Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

Membaca Senyap

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

Kegiatan membaca senyap merupakan program nasional dari kementerian pendidikan dan kebudayaan, reiset dan teknologi. Hal itu tertuang dalam Permendikbud RI nomor
23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti. Sehingga kegiatan membaca senyap ini telah diadaptasi oleh sekolah-sekolah di berbagai daerah di Indonesia.
Saat ini sekolah-sekolah dasar di Kabupaten Labuhanbatu memiliki akun media sosial semisal Facebook, Youtube, atau Instagram yang biasa digunakan untuk mempubikasi
kegiatan-kegiatan yang dilakukan sekolah khususnya untuk kegiatan membaca senyap. Begitu gencarnya publikasi gerakan membaca senyap tersebut, mendorong semakin
banyak sekolah dasar di Labuhanbatu, maupun di luar Kabupaten Labuhanbatu yang terinspirasi untuk menerapkan kegiatan membaca senyap tersebut.
Untuk memastikan gerakan membaca senyap tersebut terus berjalan dan memberikan dampak positif dalam peningkatan kemampuan membaca siswa, maka Dinas Pendidikan
Kabupaten Labuhanbatu mendorong sekolah-sekolah untuk menjadikan kegiatan membaca senyap menjadi program sekolah dan memasukkannya ke dalam rencana kerja
sekolah. Dinas Pendidikan Labuhanbatu sendiri berkomitmen untuk terus menjadikan gerkan membaca senyap sebagai salah satu program prioritas dan hal itu dibuktikan
dengan dikeluarkannya surat edaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu tertanggal 17 Februari 2023 tentang Pelaksanaan Membaca Senyap Selama 10 Menit
Sebelum Dimulainya Proses Pembelajaran Di Kelas Oleh Peserta Didik (SD – SMP).
 

Manfaat Inovasi :

Kegiatan membaca senyap ini dilakukan setiap hari, sebelum memulai pembelajaran. Dimana siswa diminta membaca buku (selain buku pelajaran) selama 10 menit dan
membuat resume dari apa yang ia baca pada buku catatan literasi miliknya. Siswa akan mendapatkan buku bacaan yang berbeda setelah menuntaskan membaca satu judul
buku.
Oleh beberapa sekolah, kegiatan membaca senyap tersebut dilakukan di dalam (indoor) dan juga di luar (outdoor) kelas. Kegiatan membaca senyap di beberapa sekolah dasar
juga dikombinasikan dengan kegiatan bercerita atau menceritakan kembali isi buku yang dibaca siswa.
Untuk memastikan gerakan membaca senyap berjalan dengan baik, sekolah-sekolah dasar di Kabupaten Labuhanbatu memasukkan gerakan membaca senyap dalam rencana
kerja sekolah dan pendanaannya tertuang di dalam rencana kerja anggaran sekolah (RKAS).
Selain itu, Dinas Pendidikan kabupaten Labuhanbatu juga telah melatih ratusan guru yang berasal dari 9 kecamatan yang terdapat di Kabupaten Labuhanbatu dalam hal literasi
dan numerasi untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mendampingi siswa di saat melakukan aktivitas membaca senyap. Hal tersebut tentu ditujukan untuk memastikan
kegiatan membaca senyap memberikan dampak nyata dalam meningkatkan minat baca dan kemampuan membaca siswa.
 

Hasil Inovasi :

Pasca penerapan gerakan membaca senyap, terlihat bahwa minat baca siswa semakin meningkat begitu pula dengan kemampuan mereka dalam membaca. Hal ini terbukti dari
hasil survei yang dilakukan di beberapa sekolah dengan menjadikan guru kelas sebagai responden. Berdasarkan hasil survei tersebut, diperoleh informasi bahwa siswa di
sekolah-sekolah yang menerapkan kegiatan membaca senyap mengalami peningkatan dalam minat baca yang ditandai dengan semakin seringnya siswa membaca buku (selain
buku pelajaran) di luar jam pelajaran. Siswa sering didapati berada di pojok baca pada waktu istirahat. Selain itu, tingkat kunjungan siswa ke perpustakaan juga mengalami
peningkatan.
Menurut hasil survei juga dikumpulkan informasi bahwa kemampuan membaca siswa di sekolah-sekolah yang menerapkan kegiatan membaca senyap mengalami peningkatan
meski belum cukup signifikan. Guru-guru kelas yang menjadi responden menjelaskan bahwa siswa-siswa yang mulanya mengalami kesulitan membaca kini mulai meningkat
kemampuan membacanya dan itu terlihat ketika para guru kelas meminta mereka membaca teks ketika pelajaran berlangsung.
 

Waktu Uji Coba : 2022-10-24
Waktu Implementasi : 2022-10-24
Rancang Bangun Inovasi :

Perolehan hasil tes PISA (Programme for International Student Assessment) menunjukkan bahwa tingkat kompetensi mayoritas siswa Indonesia berada di bawah level 1 (level
terendah). Skor rata-rata PISA 2018 menurun di tiga bidang kompetensi, dengan penurunan terbesar di bidang membaca. Dibandingkan dengan nilai rata-rata ASEAN, nilai
PISA Indonesia lebih rendah 42 poin di bidang membaca. Berdasarkan hasil tes PISA diketahui bahwa 7 dari 10 siswa usia 15 tahun tingkat literasi membacanya masih di
bawah kompetensi minimal.
Permasalahan pertama adalah besarnya persentase siswa berprestasi rendah. Meskipun Indonesia berhasil meningkatkan akses anak usia 15 tahun terhadap sistem sekolah,
masih diperlukan upaya lebih besar untuk mendidik mereka agar target siswa berprestasi rendah ditekan hingga berada di kisaran 15–20% pada 2030 tercapai. Upaya ini bisa
dilakukan melalui peningkatan keterampilan guru SD dalam mengajar membaca sebab keterampilan membaca siswa berkembang di masa awal duduk di bangku SD.
Sejalan dengan hasil tes PISA tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu mencoba mengidentifikasi kemampuan membaca siswa kelas 4, 5, 6 sekolah dasar pada
tahun 2022 seusai pandemi Covid-19 mereda. Hasil yang diperoleh cukup mencengangkan, sebab berdasarkan hasil identifikasi tersebut di dapat hasil yang menunjukkan
bahwa siswa di hampir 45% sekolah dasar memiliki kemampuan membaca yang sangat rendah, dan bahkan beberapa diantaranya belum dapat membaca atau mengenali hurup
dengan baik.
Berdasarkan hasil tes PISA 2018 dan realita yang ditemui di beberapa sekolah tersebut, maka Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu menerapkan gerakan membaca
senyap 10 menit sebelum memulai pembelajaran. Hal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan sikap gemar membaca dikalangan siswa kelas 1 – 6 sekolah dasar, dan
meningkatkan kemampuan siswa dalam hal membaca.
Gerakan literasi sekolah yang dilakukan sejak 2016 hingga awal tahun 2020 tersebut belum berfokus pada kegiatan membaca dan hanya dilakukan 1 atau 2 kali dalam
sepekan, sehingga belum berdampak signifikan pada peningkatan kemampuan membaca siswa.
Pada Februari 2021, Gerakan Literasi Sekolah tersebut kembali diaktifkan dan difokuskan pada kegiatan membaca senyap. Kegiatan ini dilakukan secara serentak dan
menyeluruh di sekolah-sekolah dasar yang terdapat di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu.