Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

BERKesenIan dari deSA (BERKISA)

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

Tujuan

  1. Mengembangkan potensi sumber daya manusia yang ada di desa
  2. Meningkatkan kemampuan/ soft skill personal warga desa
  3. Menciptakan wadah yang kreatif bagi warga desa.
  4. Memaksimalkan penggunaan anggaran dana desa untuk memfasilitasi warga desa yang tergabung dalam sanggar seni
Manfaat Inovasi :

Inovasi ini harapkan dapat memacu dan menstimulus generasi penerus bangsa yang mencintai seni dan budaya dimulai dari Desa ke Desa. Sehingga Inovasi Berkisa dapat dirasakan manfaatkannya oleh seluruh warga masyarakat.

Hasil Inovasi :

budaya terlestarikan dan generasi muda akan lebih meningkatkan kemampuan dirinya atau mengembangkan dirinya melalui wadah ini

Waktu Uji Coba : 2019-09-01
Waktu Implementasi : 2021-01-02
Rancang Bangun Inovasi :

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia, dalam bahasa Inggris kebudayaan disebut culture yang berasal dari kata latin colere yaitu mengolah atau mengerjakan. Kebudayaan sangat erat kaitannya dengan Kesenian yang sangat erat dengan kehidupan manusia, baik itu seni tradisi maupun seni modern.

Berdasarkan data yang kami himpun dari Dinas Kebudayaan Pemuda Dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Deli Serdang Tahun 2021 saat ini telah terdapat 144 sanggar seni yang ada di Kabupaten Deli Serdang. Namun saat ini kesenisan masih sering dianggap bukan merupakan sesuatu hal yang penting untuk dikembangkan masyarakat. Banyak alasan yang mendasari tidak berkembangnya seni budaya di masyarakat, salah satunya adalah kurangnya wadah yang menampung ekspresi warga untuk berkesenian.

Pada tahun 2014 di Desa Tanjung Mulia, seorang warga mempelopori terbentuknya wadah berupa sanggar tari dengan tujuan untuk nmemfasilitasi warganya untuk bisa berekspresi dibidang kesenian . Seiring berjalannya waktu Sanggar tersebut kini menjadi Lembaga Kesenian Bunga Tanjung yang terus berkembang dan hingga tahun 2022 telah memiliki 3 studio. Studio Induk berada di Desa Tanjung Mulia, Studio 1 berada di Desa Sidoharjo I- Pasar Miringh dan Studio 4 yang berada di Desa Sumberejo.

Melalui tulisan ini penulis ingin menunjukkan bahwa berkesenian bisa dimulai dari desa dan mengembangkannya melalui potensi desa yang ada. Sehingga kekhawatiran bangsa terhadap generasi muda yang cinta seni dan budaya akan terwujud dan terus berkembang.