Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

PROGRAM CERDAS, OPUNG SARI BASAH BANG, MESRA BERTUAH : MEWUJUDKAN DESA SATU (DELI SERDANG SEKOLAH BERMUTU)

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : Masyarakat
Bentuk Inovasi : Inovasi Daerah lainnya sesuai Urusan Pemerintah
Tujuan Inovasi :
Manfaat Inovasi :
Hasil Inovasi :
Waktu Uji Coba : 2019-02-04
Waktu Implementasi : 2019-04-09
Rancang Bangun Inovasi :

RINGKASAN INOVASI

Program CERDAS ,Opung Sari Basah Bang, MeSRA BerTUAH : Mewujudkan DESA SATU adalah inovasi Pemerintah Kabupaten Deli Serdang di bidang pendidikan, yang telah berhasil meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan mewujudkan DESA SATU (Deli Serdang Sekolah Bermutu) di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Inovasi ini merupakan kolaborasi dari tiga inovasi Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, yang sudah mendapat penghargaan dan apresiasi di tingkat nasional, yaitu Program Cerdas (dicanangkan 19 Juli 2005), Program Opung Sari Basah Bang (dicanangkan 3 Oktober 2014), dan Program MeSRA BerTUAH (dicanangkan 9 November 2015). Pada tahun 2020, ketiga inovasi ini dikolaborasi menjadi Inovasi DESA SATU (Deli Serdang Sekolah Bermutu) dan diimplemetasikan di Kabupaten Deli Serdang, dan berhasil meraih penghargaan TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik yang dilaksanakan Menpan RB.

Program Cerdas (Percepatan Rehabilitasi dan Apresiasi Terhadap Sekolah) adalah model pengelolaan sekolah memperbaiki gedung sekolah rusak dan tidak layak pakai secara bergontong royong, dengan memberdayakan tiga pilar kekuatan : Pemerintah, Masyarakat, dan Pengusaha. Program Opung Sari Basah Bang (Operasi Pungut Sampah Setiap Hari, Bank Sampah Sekolah, Pembinaan Berjenjang) adalah model pengelolaan sekolah untuk mewujudkan sekolah yang berwawasan lingkungan dan gerakan Deli Serdang BERSERI (Bersih, Rapi, Sejuk, Rindang, dan Indah). Sedangkan MeSRA BerTUAH (Mewujudkan Sekolah Ramah Anak Bersama Masyarakat, Orang Tua dan Sekolah) adalah model pengelolaan sekolah untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak, melalui peningkatan kerjasama antara masyarakat, orang tua, dan sekolah, menjadikan sekolah sebagai rumah yang ramah dan taman belajar yang menyenangkan. Ketiga inovasi ini secara bersama-sama berhasil mewujudkan DESA SATU (Deli Serdang Sekolah Bermutu), yaitu sekolah yang memenuhi standar sarana dan prasarana, sekolah yang bersih, asri, sejuk, rindang dan indah, serta sekolah yang ramah bagi anak-anak, terbebas dari budaya kekerasan, dan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan dunianya.

Inovasi ini sudah dievaluasi secara internal dan eksternal dengan hasil sebagai berikut :

  1. Melalui Program CERDAS berhasil dilakukan rehabilitasi gedung sekolah rusak dengan dana partisipasi murni masyarakat lebih kurang 21 miliar rupiah, gedung sekolah menjadi lebih baik, performan sekolah meningkat, dan indikator kinerja pendidikan meningkat, baik indikator peningkatan akses (Angka Partisipasi Kasar, Angka Partisipasi Murni, Angka Melanjutkan, Angka Putus Sekolah), maupun indikator peningkatan mutu (Kualifkasi, Kompetensi, Standar Nasional Pendidikan dan Prestasi. Program Cerdas berhasil meraih penghargaan Satya Lencana Bidang Pendidikan dari Presiden RI Tahun 2009,Tiga Besar Inovatif overment Award (I A) dari Kemendagri 2011, dan TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik dari Menpan RB Tahun 2016 .
  2. Melalui Program Opung Sari Basah Bang terjadi peningkatan sekolah berwawasan lingkungan yang signifkan di Kabupaten Deli Serdang dari 114 sekolah (8,69% ) tahun 2014, menjadi 728 sekolah (59,62 % ) tahun 2021. Sekolah-sekolah di kabupaten Deli Serdang menjadi BERSERI (Bersih, Rapi, Sejuk, Rindang dan Indah). Masalah sampah sudah terselesaikan dengan adanya Bank Sampah Sekolah. Pembangunan sekolah lebih berwawasan lingkungan, warga sekolah lebih peduli terhadap kebersihan sekolahnya, budaya dan karakter warga sekolah meningkat (dalam hal disiplin, gotong royong, kerja sama, kepedulian, religiusitas). Program Opung Sari Basah Bang meraih penghargaan Satya encana Bidang Pendidikan Dwija Praja Nugraha dari Presiden RI tahun 2017 , TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik dari Menpan RB tahun 201 7, Kind Apkasi Award dari APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia), sebanyak 4 sekolah meraih Adiwiyata Mandiri (100 ) dari kuota Provinsi Sumatera Utara dan 2 Sekolah meraih Adiwiyata Nasional dari kuota Sumatera Utara Tahun 2019.
  3. Melalui Program MeSRA BerTUAH terjadi peningkatan Sekolah Ramah Anak dari 9 sekolah (0, 82 %) tahun 2016 , menjadi 602 sekolah tahun 2021 atau meningkat 49,30 %. Melalui gerakan MeSRA BerTUAH Deli Serdang memperoleh memperoleh berbagai pehargaan diantaranya : Kabupaten ayak Anak, Sekolah Ramah Anak Terbaik tingkat nasional tahun 2017 dan 2018 , penghargaan pengelolaan Sekolah Ramah Anak Terbaik Melalui Gerakan MeSRA BerTUAH dari kementerian PPA dan penghargaan 100 Smart Citty pada kategori Smart Society dari Kementerian Informasi dan Komunikasi. Di samping itu interaksi antarwarga sekolah semakin lebih baik, sarana prasarana sekolah sudah ramah anak, pembelajaran guru di kelas ramah anak, dan hampir tidak terdengar lagi budaya kekerasan di lingkungan sekolah yang sampai terekspos ke publik.

