Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

SERGAP Si Manis (Sedia Rencana MenGatasi Penyakit) Si Manis di Era Pandemi Covid 19

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

Mengumpulkan data penderita DM tahun berjalan dan juga pelacakan kasus baru dari kunjungan pasien sakit ke FasKes yang ada di kecamatan Juhar untuk mencegah, mengontrol dan menurunkan angka penderita Diabetes Melitus di wilayah layanan Puskesmas Juhar

Manfaat Inovasi :
  1. Pelacakan penderita diabetes diharapkan dapat mencegah semakin buruknya penyakit diabetes yang dapat berkembang ke penyakit degeneratif lainnya.
  2. Pengadaan Buku Saku Diabetes yang berisi informasi lengkap mengenai Diabetes dan lembar control pasien diharapkan dapat membantu pasien agar tetap tertib dalam  mengkonsumsi obat dan mengatur diit harian pasien. 
  3. Nakes dan Kader terampil dalam pengukuran TB dan BB serta kompeten dalam melakukan pengukuran kadar gula darah dan konseling pada saat kunjungan rumah (home visit);
  4. Terkontrolnya pemberian obat oral melalui kunjungan rumah, khususnya untuk penderita diabetes yang takut berobat ke Puskesmas dikarenakan adanya pandemic Covid-29 maupun pasien yang sudah tidak sanggup berobat sendiri ke Puskesmas maupun Satelit;
  5. Pengukuran kadar gula darah yang teratur minimal 1 x setiap bulannya.
  6. Aktifitas fisik yang teratur melalui senam yang diselenggarakan oleh bidan desa bekerjasama dengan kader serta pemerintahan desa diharapkan mampu mengontrol berat badan berlebihan dan meningkatkan stamina para pasien sehingga mampu hidup lebih berkualitas.
Hasil Inovasi :
  1. SK Kepala puskesmas untuk Tim Inovasi SERGAP Si Manis di Era Pandemi Covid 19 (baik SK Pengelola maupun SK Pelaksana Inovasi)
  2. SK Kepala Desa untuk kader kesehatan yang bertugas di Pos Lansia dan POSBINDU
  3. Data Diabetes dan regulasi (terlampir)
  4. SOP dan data pendukung Diabetes
  5. Tersedianya Buku Saku Diabetes yang berisi informasi lengkap mengenai Diabetes dan lembar control pasien.
  6. Nakes dan Kader terampil dalam pengukuran TB dan BB serta kompeten dalam melakukan pengukuran kadar gula darah dan konseling pada saat kunjungan rumah (home visit);
  7. Terkontrolnya pemberian obat oral melalui kunjungan rumah, khususnya untuk penderita diabetes yang takut berobat ke Puskesmas dikarenakan adanya pandemic Covid-29 maupun pasien yang sudah tidak sanggup berobat sendiri ke Puskesmas maupun Satelit;
  8. Pengukuran kadar gula darah yang teratur minimal 1 x setiap bulannya.
  9. Aktifitas fisik yang teratur melalui senam yang diselenggarakan oleh bidan desa bekerjasama dengan kader serta pemerintahan desa.
  10. Dari kegiatan tersebut dapat dievaluasi perkembangan status kesehatan pederita Diabetes setiap bulan dan jika ada yang membutuhkan koseling khusus untuk menu diit, aktifitas fisik atau lainnya dapat dilakukan secara personal tergantung pada kondisi kesehatan pasien tersebut.
Waktu Uji Coba : 2021-02-04
Waktu Implementasi : 2021-02-16
Rancang Bangun Inovasi :

SERGAP Si Manis (Sedia Rencana MenGatasi Penyakit) Si Manis di Era Pandemi Covid 19 adalah suatu bentuk upaya untuk mencegah, mengontrol dan menurunkan angka penderita Diabetes Melitus di tengah masyarakat. Diabetes Melitus melupakan salah satu dari 4 (empat) Penyakit Tidak Menular yang menjadi prioritas karena angka penderitanya terus meningkat dari tahun ke tahun. Inovasi ini dilaksanakan untuk mengumpulkan data DM dan pelacakan kasus baru yang dilakukan saat pelaksanaan Posyandu Lansia, Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (POSBINDU-PTM), Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) dan penemuan kasus baru dari kunjungan sakit ke Puskesmas dan Satelit. Setelah itu Tim Inovasi SERGAP Si Manis beserta Stakeholder melaksanakan intervensi kepada warga yang sudah menderita penyakit DM dan yang berpotensi kearah DM. Dengan adanya pendataan yang baik maka kontrol terhadap kualitas dan kuantitas pengobatan dapat dipantau dan dilakukan secara maksimal. Dengan demikian diharapkan angaka DM dapat dikontrol atau diturunkan.   Inti dari kegiatan ini adalah dengan mengumpulkan data penderita DM tahun berjalan dan juga pelacakan kasus baru dari kunjungan pasien sakit ke FasKes yang ada di kecamatan Juhar (Puskesmas dan Satelit) dengan metode PDCA (Plan Do Controlling and Action).Pendataan jumlah penderita DM dilengkapi juga dengan orang yang berpotensi DM yaitu jumlah warga yang mengalami obesitas. Kedua data ini yang nantinya akan dipakai dalam pelaksanaan inovasi. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengukuran BB (Berat Badan), TB (Tinggi Badan) dan cek gula darah puasa pada saat pelaksanaan Posyandu Lansia, Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (POSBINDU-PTM), Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) dan penemuan kasus baru dari kunjungan sakit ke Puskesmas dan Satelit. Setelah itu Tim Inovasi SERGAP Si Manis beserta Stakeholder melaksanakan intervensi kepada warga yang sudah menderita penyakit DM dan yang berpotensi kearah DM.  Melalui program SERGAP Si Manis (Sedia Rencana Menangani Penyakit Si Manis) dengan pendekatan personal mengingat saat ini pandemic Covid masih terusberlanjut.
I. Strategi yang dilakukan dalam inovasi SERGAP Si MAnis di Era Pandemi Covid-19 tujuan yang ditetapkan adalah  dengan 3 penerapan, yaitu :
1) Buku Saku DM,yang mencakup :
• Catatan per kunjungan ke Faskes dan Home Visit
• Informasi menyeluruh tentang DM
• Pengaturan Menu diit untuk DM
• Panduan gerakan fisik/ senam untuk penderita DM
2) Kunjungan rumah, meliputi kegiatan :
• Kunjungan rumah dalam rangka tatalaksana dan konseling penderita DM
• Pengawasan kegiatan minum obat secara rutin dengan metode Home Visit oleh Bidan desa dan kader kesehatan
• Cek Gula Darah rutin setiap bulan
3) Aktifitas Fisik teratur
• Senam Diabetes 1x per minggu
• Aktifitas fisik cukup min 30 menit sehari ( 3 x seminggu)