Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

Sistem Informasi Perkembangan Latihan Atlet PPLP

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : ASN
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

Tujuan dari Aksi Perubahan dengan membangun aplikasi SIPLAH Atlet PPLP ( Sistem Informasi Perkembangan Latihan Atlet PPLP) dibagi dalam tiga tahap yang terdiri dari : a. Tujuan Jangka Pendek Tujuan jangka pendek akan dicapai dalam waktu 2 (dua) bulan yang akan dimulai pada bulan Maret 2022 s/d Mei 2022 adalah membuat Aplikasi Sistem Laporan Perkembangan Latihan Atlet PPLP dengan tahapan sebagai berikut : 1. Menyiapkan Rencana Aksi Perubahan kepada mentor; 2. Membentuk tim efektif pelaksanaan Aksi Perubahan; 3. Mengarahan kepada tim efektif pelaksanaan Aksi Perubahan; 4. Memimpin rapat penyusunan Rencana Aksi Perubahan; 5. Memerintahkan persiapan aplikasi SIPLAH Atlet PPLP; 6. Memimpin rapat pembahasan Rancangan Aplikasi SIPLAH Atlet PPLP; 7. Menginisiasi pertemuan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara selaku PPID utama; 8. Ujicoba aplikasi SIPLAH Atlet PPLP; 9. Sosialisasi Aplikasi SIPLAH Atlet PPLP; 10. Impelentasi Apliasi SIPLAH Atlet PPLP. b. Tujuan Jangka Menengah Tujuan jangka menengah akan dicapai dalam waktu 8 (delapan) bulan, mulai bulan Mei 2022 s/d Januari 2023, adalah tersosialisasikannya SistemInformasi Perkembangan Latihan Atlet PPLP kepada masyarakat yang membutuhkan dan memperoleh dukungan dana APBD untuk pengembangan Sistem Informasi Perkembangan Latihan Atlet PPLP. c. Tujuan Jangka Panjang Tujuan jangka panjang dicapai dalam waktu 24 (dua puluh empat) bulan, mulai bulan Januari 2023 s/d Januari 2024. Tujuan jangka panjang Aksi Perubahan ini adalah untuk menetapkan Sistem Laporan Perkembangan Latihan Atlet PPLP ini sebagai bagian dari digitalisasi laporan evaluasi yang digunakan pelatih untuk memantau perkembangan kemajuan proses latihan atlet dan melaporkan secara real time, sehingga kemajuan atau kemunduran prestasi atlet-atlet PPLP/PPLPD Sumatera Utara dapat diketahui secara cepat, praktis serta dapat diakses kapan saja dan dimana saja oleh pengambil keputusan.

Manfaat Inovasi :

Manfaat dibangunnya Aplikasi SIPLAH Atlet PPLP adalah sebagai berikut : a. Memudahkan pelatih PPLP dalam mencatat dan melaporkan hasil evaluasi perkembangan latihan atlet secara real time. b. Memudahkan pelatih dan pengelola PPLP dalam membandingkan perkembangan capaian kinerja atlet atas hasil latihan dari bulan yang satu ke bulan yang lainnya baik secara individu maupun kelompok. 7 c. Sebagai salah satu alat untuk membantu memprediksi apakah altet yang mengikuti event kejuaraan yang akan diikutinya akan berhasil atau tidak (memperoleh medali atau tidak). d. Sebagai salah satu alat bantu bagi pengelola dalam memutuskan apakah seorang atlet dapat diberangkatkan atau tidak diberangkatkan mengikuti suatu event kejuaraan berdasarkan hasil catatan evaluasi yang telah dilakukan oleh Pelatih secara periodic. e. Sebagai dasar untuk memberikan reward and punishment (penghargaan dan hukuman) serta promosi dan degradasi atlet pelajar.

Hasil Inovasi :

Inovasi yang akan dilakukan adalah Sistem Informasi Perkembangan Latihan Atlet PPLP ( SIPLAH Atlet PPLP ). Dengan adanya sistem ini diharapkan dapat mempermudah pelatih dalam membuat dan mengirimkan laporan evaluasi perkembangan latihan atlet dan mempermudah UPT. Kebakatan Olahraga dalam melakukan monitoring, pengawasan dan penilaian kinerja serta prestasi atlet.

Waktu Uji Coba : 2022-05-09
Waktu Implementasi : 2023-01-02
Rancang Bangun Inovasi :