A. Latar Belakang Inovasi

1. Program Cerdas

Program CERDAS (Percepatan Rehabilitasi dan Apresiasi Terhadap Sekolah) adalah pembangunan bidang pendidikan melalui pemberdayaan masyarakat untuk melakukan rehabilitasi gedung rusak dan tidak layak pakai di Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara, dengan mensinergikan tiga pilar kekuatan, yaitu pemerintah, masyarakat dan sektor swasta untuk bekerja sama membangun pendidikan. CERDAS merupakan sebuah akronim yang terdiri dari, CER artinya : Percepatan Rehabilitasi, dan DAS artinya : dan Apresiasi terhadap Sekolah (peningkatan mutu).

Program CERDAS merupakan ide kreatif Bupati Deli Serdang Drs. H Amri Tambunan untuk memperbaiki gedung sekolah yang rusak, yang diilhami semangat gotong royong rehabilitasi sebuah mesjid di Desa Bandar Khalifah Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Pada masa itu, dukungan masyarakat begitu besar. Hal ini menjadi inspirasi bagi Bupati Deli Serdang untuk menjadikan semangat gotong royong masyarakat dalam membangun mesjid diterapkan dalam dunia pendidikan. Ide besar itu kemudian didiskusikan, dibicarakan dengan staf, digali dan dimatangkan, kemudian dikemas secara apik menjadi Program CERDAS. Dengan strategi menghadirkan pejabat daerah bersama masyarakatnya dan dukungan dana stimulus dari APBD, Program CERDAS mendapat tempat di hati masyarakat dan menjadi ikon pembangunan bidang pendidikan.

Pada tahun 2004 sebelum Program CERDAS digulirkan, lebih kurang 70% dari 621 SD Negeri di Kabupaten Deli Serdang dalam keadaan rusak dan tidak layak pakai bagi berlangsungnya proses pendidikan. Di berbagai tempat dijumpai atap dan asbes sekolah bocor karena tidak pernah diperbaiki, lantai ruangan kelas banyak yang berlubang, dinding kelas kotor dan karena sudah lama tidak mendapat polesan cat tembok, resplang banyak yang hancur, daun pintu sudah hilang entah ke mana. Kamar mandi dan toilet siswa serta guru tidak memenuhi syarat kesehatan atau sanitasi lingkungan. Kondisi mobiler sekolahpun sebagian besar dalam keadaan hancur.  Hal ini menyebabkan proses pembelajaran di kelas menjadi terganggu jauh dari suasana yang menyenangkan. Siswa dan guru tidak memiliki semangat dalam belajar. Siswa sulit untuk kosentrasi dalam belajar karena suasana dan lingkungan sekitar kelas tidak mendukung untuk belajar.

Disamping itu, pada tahun 2004 Dana Alokasi Umum (DAU) tidak lebih 5 miliar rupiah (belanja langsung). Kemampuan APBD Deli Serdang hanya sanggup merehabilitasi 10 sekolah setiap tahunnya. Gedung sekolah yang rusak apabila tidak diperbaiki akan semakin bertambah rusak dan mengganggu proses pembelajaran. Kondisi ini semakin diperparah oleh rendahnya kepedulian masyarakat terhadap pendidikan. Ada anggapan keliru dari masyarakat, bahwa pendidikan itu adalah tanggung jawab pemerintah semata. Program CERDAS adalah salah satu solusi yang dapat digunakan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam membangun pendidikan.

