Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

LIMBAH KULIT KELAPA UNTUK PEWARNAAN PADA KAIN RAMAH LINGKUNGAN AGAR TIDAK MENIMBULKAN PENCEMARAN

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Daerah lainnya sesuai Urusan Pemerintah
Tujuan Inovasi :

1. Memanfaatkan kearifan lokal dengan menggunakan bahan baku yang ada disekitar lingkungan desa Binjai baru.

2. Bahan baku kulit kelapa ini diperoleh dari limbah UKM Diva Al barokah yg sudah tidak terpakai.

3. Meningkatkan nilai jual kain Karena memiliki story pada pewarnaan yang digunakan.

4. Kepedulian akan kesehatan para pengrajin kain.

5. menjaga lingkungan, mencegah pencemaran dengan menggunakan bahan ramah lingkungan.

Manfaat Inovasi :

1. unik dan bernilai jual.

2. ekonomis Hanya menggunakan 1 bahan kulit kelapa bs mengasilkan beberapa warna.

3. mengurangi limbah kulit kelapa, mengolahnya menjadi pewarna sehingga lebih cepat terurai.

4. lebih aman untuk kesehatan pemakai kain karena aman bagi kulit.

5. pengrajin kain dapat lebih sehat karena uap perebusan aman dihirup sehingga pengrajintidak perlu menggunakan masker dan proses pencelupan juga bisa langsung dilakukan dengan tangan sehingga mengurangi ketergantungan menggunakan sarung tangan karet/plastik yang malah mengakibatkan sampah baru.

6. Bila digunakan dengan benar, pewarnaan kulit kelapa ini bisa disimpan sehingga pencelupan dapat dilakukan berulang ulang, sisa pewarnaan bisa terurai sehingga tidak akan cemari lingkungan.

Hasil Inovasi :

a. Limbah kulit kelapa muda milik Diva Al barokah bisa dibeli sehingga mereka juga mendapatkan keuntungan dari penjualan kulit kelapa muda tersebut.

b. Pembeli kain lebih merasa aman untuk kesehatannya.

c. Biaya produksi jauh lebih murah sehingga harga pokok produksi (HPP) dapat lebih terjangkau oleh masyarakat.

d. Mewariskan bumi , air , tanah yang sehat kepada generasi mendatang.

Waktu Uji Coba : 2021-08-02
Waktu Implementasi : 2021-08-02
Rancang Bangun Inovasi :

Pewarnaan sintetis Permasalahan terbesar industri tekstil di indonesia adalah terus-menerus menggunakan pewarna sintetik atau kimia dan hal ini dapat berakibat pencemaran lingkungan bahkan hingga kesehatan pengrajin yang semakin hari semakin menurun. Pembuatan warna dengan memanfaatkan bahan natural akan semakin sering digunakan, antara lain, untuk kesehatan dan lingkungan. Bahan kimia ini dapat menembus kulit dan secara terus-menerus akan terserap. Apa pun yang menempel pada kulit akan masuk ke dalam tubuh. Jika memakai pakaian yang dilapisi bahan kimia beracun, kemungkinan bahan kimia akan menyerap melalui kulit dan tubuh akan memprosesnya. Sementara itu, belum ada bukti yang menghubungkan racun dalam pakaian akan berdampak langsung pada masalah kesehatan. Hasil studi yang ada cukup menggelisahkan, beberapa bahan kimia dalam pakaian dapat menyebabkan kanker pada tikus, juga bagi para pekerja yang bekerja sepanjang hari. Dalam jangka pendek, bahan kimia ini dapat menyebabkan reaksi alergi dan iritasi. Misalnya, formaldehida, yang sering ditemukan pada bahan yang mengklaim tidak mudah kusut. Menurut laporan dari National Industrial Chemicals Notification and Assessment Scheme, Pewarna Sintetik Dalam Pakaian dalam pakaian dapat menimbulkan iritasi mata dan hidung, juga reaksi alergi pada kulit. Pewarna yang digunakan untuk mempertegas sesuatu bahan perwarna. Sifatnya, ada yang larut dan tidak larut. Misalnya, warna dalam cat. Bahan pewarna dari sintetis itu sengaja dibuat secara khusus dari senyawa-senyawa turunan protenium. Pewarna tersebut mudah larut. Pembentukan pewarna bahan sintetis juga sangat sederhana dan praktis. Tentunya, ada pula bahan pewarna nonsintetis yang lebih ramah (lingkungan), misalnya dari tumbuhan atau hewan. Apa Bahaya Penggunaan Pewarna Yang Berasal Dari Bahan Sintetis? Kandungan warna yang berasal dari bahan sintetis tidak bisa didegradasi atau tidak diperbarui. Selain itu, kandungan logam berat yang ada sangat tidak baik bagi kesehatan manusia. Antara lain dapat menimbulkan kanker, menyerang saraf otak, dan dapat mematikan organisme di lingkungan. Pewarnaan Alami Faktor kesehatan jadi alasan utama digunakannya pewarnaan dengan bahan alami. Hal itu juga menambah nilai estetis kerajinan tersebut. Bahan pewarna kain atau jenis kerajinan bisa diambil dari akar, kulit, atau batang. Kelebihan Penggunaan Warna Alam Alam kita kaya akan berbagai jenis flora sehingga bisa dimanfaatkan, antara lain, sebagai bahan perwarna. Kelebihan pewarna alami ini adalah ramah lingkungan, tidak membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan, serta bisa mengalihkan bahan pewarna yang berasal dari minyak bumi. Penggunaan warna berbahan natural akan semakin sering digunakan dengan pertimbangan utama untuk kesehatan manusia dan lingkungan. Bahan pewarna alam yang digunakan untuk mewarnai tekstil berasal dari daun, kayu, kulit kayu, buah, atau bunga. Contoh tanaman yang sering dimanfaatkan sebagai pewarna alami tekstil yaitu secang, kunyit, tarum atau indigofera, kesumba, dan masih banyak lagi yang lain.