Pemerintah Republik Indonesia melalui Peraturan Presiden No. 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) menuangkan rencana induk yang berisikan arah kebijakan pembinaan dan pengembangan keolahragaan nasional yang dilakukan secara efektif, efisien, unggul, terukur, sistematis, akuntabel, dan berkelanjutan dalam lingkup olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, olahraga prestasi, dan industri olahraga. Arah kebijakan olahraga nasional dengan Visi DBON Tahun 2021-2045 adalah “Mewujudkan Indonesia Bugar, Berkarakter Unggul, dan Berprestasi Dunia”. Salah satu misinya adalah terwujudnya prestasi olahraga dunia melalui program pembinaan atlet jangka panjang secara sistematis, berjenjang, dan berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan yang didukung oleh tenaga keolahragaan yang berkualitas, prasarana dan sarana, dan big data keolahragaan mulai dari tahun 2021 sampai dengan 2045 dalam rangka mencapai target meraih peringkat ke-5 pada Olimpiade atau Olympic Games dan Paralimpiade atau Paralympic Games tahun 2044.Perjalanan panjang prestasi olahraga nasional telah mengalami fluktuasi yang sangat dinamis seiring dengan perjalanan bangsa. Perkembangan, kemajuan dan keberhasilan dalam meraih prestasi olahraga dapat dilihat dari potret perjalanan para atlet elit dalam memperoleh medali selama mengkuti berbagai multi event baik SEA Games, Asian Games, Olympic Games maupun single event penting lainnya. Gambaran prestasi olahraga yang menonjol terjadi sebelum adanya reformasi tahun 1998. Perkembangan pasca reformasi hingga saat ini, prestasi olahraga tersebut cenderung mengalami penurunan yang sangat tajam kecuali ketika SEA Games 2011 di Jakarta dan Palembang Indonesia meraih Juara Umum dan Asian Games 2018 yang menempatkan Indonesia meraih peringkat IV. Hal ini terjadi karena meningkatnya prestasi olahraga dari negara-negara tetangga atau justru disebabkan adanya pembinaan olahraga nasional yang mengalami berbagai kemunduran. Kondisi ini sesungguhnya sangat anomali jika melihat kondisi Indonesia yang memiliki potensi penduduk yang sangat besar yaitu penduduk terbesar nomor 4 dunia berjumlah 269 juta jiwa dan dengan pertumbuhan ekonomi di kelompok G20. Namun Indonesia belum mampu mewujudkan prestasi olahraga nasional seperti yang diharapkan. Kondisi ini menunjukkan bahwa diperlukan adanya upaya penataan pembinaan keolahragaan nasional secara komprehensif yang dapat dijadikan sebagai acauan untuk mendorong proses pembinaan dan penigkatan prestasi para atlet, sehingga memiliki kesiapan yang maksimal dalam mengikuti single/multi event regional maupun internasional pada masa yang akan datang. Proses pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga tersebut tentunya membutuhkan atlet-atlet yang memiliki potensi yang tinggi. Untuk mendapatkan atlet berpotensi maka perlu adanya pembinaan dan pengembangan prestasi di usia produktif yakni tingkat usia sekolah. Pembinaan olahraga di Indonesia seharusnya selalu menunjukkan peningkatan seiring dengan penerapan berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang olahraga. Pemanfaatan penemuan model-model latihan dan berbagai pemanfaatan hasil penelitian selayaknya telah diterapkan oleh pembina atau pelatih. PPLP atau Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar merupakan sekolah pembibitan olahraga nasional, yang digunakan untuk mencari dan membina bakat olahraga pada usia sekolah dan setiap tahunnya diadakan kejuaraan nasional antar PPLP yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kegiatan ini adalah bagian dari sistem kompetisi olahraga pelajar secara nasional yang berjenjang dan berkelanjutan. Tujuan dari kejuaraan nasional antar PPLP adalah sebagai puncak pembinaan prestasi olahraga pelajar dan evaluasi terhadap berbagai bentuk pembinaan PPLP (Sriyono dkk, 2014: 3). PPLP yang merupakan salah satu penyelenggara pembinaan prestasi, diawasi langsung oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Proses pembinaan ditentukan oleh program-progam latihan yang disusun oleh pelatih. Unsur lain yang juga ikut menentukan prestasi adalah unsur organisasi, aspek pelatih, sarana dan prasarana, pendanaan yang menunjang, dan juga partisispasi serta dukungan dari masyarakat maupun pemerintah, karena PPLP merupakan pusat pembinaan dan pusat pembangkit kemajuan prestasi olahraga di Sumatera Utara, (Didik Asalam, 2015, 88; Barnabas Wani, 2016, 4). Sebagai bagian dari proses pembinaan atlet pelajar melalui program latihan setiap cabang olahraganya, maka diperlukan indikator kemajuan dari program latihan yang telah disusun dan diprogram melalui tahapan jangka panjang menengah dan jangka pendek. Pelatih secara berkala setiap bulan dan triwulan melakukan evaluasi internal kepada masing-masing atlet setiap cabang olahraga untuk menilai perkembangan kemajuan latihan atlet, selanjutnya dilaporkan kepada pengelola PPLP/PPLPD. Namun dalam perkembangan pelaksanaan pelaporan atas hasil evaluasi tersebut masih dilakukan secara manual sehingga terdapat beberapa kelemahan seperti sering terlambat dalam memberikan laporan dan tidak up to date lagi, data yang disajikan hanya perkembangan setiap bulan dan tidak dapat dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya serta tidak didukung dengan grafik perkembangan yang memudahkan pengelola dalam melihat dan mengevaluasi perkembangan latihan atlet. Berangkat dari latar belakang di atas, maka perlu dilakukan aksi perubahan dalam pelaporan hasil evaluasi latihan atlet yang semula dilakukan secara manual berubah berbasis digital untuk mempermudah dan mempercepat pelatih dalam memproses evaluasi dan pelaporan perkembangan latihan atlet PPLP sehingga penulis mengambil judul untuk Rencana Aksi Perubahan Kinerja Organisasi yaitu “Sistem Informasi Perkembangan Latihan Atlet PPLP ( SIPLAH Atlet PPLP).”