2. Program Opung Sari Basah Bang

Program Opung Sari Basah Bang adalah inovasi untuk mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan dan gerakan Deli Serdang BERSERI. Program ini dicanangkan Bupati Deli Serdang H. Ashari Tambunan pada tanggal 3 Oktober 2014 yang lalu yang telah berhasil meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Deli Serdang.

Opung Sari Basah Bang terdiri dari tiga akronim yang memiliki makna berbeda, tetapi mengandung satu maksud dan tujuan. Opung Sari adalah singkatan dari Operasi Pungut Sampah Setiap Hari, yang dilakukan oleh warga atau komunitas sekolah untuk mewujudkan sekolah bersih, terbebas dari masalah sampah. Opung Sari memiliki anak yang bernama LISA Iihat Sampah Ambil (dan buang ke tempat sampah). Melalui strategi atau gerakan Opung Sari, sekolah-sekolah di Kabupaten Deli Serdang menjadi bersih dan terbebas dari sampah yang berserakan. Perilaku budaya bersih tertanam pada warga sekolah.

BASAH merupakan akronim, yang bila dipanjangkan menjadi Bank Sampah Sekolah . Basah maknanya adalah pemberdayaan Bank Sampah Sekolah untuk mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan. Bank Sampah Sekolah menjadi bagian atau unit yang ada di sekolah, yang bertugas mengatasi masalah sampah dengan cara membeli sampah yang dihasilkan warga sekolah, kemudian setelah dibersihkan, dipilah dan dikelompokan berdasarkan jenisnya, kemudian kembali dijual kepada Bank Sampah Masyarakat atau pengumpul sampah dengan harga yang lebih tinggi sehingga memperoleh keuntungan. Melalui pemberdayaan Bank Sampah Sekolah, sampah berubah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis dan terkadang menjadi rebutan siswa di sekolah.

BANG adalah singkatan dari Pembinaan Berjenjang. Artinya sekolah berwawasan lingkungan kategori Adiwiyata Nasional yang ingin meraih Adiwiyata Mandiri, wajib melakukan pembinaan terhadap sekolah yang belum berwawasan lingkungan. Pembinaan berjenjang dilakukan untuk percepatan pertambahan sekolah berwawasan lingkungan di Kabupaten Deli Serdang. Strategi pembinaan dilakukan seperti MLM atau multi level marketing atau jaringan.

Ada berbagai masalah yang dihadapi sebelum dilaksanakan Opung Sari Basah Bang pada sekolah- sekolah yang ada Kabupaten Deli Serdang, yaitu :

  1. Sebagian besar lingkungan sekolah, gersang dan tandus. Pohon pelindung dan bunga hiasan di taman hampir tidak ada. Akibatnya hawa udara terasa panas. Hal ini berdampak kepada suasana pembelajaran di kelas. Siswa dan guru tidak nyaman dalam melaksanakan proses pembelajaran.
  2. Lingkungan sekolah kotor dan sampah yang dihasilkan warga sekolah tidak pernah terselesaikan dengan baik. arga sekolah tidak disiplin terhadap sampah yang dihasilkannya atau dilihatnya. Sampah sekolah biasanya dikumpul di tempat sampah kemudian dibakar.
  3. Warga sekolah khususnya siswa tidak peduli terhadap kebersihan sekolah. Kamar mandi kotor, WC banyak yang bau, sanitasi lingkungan tidak terjaga. Mereka menganggap bahwa kebersihan sekolah adalah adalah tanggung jawab petugas kebersihan yang telah diberikan gaji atau honorer untuk itu.
  4. Drainase air di lingkungan sekolah banyak yang tersumbat dan tidak terpelihara dengan baik. Bahkan ada sekolah yang tidak memiliki pembuangan limbah air hujan. Akibatnya bila hujan turun air menjadi tergenang dan lingkungan sekolah menjadi kotor.
  5. Rendahnya kesadaran warga sekolah tentang budaya hemat energi, penggunaan sumber daya air dan listrik di sekolah boros.
  6. Pengelolaan sekolah yang dilakukan sebagian besar kepala sekolah tidak berwawasan lingkungan. Sekolah tidak memiliki perencanaan yang jelas tentang penataan lingkungan sekolah yang bersih, hijau dan rindang. Kepala sekolah lebih fokus pada pembelajaran akademik dengan mengabaikan lingkungan.
  • Program MeSRA BerTUAH

MeSRA BerTUAH merupakan akronim dari : MeSRA (Mewujudkan Sekolah Ramah Anak) dan BerTUAH (Bersama Orang Tua, Masyarakat dan Sekolah). Program yang dicanangkan Bupati Deli Serdang H. Ashari Tambunan pada tanggal 9 November 2015 yang lalu, telah berhasil meningkatkan kualitas layanan pendidikan, khususnya upaya memberikan perlindungan terhadap anak di bidang pendidikan, membuat anak-anak bahagia, dan menjadikan sekolah sebagai rumah yang ramah dan taman belajar yang menyenangkan.

