Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

Lansia Berolahraga Mandiri Ceria Masa Tua (Lanborgini Cermat)

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : ASN
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

1.    Menjadi daya tarik bagi masyarakat agar mau berkunjung ke posbindu  dan lansia.

2.    Mempermudah masyarakat agar mau berkunjung ke posbindu dan posyandu lansia

3.    Mendeteksi secara dini semua kasus PTM

4.    Meningkatkan pelayanan kesehatan bagi lansia dan skrining penyakit resti pada ansia

5.    Maningkatkan capaian program lansia dang PTM

6.    Menurunkan angka kasus PT

Manfaat Inovasi :

Dengan kegiatan Lanborgini Cermat diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya masyarakat lansia bisa terkontrol kesehatannya. Sesuai nama inovasi nya, diharapkan para Lansia sehat dan ceria di masa tua.

Hasil Inovasi :

1.    Meningkatnya Cakupan pelayanan lansia dan PTM
2.    Meningkatnya jumlah peserta Lanborgini Cermat

Waktu Uji Coba : 2020-04-20
Waktu Implementasi : 2021-01-07
Rancang Bangun Inovasi :

Dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang dirumuskan dalam Indonesia sehat 2025 Puskesmas berperan penting sebagai penyedia layanan pertama di masyarakat. Berdasarkan visi Indonesia sehat 2025 puskesmas sebagai garda terdepan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya kesehatan jamani, rohani maupun sosial. Selain itu Puskesmas harus memberikan pelayanan promotif dan preventif, kuratif sampai dengan rehabilitatif baik melalui upaya kesehatan perorangan (UKP) atau upaya kesehatan masyarakat (UKM). Puskesmas memiliki tanggungjawab terhadap tercapainya pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya, mendorong kemandirian kesehatan hidup sehat bagi individu, keluarga,kelompok dan masyarakat, serta menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang dapat diakses dan terjangkau oleh seluruh masyarakat di wilayah kerjanya secara adil tanpa membedakan status sosial, ekonomi, agama, budaya dan kepercayaan. Sebagai Unit pelaksana tekhnis, Puskesmas berperan dalam menjalankan kebijakan kesehatan salah satunya menyelenggarakan Upaya kesehatan masyarakat (UKM). UKM terbagi atas 2 bagian yaitu UKM esensial dan UKM pengembangan. UKM Esensial terdiri dari pelayanan promosi kesehatan, Kesehatan lingkungan, Kesehatan ibu, anak dan KB, pelayanan Gizi, Pencegahan dan pengendalian penyakit dan surveilans dan sentinel SKDR. Berdasarkan data WHO melaporkan 7 dari 10 penyakit penyebab kematian terbesar di dunia adalah penyakit tidak menular termasuk Indonesia. Hal ini mengalami peningkatan dari tahun 2000 sebelumnya hanya 4 dari 10 penyakit. Penyakit jantung menjadi pembunuh no 1 namun angkanya meningkat dari tahun 2000 ke 2019 menjadi hampir 9 juta orang. Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu program esensial Puskesmas dalam mencegah penyakit tidak menular seperti stroke, PPOK, hipertensi, diabetes dan lainnya. Posyandu lansia adalah pelayanan kesehatan untuk masyarakat lanjut usia, yang tujuannya meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat. PTM sering tidak bergejala sehingga menyebabkan banyak yang tidak mengetahui atau menyadari jika mengidap PTM. Hal itu membuat kesadaran untuk memeriksakan diri / deteksi dini PTM kurang, sehingga dapat berakibat kematian lebih dini. Selain itu prilaku untuk melaksanakan gaya hidup sehat (GERMAS) masih kurang di masyarakat. Dari data riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa 33,5% masyarakat kurang aktifitas fisik kemudian 21,8 % mengalami obesitas pada orang dewasa. Oleh sebab itu Posbindu PTM dan posyandu lansia sangat diperukan untuk menjangkau masyarakat yang jauh dari puskesmas dapat terlayani dan PTM terdeteksi secara dini.