Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

GARDU KAZIKU ( Gerakan Terpadu Edukasi Gizi Isi Piringku )

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

Memberikan edukasi kepada siswa/siswi mengenai jumlah porsi makan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah, meningkatkan pengetahuan siswa/siswi akan pentingnya mengkonsumsi aneka ragam jenis dan sumber makanan, serta mengajak siswa/siswi untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat

Manfaat Inovasi :

Siswa/siswi mengetahui jumlah porsi makan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah, siswa/siswi mengerti akan pentingnya mengkonsumsi aneka ragam jenis dan sumber makanan, siswa/siswi mampu menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Hasil Inovasi :

Sebelum dilakukan penyuluhan, siswa/siswi  tidak paham mengenai jumlah porsi makan yang tepat, pentingnya mengkonsumsi aneka ragam jenis dan sumber makanan, serta pola hidup bersih dan sehat. Setelah penyuluhan dilaksanakan, siswa/siswi mengetahui jumlah porsi makan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizinya, siswa/siswi mengerti akan pentingnya mengkonsumsi aneka ragam jenis dan sumber makanan, dan siswa/siswi mampu menerapkan pola hidup bersih dan sehat. 

Waktu Uji Coba : 2022-07-25
Waktu Implementasi : 2022-08-22
Rancang Bangun Inovasi :

Isi Piringku adalah program yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan untuk menggantikan program sebelumnya, yaitu “4 sehat 5 sempurna”. Selama ini pemahaman mengenai nutrisi sangat penting, sebab Indonesia tengah menghadapi beban ganda masalah gizi yaitu masalah gizi kurang, stunting, dan kurus. Salah satu penyebab rendahnya kualitas kesehatan seseorang karena kurang makan sayur dan buah. Ditambah kurangnya aktivitas fisik dan tidak rutin cek kesehatan. Padahal di Indonesia berbagai macam buah dan sayur yang bisa didapatkan dengan mudah. Data Riskesdas menunjukkan penduduk yang mengonsumsi sayur dan buah dalam jumlah cukup masih di angka kurang dari 10%. Rekomendasi Kementerian Kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia, jumlah minimal konsumsi sayur dan buah itu adalah sebanyak 5 porsi sayur dan buah setiap harinya. Namun sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang Kampanye Isi Piringku. Padahal dengan menerapkan Isi Piringku, stunting bisa dicegah sejak awal. Tak hanya menerapkan Isi Piringku, anak usia sekolah diharapkan dapat menerapkan gaya hidup sehat seperti mencuci tangan pakai sabun, berolahraga, memantau berat badan, dan minum air putih 8 gelas setiap hari.
Dengan mengetahui hal ini, maka anak usia sekolah tidak hanya menjaga kesehatan sendiri, tapi juga akan berdampak di masa yang akan datang, dimana mereka akan melahirkan generasi yang sehat dan bebas stunting. Hal pertama yang dilakukan adalah mengidentifikasi masalah, mengurutkan dan menentukan prioritas masalah, menetapkan pemecahan masalah, menyusun rencana usulan kerja dan anggaran dilanjutkan pelaksanaan dengan menggunakan metode penyuluhan. Dalam kegiatan ini bekerjasama dengan guru dan orang tua untuk memantau perilaku siswa/siswi dalam penerapan pola makan sesuai porsi gizi seimbang, konsumsi aneka ragam makanan dan pola hidup sehat. Setelah penyuluhan dilaksanakan, siswa/siswi mengetahui jumlah porsi makan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizinya, siswa/siswi mengerti akan pentingnya mengkonsumsi aneka ragam jenis dan sumber makanan, dan siswa/siswi mampu menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Kegiatan ini sangat menuntut peran orang tua untuk berkontribusi memantau perilaku siswa/siswi dalam penerapan pola makan sesuai porsi gizi seimbang