Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

Ceting Yuk Dengan Si Kelor

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : ASN
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

Adapun tujuan dari inovasi CETING Yuk Dengan Sikelor ini adalah untuk mengurangi angka Stunting di wilayah kerja Dinas Kesehatan yaitu  UPTD Puskesmas Londut.

Manfaat Inovasi :

Adapun manfaat dari inovasi ini adalah untuk melatih masyarakat secara mandiri dalam melakukan upaya pencegahan Stunting dengan mengonsumsi olahan daun kelor dari sejak masa kehamilan, remaja, dan balita.

Hasil Inovasi :

Masyarakat menjadi lebih mandiri dalam melakukan tindakan preventif agar kasus Stunting menurun.

Waktu Uji Coba : 2023-03-06
Waktu Implementasi : 2023-04-03
Rancang Bangun Inovasi :

Sebagian besar masyarakat mungkin belum memahami istilah yang disebut stunting.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi

dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak

yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya (who).

Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari

kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa apa

untuk mencegahnya. Padahal seperti kita ketahui, genetika merupakan faktor determinan

kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku,

lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain,

stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah.

CETING YUK DENGAN SIKELOR (Cegah Stunting Yuk dengan Memanfatkan Si

Daun Kelor) merupakan inovasi atau gagasan yang dilaksanakan dalam rangka untuk

penuruan angka stunting di wilayah kerja  Dinas Kesehatan Bekerjasama UPTD Puskesmas Londut Kab. Labuhanbatu Utara,

karena mengingat tingginya kasus wilayah kerja Puskesmas Londut. Inovasi ini merupakan

kegiatan pemberian edukasi, mengajari cara mengolah daun kelor untuk dijadikan makanan

yang bergizi dan bermanfaat bagi balita remaja dan ibu hamil, dan diolah menjadi makanan

berupa cemilan nugget, puding kelor, timpan kelor, sayur bening kelor, rolade kelor yang

disukai oleh anak-anak, ibu hamil, dan remaja. Mengingat zat besi daun kelor setara dengan

25 ikat bayam, Vitamin C nya setara dengan 7 buah jeruk, kalsium nya setara dengan 4 gelas

susu, kalium pada daun kelor 3 kali lebih banyak dari pada buah pisang, dan proteinnya 2 kali

lipatnya yogurt sehingga mampu memenuhi kebutuhan nutrisi anak dan mempunyai nutrisi

yang berlipat ganda dari jenis makanan lainnya. Mengolah daun kelor tidak sulit dan tentunya

disukai oleh anak-anak. Mengingat banyaknya masyarakat yang menanam pohon kelor di

halaman rumah dan tidak di manfaatkan, inovasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi

kepada masyarakat untuk memanfaatkan daun kelor yang banyak di tanam oleh mereka untuk

digunakan dan diolah menjadi makanan yang lezat serta bergizi.

Adapun sasaran dari inovasi ini adalah balita, remaja dan ibu hamil. Mengapa remaja

termasuk sasaran pencegahan stunting? Dikarenakan remaja putri merupakan cikal bakal

menjadi seorang ibu yang mengandung bayi, oleh karena itu kebutuhan nutrisi harus

diperhatikan sedari remaja agar bayi yang akan di hasilkan tidak stunting.