Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

Sales & Inventory Management PLUT (SIM PLUT)

Tahapan Inovasi : Uji Coba
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Daerah lainnya sesuai Urusan Pemerintah
Tujuan Inovasi :

Tujuan dari inovasi ini agar mempermudah Stakeholder dalam menjalankan  operasional Galeri PLUT dari metode konvensional menjadi sistematis dan dapat diakses kapan saja dan dimana saja.

Manfaat Inovasi :

Inovasi layanan SIM (Sales & Inventory Management) PLUT memiliki manfaat yang sangat strategis dalam penyelenggaraan pelayanan publik , diantaranya :

 

a). Manfaat bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara

1). Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Sistem pemerintahan yang terbuka dan dapat diakses oleh masyarakat umum

3). Efisiensi biaya dan waktu dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat dimana aktifitas pelayanan Galeri menjadi lebih ringkas dan paperless

4). Mempermudah Reporting dan Evaluasi penjualan produk-produk KUMKM Binaan

5) Mempermudah Pemeriksaan dan Pengawasan jalannya layanan pemasaran di UPT. PLUT

6) Mempermudah pelaksanaan Pameran dengan sistem penjualan digital

7) Mempermudah pendataan UMKM Binaan yang menjadi Mitra Galeri

 

    b). Manfaat bagi Masyarakat Umum

1). Mempersingkat waktu pembayaran di kasir

2). Meningkatkan kepercayaan masyarakat kerna semua pembelian dibuktikan dengan Struk belanja

3). Mempermudah masyarakat dalam melihat harga produk

 

   c). Manfaat bagi UMKM

!). Mengurangi angka shrinkage sehingga para pelaku usaha tidak ragu meletakkan produknya di Galeri PLUT

2). Mempermudah UMKM mendapatkan akses data stock produk masuk, keluar dan retur

3). Mempermudah UMKM mengetahui posisi kadaluarsa produk yang dititip di Galeri PLUT

4). Mempermudah Proses Kurasi dan registrasi UMKM Baru

Hasil Inovasi :
  • Deskripsi inovasi yang dikembangkan dan dihasilkan

 

SIM PLUT (Sales & Inventory Management) PLUT merupakan aplikasi berbasis android yang dibangun untuk mempermudah pelaksanaan layanan galeri PLUT.

 

Fitur-fitur dalam SIM PLUT Antara lain :

 

1.Point of Sales

Fitur ini berfungsi untuk transaksi penjualan produk, dengan fitur scan barcode serta pengguna diberik akses pembayaran cash, debit, kredit atapun dengan dompet digital

2. Register UMKM

Fitur ini berfungsi untuk menginput data UMKM yang baru lulus kurasi dan menjadi Mitra Galeri. Beberapa data UMKM yang diperlukan yaitu idenstitas pelaku usaha, identitas usaha, identitas produk dan deskripsi produk serta platform pemasaran

3. Inventory

Fitur ini berfungsi untuk mengecek data produk UMKM Mitra Galeri baik secara keseluruhan maupun data produk per UMKM, serta fitur ini berfungsi untuk melakukan stock opname (cek selisih stock) sehingga dapat menghitung angka kehilangan secara otomatis

4. Report

Fitur ini berfungsi untuk mengecek beberapa laporan kinerja Galeri yang diperlukan pengelola PLUT seperti : Data penjualan produk Fast moving, penjualan produk berdasarkan periode, Penjualan produk Slow Moving, penjualan produk berdasarkan UMKM, penjualan produk berdasarkan Kabupaten/kota, penjualan produk berdasarkan kategori, penjualan produk berdasarkan promo.

Selain data penjualan, fitur report juga berfungsi untuk mengecek laporan kinerja stock yaitu : Laporan stock berdasarkan periode, laporan stock berdasarkan UMKM, laporan stock berdasarkan kategori, laporan stock expired date

    5.Shift

Fitur ini berfungsi untuk mengecek sales berdasarkan shif kerja

 

Dampak inovasi dari SIM PLUT (Sales & Inventory Management PLUT)  adalah:

  1. Membantu Pelaksana Galeri dalam operasional pencatatan stock, Labeling, mengontrol kadaluarsa produk dan penjualan produk
  2. Membantu UMKM Binaan dalam mendapatkan informasi stock produk yang dititipkan ke Galeri
  3. Membantu pengelola PLUT mendapatkan informasi penjualan dan stock produk secara sistematis
  4. Membantu Pemerintah dalam pelaksanaan layanan pemasaran produk UMKM Binaan
  5. Aplikasi SIM PLUT mudah diakses kapan dan dimana saja sehingga dapat juga digunakan untuk operasional Pameran dalam dan Luar negeri