Ada beberapa hal yang melatarbelakangi lahirnya inovasi MeSRA BerTUAH, yaitu :

  1. Maraknya berita dan budaya kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah, baik kekerasan fsik, non fsik dan verbal (kata-kata), bahkan ada yang berujung dengan kematian. Hal ini menjadi persoalan yang serius dan sangat mengkhawatirkan, bukan hanya oleh orang tua, tetapi juga oleh sekolah.
  2. Pada tahun 2015 menurut Satgas Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Utara terjadi 225 kasus kekerasan yang terjadi terhadap anak di Sumatera Utara, sebanyak 34 kasus terjadi di Kabupaten Deli Serdang. Hal ini menunjukkan telah terjadi pelanggaran terhadap hak-hak anak yang akan membahayakan tumbuh kembang anak.
  3. Lingkungan sekolah belum menjadi tempat yang sepenuhnya aman bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan. Masih dijumpai tempat-tempat yang rawan di sekolah yang membahayakan keselamatan bagi anak-anak. Sarana dan prasarana sekolah juga belum ramah anak.
  4. Pembelajaran guru masih bersifat konvensional dan belum ramah anak. Hal ini secara psikologis akan membuat anak-anak tidak nyaman dan tidak merasakan kegembiraan ketika belajar.
  5. Dukungan orang tua terhadap pendidikan belum maksimal dan seakan ketika anak-anaknya sudah diantar ke sekolah, tugas orang tua sudah selesai.

Keunikan Inovasi

Program Cerdas, Opung Sari Basah Bang, MeSRA BerTUAH adalah inovasi asli Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang digali, digagas dan dicanangkan oleh Bupati Deli Serdang bersama Tim Dinas Pendidikan. Inovasi ini memiliki keunikan yang mungkin tidak akan sama dengan inovasi sejenis yang ada di tempat lain.

Keunikan Program Cerdas adalah :

  1. Gotong royong membangun pendidikan yang dikemas sedemikian rupa, menjadi gotong royong ala Cerdas baik gotong royong pengumpulan dana, maupun gotong royong rehabilitasi sekolah. Selama ini bila membangun pendidikan identik dengan menunggu dana dari APBD dan APBN.
  2.  Menyediakan dana stimulus/pancingan dari APBD yang diserahkan pada saat gotong royong Cerdas,
  3. Menghadirkan Bupati dan pejabat daerah pada saat dilaksanakan gotong royong Cerdas. Pada saat Bupati memberikan sumbangan dalam bentuk dana pancingan, biasanya diikuti oleh pejabat pemkab yang hadir dan masyarakat.

Keunikan Program Opung Sari Basah Bang adalah :

  1. Gerakan bersama opung sari sekolah melalui komunitas opung sari yang ada di setiap kelas. Komunitas opung sari yang ada di sekolah menelusuri sekolah untuk membersihkan atau mengutip sampah pada jadwal yang sudah ditentukan.
  2. Adanya Bank Sampah Sekolah yang dikelola seperti bank konvensional, di mana setiap siswa yang menjual sampahnya kepada bank sampah sekolah, mendapat rekening atau buku tabungan.
  3. Menggunakan prinsip Multi Level Marketing untuk melakukan percepatan pertambahan sekolah berwawasan lingkungan atau sekolah adiwiyata. Di mana setiap sekolah menuju Adiwiyata Mandiri, wajib melakukan pembinaan kepada 10 sekolah non Adiwiyata, dan kesepuluh sekolah yang dibina itu, wajib menjadi Adiwiyata Kabupaten.

Keunikan MeSRA BerTUAH :

  1. MeSRA BerTUAH adalah gerakan bersama warga sekolah untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak, dengan memberdayakan Paguyuban Orang Tua yang ada di setiap kelas, untuk secara bersama-sama berpartisipasi untuk kepentingan anak.
  2. MeSRA BerTUAH adalah kolaborasi berbagai program unggulan dari berbagai kementerian, yang dikemas sedemikian rupa, untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak, yaitu Sekolah Ramah Anak dari Kementerian PPPA, Sekolah Berwawasan ingkungan, Sekolah Aman Bencana, Pendidikan Keluarga dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sekolah Adiwiyata dari Kementerian ingkungan Hidup, Sekolah Sehat dari Kementerian Kesehatan, Kantin Sehat dari BPPOM, dan Program BERSERI (Bersih, Rapi, Sejuk, Rindang dan Indah) dari Pemkab Deli Serdang.
  3. MeSRA BerTUAH memiliki komponen yang komprehensif untuk meningkatkan pengelolaan sekolah dan membangun karakter siswa yaitu, Sekolah Ramah Anak, Sekolah Sehat, Sekolah Adiwiyata, Sekolah Aman Bencana, erakan iterasi Sekolah, Penguatan Pendidikan Karakter, dan Pendidikan Keluarga.

