Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

QR CODE JEMARI (JENDELA INFORMASI PARIWISTA) KOTA BINJAI

Tahapan Inovasi : Uji Coba
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : ASN
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

Aplikasi jemari (jendela informasi Pariwisata Kota Binjai) adalah inovasi yang digagas oleh ASN Dinas Pariwisata Provinsi Kota Binjai untuk memberikan informasi terkini tentang data A3 (atraksi, amenitas dan aksesibilitas) destinasi wisata yang juga ekonomi kreatif, kepada masyarakat luas. Apikasi QR Code Jemari (Jendela Informasi Pariwisata Kota Binjai) hadir untuk memudahkan wisatawan lokal dan mancanegara, menemukan Infromasi wisata di Kota Binjai.

Manfaat Inovasi :

a. Memudahkan akses Informasi secara online untuk diterima dan dimanfaatkan oleh wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal

b. Sebagai bakal masukan dan tambahan pengetahuan suatu isu ilmiah komunikasi, khususnya konsentrasi publik relations yang ingin mencari atau meneliti isu yang sama serta juga sebagai bahan pembanding dengan inovasi lainnya

c. Sebagai media bagi ASN untuk menuangkan ilmu yang telah ASN peroleh dan pahami selama menjadi ASN, serta dapat menambah wawasan pribadi bagi ASN mengenai komunikasi inovasi dan menghadirkan jawaban atas problematika persoalan publik yang melanda tanah air, serta berbagai fenomena new normal dan disrupsi inovasi

d. Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat menambah masukan dan evaluasi bagi Dinas Pariwisata Kota Binjai dalam menyusun strategi dalam upaya mencapai tujuannya.

Hasil Inovasi :

Aplikasi QR Code Jemari ( Jendela Informasi Pariwisata ) Kota Binjai

Waktu Uji Coba : 2023-07-05
Waktu Implementasi : 2023-07-05
Rancang Bangun Inovasi :

APLIKASI JEMARI ( JENDELA INFORMASI PARIWISATA ) KOTA BINJAI merupakan Aplikasi yang menggunakan METODE QR CODE, berfungsi untuk memudahkan akses Komunikasi dan informasi bagi wisatawan lokal dan mancanegara, tentang destinasi wisata dan juga ekonomi kreatif kota Binjai.

Masalah Industri pariwisata Indonesia memiliki dampak yang besar pada sektor perekonomian nasional. Alasan yang melatar belakanginya adalah Indonesia memiliki potensi pariwisata yang sangat luar biasa dan menjadi primadona bagi wisatawan nusantara dan mancanegara. Industri pariwisata telah ditetapkan menjadi core ekonomi negara, yang mana tingkat pertumbuhannya akan meroket dengan dukungan infrastruktur yang terus mengalami perkembangan. Hal ini dikarenakan infrastruktur merupakan syarat utama dalam suatu pembangunan, karena dengan tersedianya infrastruktur dapat memudahkan akses masyarakat ke tujuan wisata yang dapat meningkatkan produktifitas dan efisiensi yang nantinya akan berdampak kepada sektor perekonomian nasional. Akan tetapi, dengan seluruh potensi sumber daya alam dan kebudayaan yang ada, pencapaian pariwisata Indonesia masih belum dapat dikatakan maksimal. Jika dilihat kembali potensi yang dimiliki indonesia, Indonesia memiliki 17.000 pulau, lebih dari 300 suku bangsa, 742 bahasa, situs warisan dunia, 51 taman nasional, dan keanekaragaman hayati yang menempati posisi nomor 3 di dunia, yang merupakan potensi yang cukup untuk mengembangkan sektor pariwisata Indonesia. Namun pada kenyataannya berdasarkan peringkat daya saing pariwisata dari WEF 2017, Indonesia berada pada urutan ke 42 dari 136 negara di dunia. Dan untuk peringkat Asia Tenggara Indonesia masih berada dibawah Singapura, Malaysia Dan Thailand.

Melihat pentingnya sektor pariwisata bagi Indonesia, yang mana perkembangannya dapat mendorong dan mempercepat pertumbuhan ekonomi, kini sektor pariwisata Indonesia khususnya Kota Binjai dituntut agar dapat berinovasi dan berfikir kreatif demi menyikapi perkembangan zaman yang semakin modern, dengan harapan dapat meningkatkan potensi pariwisata yang ada pada setiap daerah. Demi peningkatan pariwisata terdapat aspek minimal yang harus dipenuhi antara lain yaitu penyediaan informasi data A3 (atraksi, amenitas dan aksesibilitas). Aspek data A3 memiliki pengaruh yang besar pada jumlah wisatawan yang berkunjung, lama waktu wisatawan berkunjung dan minat wisatawan untuk kembali berkunjung. Karena ketiga faktor ini lah yang nantinya akan membentuk kesan bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata. Terlepas dari hal itu, dua tahun terakhir sektor pariwisata Kota Binjai mengalami penurunan dalam jumlah kunjungan wisatawan. Dapat dilihat dari jumlah kunjungan wisatwan tahun 2017 sebanyak 109.720 wisatawan, tahun 2018 sebanyak 119.860, tahun 2019 sebanyak 125.850 wisatawan, tahun 2020 sebanyak 50.340 wisatawan dan tahun 2021 sebanyak 390.060 wisatwan, hal ini tentunya dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 yang menyebabkan banyak negara melakukan lockdown.

Merespon hal ini, Sektor pariwisata Kota Binjai meluncuran suatu inovasi baru yaitu Program QR Code Jemari (Jendela Informasi Pariwisata Kota Binjai) yang merupakan sistem informasi berbasis digital. Program QR Code Jemari merupakan inovasi yang di gagas oleh ASN Dinas Pariwisata Kota Binjai dengan tujuan untuk memberikan informasi terkini tentang data A3 (atraksi, amenitas dan aksesibilitas). Kehadiran QR Code Jemari bertujuan untuk memudahkan wisatawan lokal dan mancanegara, dalam pencaharian informansi wisata yang ada di Kota Binjai.