Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

APLIKASI SISTEM MANAJEMEN INFORMASI PENGUJIAN MUTU DAN RESIDU PESTISIDA (SIMARE)

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

1. Untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintah daerah

2. Untuk mewujudkan Laboratorium Pengujian Mutu dan Residu Pestisida yang bebas dari tekanan komersil, keuangan dan tekanan lain yang mempengaruhi mutu kinerjanya

Manfaat Inovasi :

1. Tertelusurinya semua permintaan pengujian, pembayaran pengujian dan hasil pengujian yang telah selesai dikerjakan

2. Tersedianya data hasil pengujian yang dikeluarkan oleh laboratorium yang dapat direkam dan ditelusuri di akun customer

Hasil Inovasi :

1. Tersedianya pelayanan uji mutu dan residu pestisida kepada Custumer dalam berbagai jenis urusan tanpa harus bertatap muka langsung dengan petugas penerima sampel

2. Meningkatkan jumlah/jenis tanaman pangan dan mutu formulasi pestisida yang dianalisis

Waktu Uji Coba : 2022-02-18
Waktu Implementasi : 2022-02-18
Rancang Bangun Inovasi :

RANCANG BANGUN

APLIKASI SISTEM MANAJEMEN INFORMASI PENGUJIAN MUTU DAN RESIDU PESTISIDA (SIMARE)

 

  1. DASAR HUKUM
  1. Undang-Undang No 18 tahun 2012 tentang Pangan
  2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 86 tahun 2019 tentang Keamanan Pangan revisi PP nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan
  3. Permentan No 20 tahun 2010 tentang Sistem Jaminan Mutu Pangan Hasil Pertanian
  4. Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 45 Tahun 2018 Tentang Tugas, Fungsi, Uraian Tugas dan Tata Kerja Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara
  5. SNI ISO/IEC 17025 : 2017 Tentang Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian / Kalibrasi

 

  1. PERMASALAHAN

MAKRO

Pestisida merupakan salah satu sarana produksi yang sangat penting dalam upaya perlindungan tanaman. Saat ini penggunaan pestisida sangat tinggi dan ketersediaan pestisida di lapangan sangat beragam, sehingga petani/pengguna memiliki kesempatan untuk memilih sesuai dengan kebutuhan dan harga yang sesuai. Berdasarkan hasil pengawasan ditingkat lapangan.

Permasalahan – permasalahan yang ditemukan dilapangan antara    lain ;

  1. Efektivitas: Masih ditemukannya pestisida yang berkualitas rendah dan tidak efektif dalam mengendalikan hama atau penyakit tanaman. Ini bisa disebabkan oleh formulasi yang tidak tepat, bahan aktif yang tidak berkualitas, atau cara aplikasi yang salah.
  2. Keamanan: Masih ditemukan pestisida yang tidak aman bagi manusia, hewan peliharaan, dan lingkungan. Kualitas rendah bisa menyebabkan residu berbahaya di produk pangan, pencemaran tanah dan air, serta dampak negatif pada organisme non-target.
  3. Ketahanan Hama: Penggunaan pestisida yang tidak berkualitas dapat menyebabkan perkembangan ketahanan pada hama, sehingga hama menjadi lebih sulit dikendalikan di masa depan. Ini sering terjadi jika pestisida tidak mengandung bahan aktif yang cukup atau jika dosisnya tidak tepat.
  4. Kesesuaian Label: Kadang-kadang, produk pestisida tidak sesuai dengan labelnya. Misalnya, jumlah bahan aktif yang tertera pada label mungkin tidak sesuai dengan yang terkandung dalam produk sebenarnya. Ini bisa mempengaruhi efektivitas dan keamanan produk.
  5. Stabilitas dan Umur Simpan: Pestisida berkualitas rendah mungkin memiliki umur simpan yang pendek atau stabilitas yang buruk, sehingga efeknya bisa menurun seiring waktu. Hal ini bisa disebabkan oleh formulasi yang tidak stabil atau pengemasan yang tidak memadai.
  6. Regulasi dan Pengawasan: Di beberapa negara, regulasi dan pengawasan terhadap pestisida mungkin tidak cukup ketat, sehingga produk-produk berkualitas rendah bisa beredar di pasar. Pengawasan yang lemah bisa mengakibatkan produk yang tidak memenuhi standar kualitas.
  7. Penyimpanan dan Penanganan: Kualitas pestisida juga bisa dipengaruhi oleh cara penyimpanan dan penanganannya. Jika pestisida tidak disimpan sesuai dengan petunjuk, bisa terjadi perubahan dalam kualitasnya.
  8. Pengaruh Ekonomi: Terkadang, produsen mungkin memilih untuk mengurangi biaya produksi dengan menggunakan bahan baku yang lebih murah atau mengurangi kualitas formulasi. Ini bisa menurunkan kualitas pestisida yang dihasilkan.