Strategi dalam Memberhasilkan Inovasi

Program Cerdas :

  1. Hadirkan Bupati dan pejabat daerah bersama masyarakatnya ketika pencanangan Program Cerdas dan gotong royong pengumpulan dana bagi berlangsungnya Program Cerdas. Menghadirkan seorang pemimpin (Bupati) di tengah orang yang dipimpinnya, secara psikologis akan mendekatkan hubungan pemimpin dengan rakyatnya, yang bisa dimanfaatkan untuk proses pembangunan,
  2. Ubah paradigma berfkir masyarakat yang selama ini beranggapan, bahwa pendidikan itu adalah taggung jawab pemerintah semata, menjadi pendidikan itu adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat,
  3. Gali potensi masyarakat yang bisa diberdayakan dalam melaksanakan Program Cerdas dan dorong masyarakat mau berpartisipasi,
  4. Tumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya arti sekolah dan pentingnya arti pendidikan,
  5. Berikan dana Stimulus dari APBD ketika bergotong royong penggalangan dana bagi berlangsungnya program Cerdas. Dana stimulus yang diberikan Bupati akan memancing masyarakat untuk ikut menyumbang,
  6. Bentuk erakan Masyarakat Peduli Pendidikan (  MPP) dan Asosiasi Pengusaha Peduli Pendidikan (APPP) dan Bentuk Panitia Cerdas di tingkat sekolah dan laporkan hasilnya ke masyarakat.

Program Opung Sari Basah Bang :

  1. Kuatkan komitmen sekolah untuk melaksanakan program sekolah berwawasan lingkungan. Tanpa komitmen bersama sulit untuk mencapai perubahan. Komitmen dan kemampuan manajerial kepala sekolah sangat menentukan keberhasilan program ini. Karena itu integritas dan konsistensi kepala sekolah harus dikuatkan untuk keberhasilan program,
  2. Bentuk Tim Sekolah untuk mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan. Pastikan seluruh bagian bekerja dan berfungsi sebagai mana mestinya. Ada yang menangani masalah kerindangan, bank sampah, pengomposan, green house, penataan lingkungan, biopori, apotek hidup dan sebagainya,
  3. Lakukan penghijauan sekolah melalui erakan Menanam dan Menumbuhkan Pohon agar sekolah menjadi hijau dan rindang. ibatkan siswa, orang tua, dan komite sekolah. Pelihara dan rawat pohon tersebut sehingga tetap tumbuh dan menjadi rindang,
  4. Canangkan OPUN SARI (Operasi Pungut Sampah Setiap Hari) dan bentuk komunitas OPUNG SARI di sekolah, melalui ISA (Lihat Sampah Ambil) dan masukkan ke dalam tong sampah. Jadikan hal ini sebagai pembiasaan untuk mengubah perilaku warga sekolah terhadap sampah,
  5. Bentuk Bank Sampah Sekolah, kelola Bank Sampah tersebut seperti Bank konvensional, berdayakan petugasnya untuk membeli sampah dari warga sekolah, kemudian membersihkannya, memilah, mengelompokkan untuk kemudian dijual kembali ke Bank Sampah yang lebih besar atau pengumpul sampah,
  6. Lakukan pembinaan terhadap sekolah yang sudah dipersiapkan untuk menjadi sekolah berwawasan lingkungan. Dinas Pendidikan melakukan pembinaan secara keseluruhan melalui kegiatan sosialisasi, kunjungan, supervisi, reward dan punishmen. Sekolah yang telah meraih Adiwiyata Nasional menuju Adiwiyata Mandiri membina dan mendampingi 10 sekolah non adiwiyata agar menjadi adiwiyata Kabupaten. Sekolah pembina memiliki program tersendiri dan bertanggung jawab terhadap sekolah binaannya,
  7. Berikan reward dan punishmen bagi sekolah yang telah berhasil memperoleh Adiwiyata.

Program MeSRA BerTUAH:

  1. 1. Kuatkan komitmen warga sekolah untuk mengimplementasikan erakan MeSRA BerTUAH,
  2. 2. Bentuk Tim MeSRA BerTUAH di tingkat Kabupaten dan Sekolah,
  3. Bentuk Paguyuban Orang Tua pada setiap kelas,
  4. Lakukan komunikasi, koordinasi dan kerjasama dengan stakeholder terkait untuk mendukung gerakan MeSRA BerTUAH.

