Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

RINDU (Rumah Inovasi Daur Ulang)

Tahapan Inovasi : Inisiatif
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

Adapun tujuan dari inovasi ini yaitu :

1. Mengurangi limbah

2. Konservasi sumber daya alam

3. Pengurangan emisi karbon

4. Ekonomi sirkular

5. Pembentukan lapangan kerja baru

6. Peningkatan kesadaran lingkungan

7. Pengembangan produk ramah lingkungan

Manfaat Inovasi :

Adapun manfaat dari inovasi ini ada untuk masyarakat, dunia pendidikan dan dunia usaha pertanian yaitu :

1. Mengurangi jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS)

2. Meningkatkan tingkat dau ulang sampah

3. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam hal ini meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan partisipasi masyarakat dalam program daur ulang sampah.

4. Meningkatkan infrastruktur pengelolaan sampah

5. Meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat tentang dampak sampah terhadap lingkungan.

6. Mengembangkan model ekonomi sirkular

7. Menciptakan lapangan kerja

Hasil Inovasi :

Adapun hasil dari inovasi ini yaitu mengurangi volume sampah di Kurahan Kota Siantar dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Waktu Uji Coba : 2024-01-01
Waktu Implementasi : 2024-06-03
Rancang Bangun Inovasi :

1. Pengumpulan Limbah (masyarakat mengumpulkan limbah mereka dirumah atau tempat-tempat pengumpulan yang telah ditentukan)

2. Tempat Pengolahan Sementara (disini limbah akan dipilah lebih detail untuk memastikan bahan yang bisa didaur ulang tidak tercampur dengan limbah lain)

3. Pengolahan Awal (bahan yang dapat didaur ulang seperti kertas, plastik dan logam diproses lebih lanjut. proses ini mungkin melibatkan pemotongan, penghancuran atau pencucian, tergantung jenis limbah)

4. Rumah Daur Ulang (Bahan yang telah diproses dikirim ke rumah daur ulang untuk diolah menjadi produk baru. Misal buah-buahan busuk diolah menjadi ecoenzyme, botol air mineral dapat dijadikan bahan untuk produk media pembelajaran)

5. Pendidikan dan Kesadaran Masyarakat (Kampanye mengenai pentingnya daur ulang dan cara memilah limbah dengan benar dapat membantu meningkatkan partisipasi masyarakat)

6. Monitoring dan Evaluasi (Sistim pengolahan daur ulang di kelurahan perlu terus dimonitor dan dievaluasi untuk memastikan efektivitasnya, perubahan dan peningkatan dapat diterapkan berdasarkan hasil evaluasi untuk meningkatkan kinerja sistem)

7. Kemitraan dengan Pihak Eksternal (kelurahan menjalin kemitraan dengan pihak eksternal seperti bank sampah atau lembaga lingkungan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan program daur ulang)