Selain permasalahan kualitas pestisida, bahaya residu pestisida juga menjadi isu Kesehatan  Residu pestisida pada produk pertanian bisa menjadi masalah kesehatan yang signifikan. Berikut beberapa bahaya yang bisa timbul dari paparan residu pestisida:

  1. Kesehatan Jangka Panjang: Paparan residu pestisida dalam jangka panjang dapat mengganggu sistem hormonal dan saraf, serta meningkatkan risiko penyakit kronis seperti kanker, gangguan sistem kekebalan tubuh, dan gangguan perkembangan anak.
  2. Efek Akut: Terpapar residu pestisida dalam jumlah besar dalam waktu singkat dapat menyebabkan gejala akut seperti mual, pusing, nyeri kepala, dan gangguan pernapasan.
  3. Dampak pada Anak-anak dan Wanita Hamil: Anak-anak dan wanita hamil lebih rentan terhadap efek negatif residu pestisida karena sistem tubuh mereka yang masih berkembang atau lebih sensitif.
  4. Resistensi Terhadap Pestisida: Penggunaan pestisida yang berlebihan dapat menyebabkan organisme pengganggu menjadi resisten, yang pada gilirannya memerlukan penggunaan pestisida yang lebih kuat atau lebih berbahaya.
  5. Kerusakan Lingkungan: Pestisida dapat mencemari tanah, air, dan udara, mengganggu ekosistem, membunuh organisme non-target seperti serangga penyerbuk, dan mempengaruhi kualitas tanah dan air.

MIKRO

Permasalahan kualitas pestisida di Provinsi Sumatera Utara dapat melibatkan beberapa aspek yang berpotensi memengaruhi efektivitas dan keamanan penggunaan pestisida. Beberapa isu utama yang mungkin dihadapi adalah:

  1. Kualitas Produk: Tidak semua pestisida yang beredar di pasar memiliki kualitas yang baik. Ada kemungkinan adanya produk palsu atau produk yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Ini bisa mengakibatkan efektivitas pengendalian hama yang rendah dan risiko bagi kesehatan manusia serta lingkungan.
  2. Pengawasan dan Penegakan Regulasi: Pengawasan yang kurang ketat dari pihak berwenang bisa menyebabkan peredaran pestisida yang tidak memenuhi standar kualitas. Kurangnya penegakan hukum terkait regulasi pestisida dapat memperburuk masalah ini.
  3. Ketergantungan pada Pestisida: Petani mungkin terlalu bergantung pada pestisida sebagai solusi utama untuk masalah hama, tanpa mempertimbangkan alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan. Ketergantungan ini bisa menyebabkan resistensi hama terhadap pestisida.
  4. Praktik Aplikasi yang Tidak Tepat: Kesalahan dalam cara aplikasi pestisida, seperti dosis yang berlebihan atau teknik aplikasi yang tidak sesuai, dapat mengurangi efektivitas pestisida dan meningkatkan risiko pencemaran lingkungan.
  5. Kurangnya Pengetahuan dan Pendidikan: Petani mungkin tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai penggunaan pestisida yang aman dan efektif. Pendidikan dan pelatihan yang terbatas tentang cara penggunaan pestisida yang benar bisa menyebabkan masalah dalam praktik pertanian.
  6. Dampak Lingkungan dan Kesehatan: Penggunaan pestisida yang tidak sesuai atau kualitas yang buruk dapat berdampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Ini termasuk pencemaran tanah, air, dan dampak negatif pada biodiversitas.
  7. Masalah Distribusi dan Akses: Keterbatasan dalam distribusi pestisida yang berkualitas atau harga yang tidak terjangkau dapat mempengaruhi akses petani terhadap produk yang efektif dan aman.