Implementasi Inovasi

Program Cerdas :

  1. Pencananganan Program Cerdas sebagai sebuah gerakan baru, gerakan bersama dalam bidang pendidikan melalui pemberdayaan dan peningkatan peran serta masyarakat di bidang pendidikan oleh Bupati Deli Serdang. Setiap pencanangan Program CERDAS di setiap kecamatan, Bupati Deli Serdang selalu menghadirkan pejabat-pejabat daerah untuk memberi semangat dan motivasi bagi masyarakat dalam mengimplementasikan Program CERDAS,
  2. Pembentukan Gerakan Masyarakat Peduli Pendidikan ( GMPP) di tingkat Kabupaten oleh Bupati Deli Serdang. GMPP Kabupaten berfungsi sebagai Team Penasehat Pelaksanaan Program CERDAS yang terdiri dari Bupati, akil Bupati, Sekretaris Daerah, Asisten Ahli, Muspida, Kepala SKPD, Dinas terkait, pengusaha dan masyarakat,
  3. Pembentukan GMMP Kecamatan.  GMPP Kecamatan berfungsi sebagai Team Pendukung, yang terdiri dari Camat, Muspika, Dinas terkait, Pengusaha, dan Masyarakat,
  4. Pembentukan MPP Desa, berfungsi sebagai Panitia Pelaksana, yang terdiri dari Kepala Desa, BPD,
  5. Pembentukan Asosiasi Pengusaha Peduli Pendidikan (APPP) yang merupakan wadah bersatunya pengusaha yang peduli terhadap pendidikan,
  6. Pendataan sekolah yang akan dilakukan rehabilitasi melalui Program Cerdas,
  7. Pelaksanaan Program Cerdas pada satu sekolah, yang dihadiri Bupati, pejabat daerah, kepala sekolah, masyarakat, pengusaha yang ada di sekitar sekolah. Pada saat ini dilakukan gotong royong pengumpulunan dana, dimana Bupati memberikan dana stimulus dari APBD yang biasanya diikuti oleh kepala dinas, kepala sekolah, pengusaha dan masyarakat yang hadir pada kegiatan itu,
  8. Laksanakan   otong royong rehabilitasi sekolah, sebagai tindak lanjut dari gotong royong pengumpulan dana,
  9. Peresmian sekolah dan pelaporan penggunaan dana kepada masyarakat.

Program Opung Sari Basah Bang :

  1. Tim Sekolah berwawasan lingkungan yang sudah terbentuk di sekolah, melakukan sosialisasi dan melakukan kajian kondisi lingkungan hidup sekolah, untuk mengetahui kondisi lingkungan sekolah pada hari ini, diantaranya masalah penataan lingkungan sekolah, masalah sampah, air, kantin sekolah, kerindangan, keanekaragaman hayati, dsb. Hasil kajian lingkungan ini digunakan untuk menentukan perubahan apa yang diperlukan dan sasaran apa yang akan dicapai.
  2. Menyusun menyusun rencana aksi pengembangan sekolah berwawasan lingkungan. Rencana aksi yang disusun harus realistis untuk dilaksanakan. Rencana aksi dibagi atas rencana aksi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang,
  3. Mengimplementasikan kebijakan sekolah berwawasan lingkungan, sarana-prasarana sekolah berwawasan lingkungan, kurikulum pembelajaran berwawasan lingkungan,
  4. Melaksanakan Opung Sari oleh Komunitas Opung Sari yang ada pada setiap kelas, yang dilanjutkan dengan penjualan sampah yang di dapat ke Bank Sampah Sekolah dan menerima buku tabungan,
  5. Tim Bank Sampah Sekolah melakukan pemilahan sampah dan secara berkala menjual ke Bank Sampah yang ada di masyarakat atau pengumpul sampah,
  6. Sekolah yang menuju adiwiyata mandiri melakukan pembinaan berjenjang terhadap sepuluh sekolah sebagai persyaratan menjadi Adiwiyata Mandiri,
  7. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi pencapaian indikator sekolah berwawasasan lingkungan,
  8. Menyampaikan loporan pencapaian sekolah berwawasan lingkungan kepada Dinas Pendidikan dan Badan ingkungan Hidup Kabupaten.

