Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

Implementasi Sistem Smart Garden Berbasis Arduino dan IoT: Rancang Bangun Otomatisasi Pertanian dengan Kontrol Aplikasi

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : Masyarakat
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

Tujuan inovasi daerah ini adalah untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian melalui implementasi sistem smart garden berbasis Arduino dan IoT. Sistem ini dirancang untuk mengotomatiskan proses pertanian dengan kontrol aplikasi, memungkinkan petani untuk mengelola kebun mereka dari jarak jauh. Dengan penggunaan sensor dan teknologi IoT, sistem ini dapat memantau kondisi lingkungan secara real-time dan melakukan tindakan yang diperlukan, seperti penyiraman atau pemupukan, secara otomatis. Diharapkan inovasi ini dapat membantu petani meningkatkan hasil panen, mengurangi biaya produksi, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya air, sehingga berkontribusi pada kemandirian pangan dan pembangunan pertanian berkelanjutan di daerah.

Manfaat Inovasi :

Manfaat Inovasi Daerah:

Inovasi ini memberikan sejumlah manfaat signifikan bagi daerah. Pertama, dengan mengimplementasikan sistem smart garden, produktivitas pertanian diharapkan meningkat secara substansial. Otomatisasi proses pertanian memungkinkan penggunaan sumber daya seperti air dan pupuk secara lebih efisien, sehingga hasil panen menjadi lebih optimal. Kedua, efisiensi penggunaan sumber daya juga berdampak pada pengurangan biaya produksi. Petani dapat menghemat pengeluaran untuk tenaga kerja manual dan pemborosan sumber daya. Ketiga, inovasi ini mendukung kemandirian pangan daerah. Masyarakat dapat memproduksi pangan sendiri dengan lebih mudah, terutama di wilayah perkotaan dengan lahan terbatas. Keempat, sistem smart garden mendorong pengembangan pertanian urban yang berkelanjutan, yang semakin relevan dengan pertumbuhan populasi dan keterbatasan lahan. Terakhir, inovasi ini meningkatkan adopsi teknologi di sektor pertanian, yang pada akhirnya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di daerah.

Hasil Inovasi :

Hasil utama dari inovasi ini adalah terimplementasinya sistem smart garden yang berfungsi dengan baik. Sistem ini mencakup perangkat keras berbasis Arduino dan IoT, serta aplikasi kontrol pertanian yang mudah digunakan. Aplikasi ini memungkinkan petani untuk memantau dan mengontrol kebun mereka dari jarak jauh, menerima data real-time mengenai kondisi lingkungan, dan mengatur tindakan otomatis seperti penyiraman dan pemupukan. Selain itu, inovasi ini menghasilkan model pertanian otomatis yang dapat direplikasi dan diterapkan di wilayah lain. Secara konkret, hasil panen di lahan pertanian yang menggunakan sistem ini meningkat secara signifikan, sementara penggunaan air dan pupuk menurun drastis. Inovasi ini juga meningkatkan kesadaran dan minat petani terhadap penggunaan teknologi IoT dalam pertanian.

Waktu Uji Coba : 2024-04-03
Waktu Implementasi : 2024-09-09
Rancang Bangun Inovasi :

Rancang Bangun:

  1. Perangkat Keras (Hardware):
    • Penggunaan mikrokontroler Arduino sebagai otak dari sistem, yang bertugas mengontrol dan memproses data dari sensor.
    • Pemasangan berbagai sensor, seperti sensor kelembaban tanah, sensor suhu dan kelembaban udara, serta sensor cahaya, untuk memantau kondisi lingkungan kebun secara real-time.
    • Pemasangan aktuator, seperti pompa air dan katup solenoida, untuk melakukan tindakan otomatis seperti penyiraman dan pemupukan.
    • Penggunaan modul komunikasi IoT (misalnya, WiFi atau GSM) untuk mengirim data sensor ke server dan menerima perintah dari aplikasi.
  2. Perangkat Lunak (Software):
    • Pengembangan aplikasi seluler (Android atau iOS) yang memungkinkan petani untuk memantau dan mengontrol kebun mereka dari jarak jauh.
    • Pengembangan dashboard berbasis web untuk menampilkan data sensor dan memberikan informasi visual kepada petani.
    • Pengembangan algoritma kontrol otomatis yang mengatur tindakan aktuator berdasarkan data sensor.
    • Pengembangan sistem penyimpanan data (database) untuk menyimpan data sensor dan riwayat tindakan.
  3. Integrasi Sistem:
    • Integrasi perangkat keras dan perangkat lunak untuk menciptakan sistem yang berfungsi secara keseluruhan.
    • Pengembangan antarmuka pengguna (UI) yang intuitif dan mudah digunakan.
    • Pengujian dan validasi sistem untuk memastikan keandalan dan akurasi.

Pokok Perubahan yang Dilakukan:

  1. Otomatisasi Proses Pertanian:
    • Perubahan dari metode pertanian manual menjadi metode pertanian otomatis yang dikontrol oleh sistem cerdas.
    • Pengurangan ketergantungan pada tenaga kerja manual untuk tugas-tugas rutin seperti penyiraman dan pemupukan.
  2. Penggunaan Teknologi IoT:
    • Penerapan teknologi IoT untuk memantau dan mengontrol kebun dari jarak jauh, meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas.
    • Pengumpulan data real-time mengenai kondisi lingkungan kebun, yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.
  3. Pengoptimalan Penggunaan Sumber Daya:
    • Perubahan dari penggunaan air dan pupuk yang berlebihan menjadi penggunaan yang lebih efisien dan tepat sasaran.
    • Pengurangan pemborosan sumber daya dan dampak negatif terhadap lingkungan.
  4. Peningkatan Aksesibilitas Informasi:
    • Penyediaan informasi mengenai kondisi kebun secara real-time melalui aplikasi seluler dan dashboard web.
    • Peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan kebun.
  5. Peningkatan Produktivitas dan Kualitas Hasil Panen:
    • Perubahan dari metode pertanian tradisional menjadi metode pertanian modern yang lebih produktif dan berkualitas.
    • Peningkatan hasil panen dan kualitas produk pertanian.