Untuk mengatasi permasalahan ini, pendekatan yang terintegrasi diperlukan, termasuk peningkatan pengawasan, edukasi petani, penegakan regulasi yang lebih ketat, dan promosi praktik pert

 

 

 

 

  1. ISU STRATEGIS

 

GLOBAL

 

Setiap negara  menyepakati pengurangan ataupun pengelolaan penggunaan pestisida yang tertuang dalam Sustainable Development Goals (SDGs), dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

 

NASIONAL

 

  1. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk Indonesia masih dominan bekerja di sektor pertanian dengan pangsa pasar tenaga kerja sebesar 24,96% pada tahun 2020 atau 35,00 juta orang dari total angkatan kerja 140,22 juta orang, dalam kegiatan tersebut penggunaan agroinput pestisida kimia masih mendominasi jika dibandingkan dengan pestisida organik;

 

  1. Kepolisian Republik Indonesia gencar melakukan pencegahan dan pemberantasan peredaran pestisida palsu. Pestisida palsu dan pestisida ilegal yang tidak diketahui mutu dan efikasinya sangat merugikan petani. Sebagai pengguna, petani sangat dirugikan karena harganya sama dengan produk aslinya tetapi kualitasnya rendah;

 

  1. Riset menunjukkan cemaran pestisida telah terdeteksi di beberapa daerah pertanian.

 

LOKAL

 

  1. Data Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk Provinsi Sumatera Utara yang bekerja di sektor pertanian sebanyak 1.516.399 jiwa atau sebesar 10 % memiliki mata pencaharian sebagai petani, dalam kegiatan tersebut penggunaan agroinput pestisida kimia masih mendominasi jika dibandingkan dengan pestisida organik;
  2. Penggunaan dalam Pertanian, Sumatera Utara adalah provinsi dengan sektor pertanian yang signifikan, termasuk tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai. Pestisida sering digunakan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman guna meningkatkan hasil panen.
  3. Tipe Pestisida, Berbagai jenis pestisida digunakan, termasuk insektisida, herbisida, dan fungisida. Penggunaan pestisida ini dapat bervariasi tergantung pada jenis tanaman dan masalah hama atau penyakit yang dihadapi.
  4. Dampak Lingkungan dan Kesehatan, Penggunaan pestisida yang tidak tepat atau berlebihan dapat berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan manusia. Beberapa dampak yang mungkin terjadi meliputi pencemaran tanah dan air, penurunan keanekaragaman hayati, dan potensi risiko kesehatan bagi petani dan masyarakat sekitar.
  5. Alternatif dan Praktik Berkelanjutan, Ada upaya untuk mempromosikan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan, seperti penggunaan pestisida nabati atau metode pengendalian hama terpadu, Ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia dan meminimalkan dampak negatif.
  1. METODE PEMBAHARUAN

 

    1. Kondisi Sebelum adanya Aplikasi SIMARE

 