Di tingkat Kabupaten kegiatan yang dilakukan adalah

  1. Gerakan menanam satu miliar pohon yang telah dilaksanakan secara serentak oleh Bupati Deli Serdang pada seluruh kecamatan, desa, instansi pemerintahan, sekolah, dan fasilitas umum. Pada tahun 2015, Bupati Deli Serdang mendapat penghargaan dari Presiden RI atas partisipasi dan peran sertanya pada gerakan menanam satu miliar pohon di Indonesia. Pada saat ini gerakan diubah menjadi Kegiatan Menanam dan Menumbuhkan Pohon.
  2. Membentuk Tim Pembina Sekolah Berwawasan  ingkungan di tingkat Kabupaten
  3. Menetapkan sekolah calon sekolah berwawasan lingkungan, calon sekolah binaan dan sekolah pembina,
  4. Melakukan sosialisasi sekolah berwawasan lingkungan bagi sekolah yang telah ditetapkan,
  5. Melaksanakan pembinaan, pendampingan dan supervisi bagi sekolah berwawasan lingkungan
  6. Melaksanakan evaluasi dan hasil pembinaan dan usulan sekolah berwawasan lingkungan tingkat kabupaten,
  7. Menetapkan sekolah berwawasan lingkungan tingkat kabupaten melalui keputusan Bupati Deli Serdang, dan Melakukan pembinaan, pendampingan, dan supervisi bagi sekolah calon adiwiyata tingkat provinsi, nasional dan mandiri.

Program MeSRA BerTUAH :

  1. Tim MeSRA BerTUAH Kabupaten melakukan sosialisasi tentang erakan MeSRA BerTUAH ke sekolah-sekolah dan pemberian informasi tentang konvensi dan hak anak di bidang pendidikan, sesuai dengan undang-undang perlindungan anak ,
  2. Tim MeSRA BerTUAH tingkat sekolah menyusun rencana aksi implementasi gerakan MeSRA BeRTUAH di sekolah,
  3. Pencanangan atau Deklarasi Gerakan MeSRA BerTUAH se- Kabupaten Deli Serdang yang diikuti seluruh Sekolah, yang dihadiri pemerintah setempat, tokoh masyarakat dan paguyuban orang tua,
  4. Sosialisasi Pendidikan Keluarga kepada Paguyuban Orang Tua untuk mengundang keterlibatan orang tua dalam membantu pendidikan di sekolah,
  5. Implementasi Praktik Baik Komponene MeSRA BerTUAH di sekolah, seperti : Kegiatan Sekolah Ramah Anak,
  6. Pembinaan Pendidikan Keluarga, Penguatan Pendidikan Karakter, Sekolah Berwawasan         ingkungan, Sekolah Sehat, Sekolah Aman Bencana,           gerakan       literasi Sekolah, Outdoor Class Room Day,
  7. Pembinaan evaluasi gerakan MeSRA BerTUAH,
  8. Penetapan Sekolah Ramah Anak melalui  erakan MeSRA BerTUAH melalui Keputusan Bupati dan Kementerian PPPA.

E. Pokok Perubahan yang Dilakukan

Program Cerdas :

  1. Mengubah paradigma berfkir masyarakat bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga tanggung jawab masyarakat dan orang tua. Orang tua dan masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk membantu sekolah demi kepentingan pendidikan anaknya,
  2. Mengubah paradigma berfkir penyelanggara negara di daerah, bahwa membangun daerah itu tidak hanya menunggu anggaran dari APBN atau APBD. Masyarakat, orang tua, dan pengusaha peduli pendidikan, merupakan kekuatan yang besar yang bisa diberdayakan untuk melaksanakan pembangunan. Pemerintah daerah harus memiliki kreativitas untuk menggali potensi yang ada untuk kepentingan pembangunan,
  3. Membangun pendidikan secara bergotong royong dengan mensinergikan tiga pilar kekuatan dalam pembangunan, yaitu pemerintah, masyarakat dan pengusaha, sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong yang sekarang semakin ditinggalkan masyarakat, dan
  4. Mengubah performan dan fsik sekolah menjadi lebih baik dalam waktu yang lebih cepat dan singkat.

Program Opung Sari Basah Bang :

  1. Mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan melalui gerakan bersama warga sekolah,
  2. Dibentuknya Tim Opung Sari di setiap kelas yang bertugas menelusuri lorong-lorong sekolah, mencari sampah,
  3. Dibentuknya Bank Sampah Sekolah yang dikelola seperti bank konvensional, dimana setiap siswa menjual sampah memiliki buku tabungan. Melalui Bank Sampah Sekolah, persoalan sampah yang selama ini menjadi persoalan klasik di sekolah dapat diselesaikan. Kebersihan sekolah menjadi terjaga,
  4. Sampah menjadi benda yang berharga dan memiliki nilai ekonomis, dengan motto Sekolahku Bersih, Rupiahku Bertambah ,
  5. Melalui pola pembinaan berjenjang yang menggunakan model Multy evel Marketing, di mana setiap sekolah yang menuju Adiwiyata Mandiri, wajib membina dan mendampingi 10 sekolah untuk menjadi Adiwiyata Kabupaten, mempercepat terwujudnya sekolah berwawasan lingkungan atau Adiwiyata di Kabupaten Deli Serdang, dan
  6. Membangun karakter peserta didik dan warga sekolah, sambil melakukannya dalam berbagai aktivitas kegiatan, sehingga kesan yang ditimbulkannya lebih mendalam dan tahan lama.