 

 

Kebutuhan SDM sebagai operator :

  1. Admin Aplikasi (petugas yang menginput dan mengupload stock produk masuk dan keluar
  2. (Petugas yang bertugas mengoperasikan fitur POS)

 

Waktu Uji Coba : 2022-06-08
Waktu Implementasi : 2022-08-08
Rancang Bangun Inovasi :

Pusat Layanan Usaha Terpadu atau yang sering disebut PLUT merupakan salah satu program KemenkopUKM RI untuk mendorong UKM naik kelas. PLUT Sumut berada dibawah naungan Dinas Koperasi & UKM Provinsi Sumatera Utara sebagai Unit Pelaksana Teknis dalam Layanan Pendampingan, Kurasi, Promosi dan Pemasaran KUMKM. Layanan Pendampingan KUMKM merupakan program prioritas pemerintah untuk mempercepat pencapaian UKM naik kelas serta mengurangi kesenjangan Antara jumlah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Disamping pentingnya layanan pendampingan, Layanan pemasaran juga sangat penting untuk membantu pelaku usaha dalam memasarkan produknya sehingga berdampak bagi keberadaan usaha.

 

Program Pemasaran produk UMKM Binaan adalah salah satu program unggulan yang saat ini dilaksanakan oleh UPT. PLUT. Pemasaran yang dilakukan baik offline dan online bertujuan untuk membantu para pelaku usaha dalam memasarkan produk serta akhirnya mampu meningkatkan penjualan. Galeri PLUT merupakan salah satu layanan pemasaran offline UPT. PLUT yang berlokasi di Gedung PLUT KUMKM Sumatera Utara dengan 100 Mitra UMKM Binaan. Operasional Galeri PLUT saat ini melayani masyarakat dan UMKM dengan cara konvensional seperti pencatatan stock, retur, pembayaran ( kasir ), hingga penamaan produk secara manual.

 

Pengelolaan Galeri dengan metode konvensional sudah tidak relevan lagi di era digitalisasi dimana seharusnya semua pengelolaan sudah beralih ke digital sebab cara-cara konvensional banyak memiliki kelemahan seperti pencatatan stock yang tidak sistematis menimbulkan stigma barang rentan hilang dan merugikan UMKM, sistem pembayaran yang belum sistematis rentan dengan kecurangan/ penyelewengan baik oleh kasir maupun pembeli, Sistem labeling masih dengan tulisan tangan sangat tidak praktis dan memakan waktu serta terkesan tidak professional, Laporan penjualan dan analisa produk-produk yang laku dan tidak laku susah dilakukan. Dengan semua kelemahan tersebut, maka UPT. PLUT KUMKM Sumatera Utara melakukan inovasi dan terobosan untuk mengatasi kesulitan dalam pengelolaan galeri PLUT dengan Aplikasi SIM (Sales & Inventory Management) PLUT.

 

  1. Dasar Hukum
  1. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian;
  2. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah;
  3. Undang Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik;
  4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintaha Daerah;
  5. PP Nomor 7 Tahun 2021 tanggal 02 Pebruari 2021, tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
  6. Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 19 Tahun 2018 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 38 Tahun 2016 Tentang Susunan Organisasi Dinas-Dinas Daerah Provinsi Sumatera Utara
  7. Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 49 Tahun 2018 tentang Tugas, Fungsi, Uraian Tugas dan Tata Kerja Dinas Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Sumatera Utara

 

  1. Masalah

Sistem Operasional Platform pemasaran (Galeri PLUT) secara konvensional menghambat efektifitas dan efisiensi layanan sehingga para pelaku usaha yang merupakan binaan UPT. PLUT mulai keberatan menitipkan produknya di Galeri karena sistem pencatatan stock dan penjualan yang belum sistematis dan jelas. Beberapa masalah yang dialami yaitu :

 

1). Bukti pencatatan stock produk masuk dan keluar tidak lengkap dan amburadul

2). Pencatatan penjualan tidak tersimpan secara sistematis karena masih dicatat di buku

3). Angka kehilangan (selisih stock ) sangat tinggi sehingga merugikan pelaku usaha

4). Reporting dan Evaluasi produk sulit dilakukan karena pencatatan penjualan tidak detail dan belum sistematis

5). Skema pelabelan harga masih dilakukan secara manual sehingga tidak efektif dan efisien

6). Masih banyak produk yang dipajang belum memiliki label harga