        1. Pengajuan permohonan pengujian mutu dan residu pestida diantar langsung oleh Customer ke Laboratorium UPTD. PTPH PMKP Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara, sehingga memerlukan waktu yang lebih lama dan memerlukan biaya transportasi
        2. Hasil uji laboratorium masih manual sehingga Customer mengambil langsung ke Laboratorium UPTD. PTPH PMKP Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara, sehingga memerlukan waktu yang lebih lama dan biaya yang lebih besar.
        3. Sistem pembayaran retribusi belum terkoneksi dengan Bank Sumut

 

    1. Kondisi Setelah adanya Aplikasi SIMARE

 

        1. Pengajuan permohonan pengujian mutu dan residu pestida sudah dapat diakses oleh Customer melalui Aplikasi SIMARE dalam Website dinastph.sumutprov.go.id sehingga lebih cepat dan tidak membutuhkan biaya transportasi
        2. Hasil uji laboratorium sudah diupload di Aplikasi SIMARE sehingga Customer dapat menerima hasil uji lebih cepat
        3. Sistem pembayaran retribusi sudah terkoneksi dengan Bank Sumut, sehingga lebih mudah dan efisien, selain mendukung gerakan nasional transaski non tunai

 

 

 

 

  1. KEUNGGULAN/KEBAHARUAN

 

  1. Aplikasi SIMARE berbasis Web
  2. Sangat mempermudah Customer dalam melakukan uji mutu dan residu pestisida sehingga menghemat waktu dan biaya transportasi
  3. Customer dapat memantau hasil pengujian melalui Aplikasi SIMARE

 

  1. CARA KERJA INOVASI
  1. Penggunaan Aplikasi SIMARE untuk Admin
    1. Ketik link http://dinastph.sumutprov.go.id/simare/index.php pada pencarian di Google
    2. Setelah website simare berhasil terbuka, klik tombol "Masuk"
    3. Kemudian setelah berhasil masuk ke form login, masukan user name dan password admin
    4. Setelah berhasil login, maka akan tampil halaman pertama atau data Dashboard pada akun simare admin. Yang mana terdapat beberapa komponen seperti:
      • Data Users yang mana data ini menampilkan data customer dan data pegawai
      • Informasi Pengujian yang terbagi 5 komponen seperti;
      • Alat, merupakan instrument yang digunakan di lab. Pengujian Mutu dan Residu Pestisida.
      • Jenis, merupakan jenis pengujian yang terbagi dua yaitu pengujian residu pestisida dan formulasi mutu pestisida.
      • Tarif, adalah informasi seputar harga/biaya pengujian mutu dan residu pestisida.
      • Produk, merupakan jenis komoditi pangan dan hortikultura yang dapat dilakukan pengujian di Laboratorium Pengujian Mutu dan Residu Pestisida.
      • Komponen, merupakan jenis bahan aktif yang sudah termasuk ruang lingkup di Laboratorium Pengujian Mutu dan Residu Pestisida.
      • Referensi terbagi 2 data yaitu ;
      • Kode formulir, merupakan kode yang terdapat di beberapa dokumen administrasi.
      • Contact info, adalah informasi mengenai instansi dan laboratorium.
      • Sampel Pengujian, adalah data customer yang sudah melakukan pengujian sampel di Laboratorium Pengujian Mutu dan Residu Pestisida.

 

 

 

 