 

Program MeSRA BerTUAH :

  1. Gerakan bersama warga sekolah, untuk tumbuh bersama dan memberikan perlindungan terhadap anak,
  2. Dibentuknya Paguyuban Orang Tua di setiap kelas, yang selalu hadir membantu sekolah demi kepentingan pendidikan anak-anaknya,
  3. Merupakan kolaborasi berbagai program unggulan, yang gerakannya secara komprehensif memberikan kekuatan tenaga untuk melakukan perubahan di sekolah,
  4. Memberikan penyadaran baru, bahwa orang tua, sekolah dan pemerintah harus hadir dan tumbuh bersama demi kepentingan pendidikan anak, sekaligus membuat anak tetap gembira dan bahagia ketika melaksanakan pendidikan.

Pemangku Kepentingan yang Terlibat

Pelaksanaan Inovasi Program Cerdas, Opung Sari Basah Bang, MeSRA BerTUAH : Mewujudkan DESA SATU melibatkan berbagai stakeholder, yang secara bersinergi memberi kekuatan untuk memberhasilkan inovasi yang dilakukan. Pemangku Kepentingan yang terlibat dalam melaksanakan inovasi ini adalah :

Program Cerdas :

  1. Stakeholder internal : adalah pemangku kepentingan yang merupakan perangka daerah Kabupaten Deli Serdang, yang memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan dan mendukung Program Cerdas, terdiri dari : Bupati Deli Serdang H. Amri Tambunan (penggagas Program Cerdas), akil Bupati, Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli, Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Kepala OPD Teknis Pendidikan, Camat, Kepala Desa, uru dan Kepala Sekolah,
  2. Stakeholder eksternal: adalah pemangku kepentingan yang bukan merupakan perangkat daerah Kabupaten Deli Serdang, tetapi mendukung pelaksanaan Program Cerdas, terdiri dari : DPRD, Muspida, Muspika, erakan Masyarakat Peduli Pendidikan, Asosiasi Pengusaha Peduli Pendidikan, Komite Sekolah, masyarakat umum, tokoh pemuda, pemuka agama dan orang tua siswa.

Program Opung Sari Basah Bang :

  1. Stakeholder internal terdiri dari : a) Bupati Deli Serdang H. Ashari Tambunan yang pada saat kunjungannya ke sekolah, merasa prihatin melihat banyak sekolah di Kabupaten Deli Serdang yang gersang, tandus dan kumuh. Kemudian memberikan masukan kepada Dinas Pendidikan membangun sekolah dengan konsep pembangunan berwawasan lingkungan. Untuk mengelola lingkungan secara terpadu, Bupati Deli Serdang kemudian menerbitkan Surat Keputusan No 2 1 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Pengelolaan Sampah dan lingkungan Hidup di Kabupaten Deli Serdang. Surat Keputusan ini menjadi acuan terpadu dalam mengelola sampah dan lingkungan hidup di Kabupaten Deli Serdang. Untuk mempertegaskan pengelolaan lingkungan hidup, pada tanggal 1 Mei 2015, Bupati Deli Serdang mencanangkan erakan : Deli Serdang BERSERI (Bersih, Rapi, Sejuk, Rindang, dan Indah), b). Dinas Pendidikan sebagai pembina sekolah berwawasan lingkungan di Kabupaten Deli Serdang, dengan Pembentukan Tim Adiwiyata Kabupaten Deli Serdang melalui Keputusan Kepala Dinas Pendidikan, c) Tim Opung Sari, yang terdiri dari Kepala Sekolah, uru, pegawai Tata Usaha, Siswa, Komite Sekolah dan Masyarakat sekitar sekolah. Stakeholder sekolah penanggung jawab sekaligus pelaksana bagi terwujudnya sekolah berwawasan lingkungan di Kabupaten Deli Serdang. Sekolah adalah ujung tombak pembangunan sekolah berwawasan lingkungan,

2. Stakeholder Eksternal, terdiri dari : a) Badan  Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Deli Serdang berperan sebagai pembina, pendamping, sekaligus narasumber bagi terwujudnya sekolah berwawasan lingkungan. BLH berperan melakukan sosialisasi sekolah berwawasan lingkungan di tingkat kabupaten, melakukan pendampingan, monitoring dan evaluasi pelaksanaan sekolah berwawasan lingkungan. BLH menilai sekolah adiwiyata tingkat kabupaten, b) Badan lingkungan hidup Provinsi Sumatera Utara, sebagai penilai dan memberi masukan dalam pengembangan sekolah berwawasan lingkungan. BLH Provinsi menilai sekolah adiwiyata tingkat provinsi, c