Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

GEMA PENTING (Gerakan Bersama Penurunan Stunting)

Tahapan Inovasi : Uji Coba
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : Kepala Daerah
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

Melakukan upaya percepatan penurunan stunting melalui konvergensi penurunan stunting terintegrasi

Manfaat Inovasi :

Balita bebas stunting

Hasil Inovasi :

Angka stunting di batubara sebesar 18.35% berdasarkan nama dan alamat balita stunting

Waktu Uji Coba : 2022-01-17
Waktu Implementasi : 2022-01-17
Rancang Bangun Inovasi :

Stunting menurut Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan.

Penurunan Stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak. Stunting mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal. Hal ini berisiko menurunkan produktivitas pada saat dewasa. Stunting juga menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit. Anak stunting berisiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya. Bahkan, Stunting dan berbagai bentuk masalah gizi diperkirakan berkontribusi pada hilangnya 2-3% Produk Domestik Bruto (PDB) setiap tahunnya.

Prevalensi Stunting selama 10 tahun terakhir menunjukkan tidak adanya perubahan yang signifikan dan ini menunjukkan bahwa masalah Stunting perlu ditangani segera. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan 30,8% atau sekitar 7 juta balita menderita Stunting. Masalah gizi lain terkait dengan Stunting yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat adalah anemia pada ibu hamil (48,9%), Berat Bayi Lahir Rendah atau BBLR (6,2%), balita kurus atau wasting (10,2%) dan anemia pada balita.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) di Kabupaten Batu Bara tahun 2019 sebesar 31,88% dan tahun 2021 sebesar 30,9%. Hasil ini menunjukkan, bahwa penurunan prevalensi Stunting hanya sebesar 0,98%, sedangkan target nasional untuk penurunan Stunting sampai tahun 2024 adalah 14%. Untuk itu Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana akan melakukan berbagai upaya dalam percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Batu Bara.

Upaya percepatan penurunan Stunting dilakukan melalui dua intervensi, yaitu intervensi gizi spesifik untuk menyasar penyebab langsung dan intervensi gizi sensitif untuk menyasar penyebab tidak langsung. Selain mengatasi penyebab langsung dan tidak langsung, diperlukan prasyarat pendukung yang mencakup komitmen politik dan kebijakan untuk pelaksanaan, keterlibatan pemerintah dan lintas sektor, serta kapasitas untuk melaksanakan. Penurunan Stunting memerlukan pendekatan yang menyeluruh, yang harus dimulai dari pemenuhan prasyarat pendukung.