  1. Penggunaan Aplikasi SIMARE untuk Customer Yang Sudah Terdaftar dan Memiliki NPWRD
        1. Ketik link http://dinastph.sumutprov.go.id/simare/index.php pada pencarian di Google
        2. Setelah website SIMARE berhasil terbuka, klik tombol "Daftar"
        3. Pada saat masuk ke menu daftar, akan muncul notif "Apakah anda sudah memiliki NPWRD Perusahaan?" Jika sudah, maka isi nomor NPWRD/NIB kemudian klik tombol Next Step
        4. Kemudian pada menu akun, isi data username dan password kemudian klik submit
        5. Setelah muncul notifikasi berhasil/sukses daftar, kemudian login kembali dengan menekan tombol "Masuk"
        6. Input username dan password lalu tekan "Submit"
        7. Jika sudah berhasil login, pada menu utama terdapat informasi mengenai ;
      1. Alur pengajuan
      2. Produk
      3. Alat
      4. Tarif
      5. Contact info
        1. Jika ingin melakukan pengajuan sampel, maka klik ‘sampel pengujian’, lalu klik ‘tambah’ kemudian akan mucul form tambah data, isi data sampel yang akan diuji kemudian simpan. Dan tunggu proses penerimaan sampel dari admin Laboratorium Pengujian Mutu dan Residu Pestisida.
        2. Setelah admin sudah menerima pengajuan sampel yang akan diuji, admin akan mengirimkan kwitansi pembayaran beserta kode e – Biling, kemudian Customer bisa langsung membayar melalui transfer rekening Bank Sumut yang sudah tertera di kwitansi pembayaran
        3. Setelah melakukan pembayaran, maka akan muncul notifikasi pada akun SIMARE Customer yang memberitahukan bahwa sampel sudah diterima dan sedang diuji di laboratorium.
  2. Cara Penggunaan Aplikasi SIMARE Untuk Customer Yang Belum Terdaftar dan Belum Memiliki NPWRD
        1. Ketik link http://dinastph.sumutprov.go.id/simare/index.php pada pencarian di Google
        2. Setelah website SIMARE berhasil terbuka, klik tombol ‘Daftar’
        3. Pada saat masuk ke menu daftar, akan muncul notif ‘ apakah anda sudah memiliki NPWRD perusahaan’ jika belum, maka isi dan lengkapi data yang ada di menu Register
        4. Kemudian pada menu akun, isi data username dan password kemudian klik submit
        5. Setelah muncul notifikasi berhasil/sukses daftar, kemudian login kembali dengan menekan tombol ‘masuk’
        6. Input username dan password lalu tekan ‘submit’
        7. Jika sudah berhasil login, pada menu utama terdapat informasi mengenai ;
      1. Alur pengajuan
      2. Produk
      3. Alat
      4. Tarif
      5. Contact info
        1. Jika ingin melakukan pengajuan sampel, maka klik ‘sampel pengujian’ lalu klik ‘tambah’ kemudian akan muncul form tambah data. Isi data sampel yang akan diuji kemudian simpan. Dan tunggu proses penerimaan sampel dari admin Laboratorium Pengujian Mutu dan Residu Pestisida
        2. Setelah admin menerima pengajuan sampel yang akan diuji, admin akan mengirimkan kwitansi pembayaran beserta kode e-Billing, kemudian Customer bisa langsung membayar melalui transfer rekening Bank Sumut yang sudah tertera di kwitansi pembayaran.
        3. Setelah melakukan pembayaran, maka akan muncul notifikasi pada akun SIMARE Customer yang memberitahu bahwa ‘ sampel sudah diterima dan sedang diuji di laboratorium.

 

  1. TUJUAN
          1. Untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan Pemerintah Daerah
          2. Untuk mewujudkan Laboratorium Pengujian Mutu dan Residu Pestisida yang bebas dari tekanan komersil, keuangan dan tekanan lain yang mempengaruhi mutu kinerjanya.

 

  1. MANFAAT
            1. Tertelusuri semua permintaan pengujian, pembayaran pengujian, dan hasil pengujian yang telah selesai dikerjakan.
            2. Tersedianya data hasil pengujian yang dikeluarkan oleh laboratorium yang dapat direkam dan ditelusuri di akun customer.

 

  1. DAMPAK
              1. Tersedianya pelayanan kepada customer dalam berbagai jenis urusan tanpa harus bertatap muka langsung dengan petugas penerima sampel.
              2. Meningkatkan jumlah/jenis tanaman pangan dan mutu formulasi pestisida yang dianalisis