.

Manfaat Inovasi :

1. Akronim ASRI yaitu aman sehat riang interaktif menjadi gambaran dari dampak yang diharapkan yaitu masyarakat Labuhanbatu dapat berwisata pada lingkungan dan suasana yang aman dan sehat (terjaga dengan Protokol Covid-19 , merasa bahagia riang bergembira karena dapat berinteraksi dengan orang lain.

2. Menghidupkan aktivitas di taman asri melalui seni, olahraga dan lain-lain. Yang dilakukan secara terstruktur dan terjadwal untuk penampilan di Taman Asri.

Hasil Inovasi :

Melestarikan budaya luhur melayu dan menjadi ruang kreativitas untuk pemuda dan masyarakat dalam mengekspresikan diri dibidang karya dan seni budaya.

Waktu Uji Coba : 2020-06-04
Waktu Implementasi : 2020-06-04
Rancang Bangun Inovasi :

Kabupaten Labuhanbatu memiliki 9 objek wisata, baik wisata alam maupun wisata sejarah/budaya. Kesembilan objek wisata tersebut adalah Tugu Juang 45, Aek Sirao-rao, Sampuran, Air Terjun Linggahara, Pemandian Aek Pala, Bumi Perkemahan Bandar Kumbul, Pulau Sikantan, Pelabuhan Batu, dan Pantai Kahona. Empat dari 9 objek wisata, yaitu: Tugu Juang 45, Aek Sirao-rao, Air Terjun Linggahara, dan Pemandian Aek Pala bisa dikembangkan karena telah memiliki beberapa sarana prasarana dan infrastruktur sebagai unsur pendukung dan pelengkap kepariwisataan, sekalipun kondisi beberapa sarana prasarana dan infrastrukturnya masih sangat minim. Sementara, 5 dari 9 objek wisata, yaitu: Bumi Perkemahan Bandar Kumbul, Pulau Sikantan, Pelabuhan Batu, Salah Belok, dan Pantai Kahona belum bisa dikembangkan karena belum memiliki sarana prasarana dan infrastruktur kepariwisataan, sehingga harus dibangun dulu sarana prasarana dan infrastruktur kepariwisataannya, kemudian baru dikembangkan potensinya. Destinasi ini mengacu para Rencana Induk Kepariwisataan Kabupaten Labuhanbatu. Namun dalam kondisi Pandemi Covid-19 ini menjadikan destinasi wisata tersebut berkurang dan lebih memilih pada interaksi yang mudah, efektif dan efisien dengan tetap mengindahkan unsur keamanan, kesehatan dan riang/bahagia. Salah satu destinasi iconik baru yang ada di Kabupaten Labuhanbatu adalah Taman Tugu Adipura. Taman yang difungsikan sebagai bentuk apresiasi bagi masyarakat dalam rangka menjaga lingkungan tetap bersih, asri dan nyaman ini kemudian berkembang menjadi destinasi masyarakat dalam mengekspresikan budaya, mengeksplorasi kreativitas dan interaksi sosial yang setiap sore hari semakin bertambah pengunjungnya. Meski terjadi pandemi Covid-19, nampaknya interaksi sosial masyarakat pun tidak surut, berbagai event inisiasi dilakukan dalam rangka melestarikan budaya dan memancing minat masyarakat untuk ikut berkontribusi, oleh karena adanya protokol Covid 19 maka interaksi tersebut diinobvasikan agar masyarakat tetap dapat melakukan aktivitasnya dengan batasan protokol sebagaimana telah dibakukan oleh Pemerintah. Inisiasi dari proses interaksi masyarakat, didukung pemerintah (kepala daerah) dan disambut oleh stakeholder terkait inilah kemudian yang menjadi INOVASI TAMAN ASRI RANTAUPRAPAT Taman ASRI bertujuan untuk melestarikan budaya luhur Melayu dan menjadi ruang kreativitas untuk pemuda dan masyarakat Rantauprapat dalam mengekspresikan diri di bidang karya dan seni budaya yang telah menjadi agenda rutin yang awalnya diinisiasi masyarakat. Inovasi ini telah bertransformasi menjadi interaksi new normal, tentu mengindahkan protokol Covid-19. Inovasi dilakukan secara kolaborasi antara Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Perpustakaan dan Arsip, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Tim Gugus Tugas Covid -19, HIPMI Kabupaten Labuhanbatu, masyarakat dan stakeholder terkait