Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

PATAS (Pelayanan yang Akurat, Terintegrasi, Aman & Sistematis)

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : ASN
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

Tujuan dalam melakukan aksi perubahan yang dilakukan diselaraskan dengan Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara dan juga Tujuan dari RSU Haji Medan, Pelatihan Kepemimpinan Administrator

Angkatan I Tahun 2022, adalah sebagai berikut:

1. Terwujudnya pelayanan kesehatan di RSU Haji Medan yang profesional, ramah dan empati;

2. Terpenuhinya RSU Haji Medan yang memiliki sumber daya yang sesuai dengan standar Rumah sakit kelas B;

3. Terpenuhinya ketersediaan sumber daya Rumah Sakit Haji (RSU) Medan sesuai dengan standar Rumah Sakit Kelas B;

4. Terpenuhinya tata kelola RS yang didukung teknologi informasi.

5. Terwujudnya perubahan bagi organisasi yang dipimpin untuk menjadi organisasi yang adaptif.

6. Terciptanya kolaborasi antar stakeholder internal dan eksternal sebagai tim perubahan di dalam mengoptimalkan kinerja layanan IGD di RSU Haji Medan.

7. Tercapainya target pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Bidang Penunjang Medis dan Akademik khususnya di dalam mengoptimalkan dan meningkatkan kinerja layanan IGD di RSU Haji Medan secara akurat, terintegrasi, aman dan sistematis

Manfaat Inovasi :

1. Manfaat untuk Stakeholder

a) Terlaksananya peningkatan kualitas SDM Petugas Medis di Layanan IGD melalui kegiatan Optimalisasi Kinerja Pelayanan Instalasi GAWAT DARURAT dengan Proses Patas (Pelayanan Yang Akurat, Terintegrasi, Aman dan Sistematis);

b) Diharapkan Inovasi yang dilakukan mampu menjadi contoh bagi Rumah Sakit lain untuk melakukan optimalisasi pelayanan publik yang berkualitas dan prima, khususnya yang berhubungan dengan pelayanan di IGD;

2. Manfaat untuk Masyarakat yaitu :

a) Memudahkan masyarakat, praktis dan efisien;

3.  Manfaat untuk Organisasi

a) Bagi Organisasi Perangkat Daerah RSU Haji Medan Prov. Sumatera Utara

adalah:

Meningkatnya kapasitas petugas medis dalam melakukan optimalisasi

pelayanan publik, khususnya pelayanan di IGD;

- Terciptanya inovasi dalam hal pelayanan publik yang efektif dan efisien dalam mendukung inisiasi peningkatan kompetensi petugas medis dan juga kinerja RSU Haji Medan.

- Memberikan masukan kepada Manajemen RSU Haji Medan untuk merevisi alur pelayanan IGD (Triase) dan SOP layanan OGD yang lebih efisien dan efektif dengan tidak menghilangkan kualitas pelayanan pasien

di IGD berdasarkan proses PATAS (Pelayanan Yang Akurat, Terintegrasi, Aman Dan Sistematis).

- Sebagai dasar pertimbangan bagi RSU Haji Medandalam merancang dan mendesain Standar Operasional Prosedur (SOP) di bidang pelayanan kegawatdaruratan dan pengetahuan bagi Petugas Medis tentang faktor

faktor yang mempengaruhi penerapan Triase di IGD RSU Haji Medan.

- Meningkatkan kemampuan kinerja perawat terutama di IGD RSU Haji Medan sehingga terselenggara pelayanan cepat, responsif, tepat dan mampu menyelamatkan pasien gawat darurat di RSU Haji Medan.

- Meningkatkan mutu dan mempercepat proses pelayanan RSU Haji Medan.

c) Bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara adalah mampu meningkatkan pelayanan masyarakat di wilayah Prov. Sumatera Utara yang menggunakan layanan kesehatan di RSU Haji Medan secara efektif dan efisien serta meningkatkan kinerja petugas medis, sehingga terwujudnya masyarakat Sumatera Utara memiliki

kesehatan yang berkualitas dan prima sesuai dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara.

Hasil Inovasi :

Aksi Perubahan yang dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Haji Medan adalah Optimalisasi Kinerja Pelayanan Instalasi IGD Dengan Proses PATAS (Pelayanan yang Akurat, Terintegrasi, Aman dan Sistematis). Capaian yang diperoleh dari Aksi Perubahan ini telah memberikan manfaat, antara lain:

1) Meningkatnya kinerja pelayanan IGD yang berkualitas dengan mengutamakan keselamatan dan kepuasan pasien;

2) Meningkatnya kapasitas dan kompetensi SDM Petugas Medis yang professional untuk menunjang Pelayanan di IGD;

3) Berkurangnya Length of Stay (waktu tunggu) pasien di ruangan IGD;

4) Terlaksananya peningkatan kualitas SDM Petugas Medis di Layanan IGD;

5) Terciptanya inovasi dalam hal pelayanan publik yang efektif dan efisien dalam mendukung inisiasi peningkatan kompetensi petugas medis dan juga kinerja RSU Haji Medan;

6) Meningkatnya kapasitas petugas medis dalam melakukan optimalisasi pelayanan publik, khususnya pelayanan di IGD;

7) Meningkatnya kinerja khususnya kepatuhan Petugas Medis terhadap pelaksanaan prosedur, pengawasan dan keselamatan pasien, khususnya di Instalasi Gawat Darurat;

8) Promosi Layanan IGD RSU Haji Medan melalui Marketing via Videotron

Waktu Uji Coba : 2022-03-01
Waktu Implementasi : 2022-03-15
Rancang Bangun Inovasi :

Dalam pelaksanaan Pelayanan Kesehatan yang Profesional Ramah dan Empati

sesuai dengan Sasaran strategi menunjukkan bahwa Target Capaian Indikator Kinerja

“Persentase terlaksananya SPM” Sesuai dengan Kepmenkes RI Nomor:

129/Menkes/SK/II/2008 dan Peraturan Gubernur Provsu no 17 tahun 2014 tentang

Standar Pelayanan Minimal RSU Haji Medan, dimana mewajibkan Rumah Sakit

untuk melaporkan segala bentuk aktivitas pelayanan di Rumah Sakit melalui

pengukuran 21 jenis pelayanan baik pelayanan, sarana dan prasarana, administrasi,

maupun SDM. 

khususnya di Layanan IGD menggunakan lembar

observasi dan Stopwatch. Lembar observasi response time berisi tentang waktu tanggap

(response time) yang di terima setiap pasien yang diukur dengan menggunakan

Stopwatch.Standar waktu yang digunakan yakni ≤ 5 menit sesuai dengan Keputusan

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2009. Penilaian dalam lembar

observasi ini yaitu “cepat (≤ 5 menit)” dan “lambat (> 5 menit)”, ditemukan bahwa

response time belum menunjukkan hasil yang optimal jika dilihat dari fenomena yang

terjadi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Haji Medan, dan hal ini berdampak

terhadap lamanya waktu tunggu (Lenght of Stay) pasien di ruang IGD.