Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

INOVAS PENGELOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA ATAU SAMPAH ORGANIK MENJADI PUPUK CAIR TANAMAN

Tahapan Inovasi : Uji Coba
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : Masyarakat
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :
  • Menggalakkan pemanfaatan pupuk organik kepada masyarakat dan petani lokal.
  • Berkolaborasi dengan pemerintah, swasta, dan pemangku kepentingan lain dalam mengembangkan dan mengimplementasikan inovasi ini.
  • Mengukur dampak lingkungan dan sosial dari inovasi ini secara berkala.
Manfaat Inovasi :
  • Manfaat bagi Masyarakat:
    • Mengurangi pencemaran lingkungan dengan mengkonversi sampah organik menjadi pupuk cair
    • Mengurangi jumlah limbah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
    • Membantu mengurangi pencemaran tanah dan air
    • Meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat tentang pentingnya daur ulang dan pengelolaan limbah
  • Manfaat bagi Pemerintah:
    • Efisiensi pengelolaan limbah
    • Mengurangi biaya penanganan limbah
    • Memperpanjang umur TPA
    • Mendukung agenda pemerintah dalam pengurangan emisi gas rumah kaca
    • Mencapai target pengurangan limbah
  • Manfaat Ekonomi:
    • Menciptakan peluang bisnis baru dalam industri pengelolaan limbah dan pertanian organik
    • Petani/pengelola limbah bisa mendapat pendapatan tambahan dari penjualan pupuk cair organik
  • Dampak Sosial dan Lingkungan:
    • Pengurangan pencemaran lingkungan (tanah, air, udara)
    • Peningkatan kesadaran lingkungan masyarakat
    • Pengelolaan limbah yang lebih efisien
    • Peningkatan kualitas lingkungan perkotaan
  • Peningkatan Pelayanan Publik:
    • Pengelolaan limbah menjadi lebih efisien
    • Peningkatan kualitas lingkungan perkotaan
  • Tata Kelola Pemerintahan:
    • Pemerintahan menjadi lebih efektif dan responsif
    • Implementasi kebijakan lingkungan berkelanjutan
Hasil Inovasi :
  1. Pupuk cair organik Inovasi ini menghasilkan pupuk cair yang terbuat dari sampah organik seperti sisa makanan, daun, dan sisa sayuran. Pupuk cair ini kaya akan nutrisi dan lebih mudah diserap oleh tanaman dibandingkan pupuk padat.
  2. Pengurangan volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Dengan mengolah sampah organik menjadi pupuk cair, volume sampah yang harus dibuang ke TPA dapat berkurang secara signifikan. Hal ini dapat memperpanjang umur TPA dan mengurangi beban pengelolaan sampah oleh pemerintah.
  3. Pengurangan pencemaran lingkungan Proses pengolahan sampah organik menjadi pupuk cair dapat mengurangi pencemaran tanah, air, dan udara yang disebabkan oleh pembusukan sampah secara anaerobik di TPA yang menghasilkan gas metana.
  4. Peningkatan kesadaran masyarakat Inovasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya daur ulang dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.
  5. Peluang ekonomi baru Pembuatan pupuk cair dari sampah organik menciptakan peluang bisnis baru dalam industri pengelolaan limbah dan pertanian organik, serta dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi petani atau pengelola limbah.
  6. Dukungan untuk pertanian perkotaan Ketersediaan pupuk organik cair yang dihasilkan dari inovasi ini dapat mendukung praktik pertanian perkotaan (urban farming) yang semakin berkembang di area perkotaan.

Secara keseluruhan, inovasi ini menghasilkan pupuk cair organik berkualitas sambil mengurangi volume sampah, mencegah pencemaran lingkungan, mendorong kesadaran masyarakat, membuka peluang ekonomi baru, dan mendukung pertanian perkotaan yang berkelanjutan.

Waktu Uji Coba : 2024-07-01
Waktu Implementasi : 2024-08-10
Rancang Bangun Inovasi :

Berdasarkan materi yang diberikan, rancangan dan pokok perubahan yang dilakukan dalam inovasi pengolahan sampah rumah tangga atau sampah organik menjadi pupuk cair tanaman adalah:

  1. Rancangan Sistem:
    • Pengumpulan sampah organik dari sumber-sumber seperti rumah tangga dan pasar
    • Pencampuran sampah organik dengan air, air cucian beras, gula/molase, dan mikroorganisme efektif (EM4)
    • Proses fermentasi dalam komposter untuk mempercepat dekomposisi
    • Penyaringan untuk memisahkan cairan pupuk dari padatan tidak larut
    • Penyimpanan pupuk cair dalam wadah tertutup untuk digunakan
  2. Pokok Perubahan: a. Pengelolaan Sampah:
    • Mengubah paradigma sampah organik dari limbah menjadi sumber daya berharga
    • Mengalihkan sampah organik dari TPA menuju pengolahan menjadi pupuk cair
    b. Sistem Daur Ulang:
    • Menerapkan sistem daur ulang sampah organik secara terstruktur
    • Melibatkan masyarakat dalam pengumpulan dan pemisahan sampah organik
    c. Produksi Pupuk Organik:
    • Mengembangkan metode fermentasi untuk mengolah sampah menjadi pupuk cair
    • Menghasilkan pupuk organik yang ramah lingkungan dan mudah diserap tanaman
    d. Ekonomi Sirkular:
    • Menciptakan model ekonomi sirkular dengan memanfaatkan kembali limbah organik
    • Membuka peluang bisnis baru dalam industri pengelolaan limbah dan pupuk organik
    e. Kesadaran Masyarakat:
    • Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang daur ulang dan pengelolaan limbah
    • Melibatkan masyarakat dalam proses pengolahan sampah menjadi pupuk
    f. Kolaborasi Multi-Pemangku Kepentingan:
    • Membangun kemitraan dengan pemerintah, akademisi, bisnis, dan masyarakat
    • Mengintegrasikan berbagai aspek regulasi, pendanaan, keahlian, dan partisipasi masyarakat

Jadi, inovasi ini mengubah paradigma pengelolaan sampah organik, menerapkan sistem daur ulang terstruktur, memproduksi pupuk organik cair, mendorong ekonomi sirkular, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan membangun kolaborasi multi-pemangku kepentingan dalam upaya menciptakan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.