Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

MAWAR INDAH (Mari Ajak Warga Pakai Jamban dan Peduli Sampah)

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :


Mendorong perubahan perilaku higienis dan sanitasi masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat mengenai stop BABS, sehingga dapat meningkatkan derajat Kesehatan masyarakat
Mendorong perubahan perilaku higienis dan sanitasi masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga, sehingga dapat meningkatkan derajat Kesehatan masyarakat

Manfaat Inovasi :


Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perilaku higienis dan sanitasi mengenai stop Buang Air Besar Sembarangan
Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perilaku higienis dan sanitasi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga

Hasil Inovasi :

Sebelum dilakukan pemicuan, masyarakat belum memiliki kesadaran diri terhadap perilaku higienis dan sanitasi. Setelah dilakukan pemciuan, masyarakat paham dan sadar tentang kondisi lingkungannya dan secara mandiri menyusun rencana aksi untuk mendorong perubahan perilaku dan memperbaiki kondisi sanitasi dan lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan adanya kontrak social dan dilakukannya monitoring oleh kader bekerjasama dengan petugas kesehatan

Waktu Uji Coba : 2022-05-17
Waktu Implementasi : 2022-05-31
Rancang Bangun Inovasi :

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. Buruknya sanitasi akan berdampak negatif di banyak aspek kehidupan, seperti turunnya kualitas lingkungan hidup masyarakat, tercemarnya sumber air minum, hingga meningkatnya jumlah kejadian Diare dan munculnya penyakit lainnya (Permenkes, 2014).
Sebanyak 3.518 dari 6.133 Desa/Kelurahan di Provinsi Sumatera Utara sudah melaksanakan program STBM. Dari 6.133 desa/kelurahan di Provinsi Sumatera Utara, baru 685 desa/kelurahan yang telah terverifikasi SBS (Stop Buang Air Besar Sembarangan) atau ODF (Open Defecation Free) atau sebesar 11,17% dari total desa/kelurahan. Kabupaten dengan persentase desa/kelurahan stop BABS (SBS) tertinggi adalah Kabupaten Pakpak Bharat (75%). Sedangkan persentase desa/kelurahan di Nias Selatan yang melakukan stop buang air besar sembarangan hanya (1,30%). (DinKes Provinsi Sumatera Utara 2019)
Nias Selatan khususnya kecamatan Lolomatua merupakan daerah yang berada jauh dari perkotaan dengan kondisi wilayah berada di sekitar sungai dan lereng gunung. Berdasarkan survey awal yang telah dilakukan bahwa masyarakat di kecamatan Lolomatua khususnya yang berada di Wilayah Pinggiran masih belum melakukan stop BABS. Masyarakat setempat menganggap bahwa keberadaan sungai tersebut sangat membantu bagi masyarakat sehingga tidak perlu membuat jamban dan septic tank sebagai sarana akhir pembuangan tinja. Hal ini menjadi perhatian bagi pemerintah dan tenaga kesehatan, sehingga dilakukanlah pemicuan melalui inovasi ini.
Setelah dilakukan inovasi ini masyarakat paham dan sadar tentang kondisi lingkungannya dan secara mandiri menyusun rencana aksi untuk mendorong perubahan perilaku dan memperbaiki kondisi sanitasi dan lingkungan. Dari 10 desa yang dilakukan kegiatan MAWAR INDAH, ada 4 desa yang melakukan komitmen perubahan perilaku hygiene dan sanitasi.
Kegiatan yang dilakukan antara lain adalah melakukan survey dan advokasi kepada pemerintah setempat, Mengidentifikasi dan melakukan pemetaan pengguna jamban / cakupan sanitasi, Melakukan Focus Goup Discussion (FGD, Penandatanganan kontrak sosial dan Memberikan apresiasi kepada masyarakat yang mau berubah. Kegiatan ini melibatkan kepala desan dan Kader desa  dalam melakukan monitoring perubahan perilaku masyarakat yang telah menyetujui kontrak sosial.