Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

KEBUT (Kelor Buat Hidup Sehat).

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

Tujuan pelaksanaan Inovasi KEBUT kepada bayi yang gibur dan gikur khususnya di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Gomo  adalah sebagai berikut :
a.    Untuk mencegah terjadinya Gizi Buruk dan Gizi Kurang.
b.    Untuk Memastikan tumbuh kembang anak sesuai dengan umur.
c.     Untuk membantu masyarakat dalam pencegahan PTM

Manfaat Inovasi :

Manfaat inovasi KEBUT kepada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Gomo adalah sebagai berikut:
a.    Sebagai sarana meningkatkan pengetahuan dibidang gizi
b.    Mengurangi beban ekonomi masyarakat dengan menggunakan kelor sebagai bahan pemenuhan gizi dan dapat digunakan sebagai serbuk teh.
c.     Selain mengatasi masalah gizi pada anak, kelor juga dapat menurunkan hipertensi, mengurangi kolesterol, mengurangi kadar gula dalam darah, membantu meringankan asam urat, dan penyakit lainnya.

Hasil Inovasi :

Perkembangan setelah pelaksanaan inovasi KEBUT mendapat hasil yang positif baik di pelayanan puskesmas dan kalangan masyarakat. Hal ini di tandai menurunnya angka balita yang mengalami gizi buruk/gizi kurang yang sebelumnya 4 orang dan setelah inovasi berjalan maka 2 orang normal dan 2 orang lagi sedang dalam proses pemulihan. Masyarakat juga terbantu dengan adanya inovasi ini karena tidak membeli bubuk teh lagi namun menggunakan daun kelor yang yang sudah dijadikan bubuk menjadi bubuk teh.
 
 

Waktu Uji Coba : 2021-01-05
Waktu Implementasi : 2021-01-19
Rancang Bangun Inovasi :

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki beragam jenis sumber sayuran yang tumbuh subur di dalamnya. Untuk memenuhi gizi yang seimbang maka tubuh setiap harinya membutuhkan konsumsi sayur. Namun sayuran terkadang kurang menjadi perhatian karena rasanya yang tidak terlalu disukai. Oleh karena itu dibutuhkan inovasi baru terhadap sayuran sehingga menjadi produk olahan yang disukai dan bernilai gizi tinggi. Salah satu dari sekian banyak sayuran yang memiliki nilai gizi tinggi namun belum termanfaatkan menjadi produk olahan yang beragam adalah tanaman kelor (Moringa oleiifera L)
Kelor telah diakui di dunia sebagai tanaman bergizi dan WHO (World Health Organization) telah merekomendasikan kelor sebagai salah satu pangan alternatif untuk mengatasi masalah gizi (malnutrisi) selain mengkonsumsi kelor tidak memberikan efek samping. Di beberapa Negara seperti Afrika dan Asia menganjurkan untuk mengkonsumsi kelor sebagai suplemen yang kaya zat gizi terlebih kandungan kalsium untuk ibu menyusui dan anak pada masa pertumbuhan (Winarno, 2018).
Masyarakat Indonesia telah mengolah tanaman kelor menjadi beberapa produk pangan, seperti cookies, mie, nugget, puding, bubur, dan olahan lainnya. Namun di Sumatera Barat tanaman kelor belum termanfaatkan secara maksimal karena belum banyak masyarakat yang mengenalnya, hanya di beberapa daerah yang telah mengonsumsi tanaman kelor.
Karena masih adanya masalah gizi buruk dan kurang di wilayah kerja UPTD Puskesmas Gomo. Maka salah satu intervensi agar mencegah dan membuat si anak yang Gibur dan Gikur kembali Normal (Gizi Baik) dengan melaksanakan sebuah Inovasi. KELOR BUAT HIDUP SEHAT (KEBUT) adalah merupakan inovasi yang di Programkan UPTD Puskesmas Gomo, untuk mengatasi Gibur dan Gikur serta membagikan bibit kelor, dan serbuknya di gunakan juga oleh masyarakat untuk dijadikan bubuk teh dan di campurkan ke bubur.
        Langkah Pelaksanaan Inovasi
a.    Kepala puskesmas melihat pelaporan bulanan dan terdapat bayi yang mengalami gizi buruk dan gizi kurang.
b.    Kepala Puskemas berdiskusi dengan penanggungjawab program gizi puskesmas.
c.     Penanggungjawab program gizi mengadakan sosialisasi di UPTD Puskesmas Gomo membahas tentang inovasi Kebut.
d.    Mengadakan pertemuan dengan kader untuk sosialisasi inovasi Kebut.
e.    Kepala Puskesmas, penanggungjawab program yang terlibat dan Bidan Desa/Penanggungjawab Desa mengadakan pertemuan lintas sektor di aula Kantor Kecamatan Gomo sekaligus pembagian bibit kelor dan kelor yang sudah dijadikan serbuk.
f.      Penanggungjawab program dan Bidan desa/Penanggungjawab Desa desa membentuk tim inovasi Kebut.
g.    Kepala Puskesmas dan seluruh Tim Inovasi mengunjungi seluruh desa yang ada diwilayah kerja UPTD Puskesmas untuk membagikan bibit kelor dan kelor yang sudah di jadikan bubuk.
h.    Penanggungjawab program gizi melaporkan kepada Bidan Desa/Penanggungjawab Desa jumlah balita gizi buruk dan gizi kurang  yang ada di wilayah Desa masing- masing.
i.      Penanggungjawab Program Gizi bersama Bidan Desa/Penanggungjawab Desa mengunjungi balita yang mengalami gizi buruk/gizi kurang.
j.        Tim Inovasi selalu memantau balita yang mengalami gizi buruk.kurang sampai keadaan balita tersebut kembali normal.
k.      Evaluasi capaian Inovasi.