Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

CODE PERI (Cegah obati diabetes dan hipertensi)

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

1.    Tujuan Inovasi

Untuk mendeteksi, mencegah dan mengobati  kejadian hipertensi dan diabetes sehingga bisa menurunkan angka kejadian hipertensi dan diabetes di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Siabu.

2.    Sasaran Inovasi

Seluruh sasasaran Posbindu PTM (masyarakat berusia 15 sampai 60 Tahun) di Wilayah Kerja UPTD Puskemas Siabu.

 

 

Manfaat Inovasi :

a.    Dengan adanya CODE PERI, UPTD Puskesmas Siabu berharap dapat menurunkan angka kejadian hipertensi dan Diabetes khususnya di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Siabu sehingga bisa menciptakan terjadinya masyarakat yang sehat dan berkualitas serta produktif di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Siabu khususnya dan di Kabupaten Mandailing Natal umunya.

Hasil Inovasi :

Dengan adanya CODE PERI, UPTD Puskesmas Siabu berharap dapat menurunkan angka kejadian hipertensi dan Diabetes khususnya di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Siabu sehingga bisa menciptakan terjadinya masyarakat yang sehat dan berkualitas serta produktif di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Siabu khususnya dan di Kabupaten Mandailing Natal umunya.

Waktu Uji Coba : 2021-11-25
Waktu Implementasi : 2022-01-10
Rancang Bangun Inovasi :

Hipertensi atau tekanan darah tinggi, sering disebut sebagai “the silent killer karena sering tanpa keluhan. Hipertensi menjadi kontributor tunggal utama untuk penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke di Indonesia.

Seseorang didiagnosis hipertensi jika hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan hasil tekanan sistol (angka yang pertama) ≥ 140 mmHg dan/atau tekanan diastol (angka yang kedua) ≥ 90 mmHg pada lebih dari 1(satu) kali kunjungan.

Sedangkan diabetes melitus menurut WHO (2019), apabila dalam pemeriksaan kadar gula darah ditemukan nilai pemeriksaan kadar gula darah anteprandial ≥ 126 mg/dl, dua jam setelah makan ≥ 200 mg/dl dan kadar gula darah acak ≥ 200 mg/dl.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018) prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%. Ini mengalami peningkatan dibandingkan prevalensi hipertensi pada Riskesdas Tahun 2013 sebesar 25,8%. Diperkirakan hanya 1/3 kasus hipertensi di Indonesia yang terdiagnosis, sisanya tidak terdiagnosis.

Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa prevalensi diabetes melitus di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter pada umur 15 tahun sebesar 2%. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan prevalensi diabetes melitus pada penduduk 15 tahun pada hasil Riskesdas 2013 sebesar 1,5%. Namun prevalensi diabetes melitus menurut hasil pemeriksaan gula darah meningkat dari 6,9% pada 2013 menjadi 8,5% pada tahun 2018. Angka ini menunjukkan bahwa baru sekitar 25% penderita diabetes yang mengetahui bahwa dirinya menderita diabetes.

Peningkatan angka kejadian hipertensi dan diabetes yang tertera diatas, membuat penanggungjawab program PTM UPTD Puskesmas Siabu merasa tertantag untuk membuat suatu inovasi yang bisa menurunkan angka kejadian Hipertensi dan Diabetes khususnya di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Siabu.