Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

TOR-TOR LIBAS TB

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

1. Tujuan Umum

Menurunkan angka kesakitan dan angka kematian dengan cara memutuskan mata rantai penularan sehingga penyakit TB tidak lagi merupakan masalah kesehatan masyarakat

2. Tujuan Khusus

  • Tercapainya cakupan penemuan penderita secara bertahap di Wilayah KerjaUPTD Puskesmas Panyabungan Jae.
  • Tercapainya angka kesembuhan minimal 85% dari semua penderita baru BTA positif yang ditemukan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Panyabungan Jae.
Manfaat Inovasi :
  1. Tercapainya cakupan penemuan penderita secara bertahap di UPTD Puskesmas Panyabungan Jae
  2. Tercapainya angka kesembuhan minimal 85 dari semua penderita baru BTA positif yang ditemukan di UPTD Puskesmas Panyabungan Jae

  3. Menurunkan angka kesakitan dan angka kematian dengan cara memutuskan mata rantai penularan sehingga penyakit TB, tidak lagi merupakan masalah kesehatan masyarakat

  4. Memudahkan masyarakat untuk mengakses pelayanan kesehatan (tidak perlu datang ke Puksesmas untuk memeriksakan sputum).

  5. Mendapatkan edukasi kesehatan khususnya tentang TB dan juga mendapatkan makanan tambahan pada saat TB Day di puskesmas dilaksanakan.

  6. Sebagai salah satu upaya untuk membantu menggalakkan program pemerintah dalam hal pecegahan dan penanggulangan tuberkulosis.

 

Hasil Inovasi :

Setelah dilakukan inovasi TOR-TOR LIBAS TB, cakupan angka penemuan kasus pada tahun 2020 sebesar 83 dari 288 (28,8%) dan cakupan keberhasilan pengobatan sebesar 66,3%. Dan untuk cakupan penemuan kasus TB pada tahun 2021 sebesar 97 dari 288 orang (33,7%) dan cakupan keberhasilan pengobatan sebesar 88,2%. Sedangkan tahun 2022 cakupan penemuan kasus TB sebesar 146 orang dari 292 orang (50%).

Waktu Uji Coba : 2019-08-07
Waktu Implementasi : 2022-01-10
Rancang Bangun Inovasi :

        

Pada tahun 2019, penduduk di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Panyabungan Jae berjumlah 68.768 jiwa. Jumlah penderita kasus TB yang ditemukan hanya 53 orang dari jumlah sasaran 274 orang (19%). Rendahnya capaian kinerja TB tersebut disebabkan oleh beberapa masalah diantaranya kurang terjaringnya pasien baru TB, Jumlah kader TB terbatas, kurang maksimalnya penyuluhan TB, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang TB, masyarakat malas berobat ke puskesmas, malu untuk memeriksakan dahak ke puskesmas, beberapa tersangka TB tidak kembali untuk mengumpulkan sampel dahak, kurangnya media informasi yang bisa diakses semua lapisan masyarakat dan ketikseimbangan jumlah petugas TB dengan wilayah kerja puskesmas.

Sebagai upaya dalam memecahkan masalah di atas, UPTD Puskesmas Panyabungan Jae meluncurkan inovasi TOR-TOR LIBAS TB pada tahun 2019 dan masih berlanjut serta diperbaharui pada tahun 2020. Adapun pembaharuan inovasi tersebut dengan membuat ruang khusus untuk pengambilan dahak bagi terduga dan penderita TB, sehingga mereka memiliki ruangan yang terpisah dari ruangan yang lain yang bertujuan / sebut dengan pojok TB. Dan juga pembaharuan yang kedua, menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah Panyabungan dalam melakukan pemeriksaan spesimen pertama menggunakan alat TCM melalui aplikasi sitrust TB. Sehingga langsung bisa menjaring pasien MDR TB. Inovasi ini dibuat untuk meningkatkan cakupan indikator kinerja TB di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Panyabungan Jae.

Setelah dilakukan inovasi TOR-TOR LIBAS TB, cakupan angka penemuan kasus pada tahun 2020 sebesar 83 dari 288 (28,8%) dan cakupan keberhasilan pengobatan sebesar 66,3%. Dan untuk cakupan penemuan kasus TB pada tahun 2021 sebesar 97 dari 288 orang (33,7%) dan cakupan keberhasilan pengobatan sebesar 88,2%. Sedangkan tahun 2022 cakupan penemuan kasus TB sebesar 146 orang dari 292 orang (50%). Ada kenaikan setiap tahunnya, namun belum mencapai target nasional penanggulangan TB. Sehingga inovasi ini masih perlu digali apa saja kelemahannya, serta dapat diperbaiki untuk meningkatkan cakupan kinerja program TB.

Dan pada tahun 2023 dilakukan lagi pembaharuan inovasi dengan adanya kolaborasi program TB dan program HIV/ AIDS. Seluruh pasien yang positif TB akan dilakukan pemeriksaan HIV.