Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

Inovasi Atap Elektrik Berbasis Thermoelectric Generator (TEG) Terpolis Cat Konduktif TiO2/rGO Limbah Batu Baterai Untuk Pengelolaan Energi Berkelanjutan di Bangunan Pemerintah

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : Masyarakat
Bentuk Inovasi : Inovasi Daerah lainnya sesuai Urusan Pemerintah
Tujuan Inovasi :

Inovasi ini bernama Proteg, bertujuan untuk memperluas perkembangan pembangkit listrik ramah lingkungan dengan memanfaatkan potensi energi matahari yang besar melalui atap elektrik berbasis thermoelectric generator (TEG) yang dilengkapi dengan cat konduktif TiO2/rGO dari limbah batu baterai sehingga menjadi solusi energi baru dan terbarukan pengganti bahan bakar fosil dalam mengatasi permasalahan energi listrik yang ada di Indonesia, khususnya Sumatera Utara.

Manfaat Inovasi :
  1. Sebagai pembangkit listrik tenaga matahari ini bisa digunakan secara langsung (end user) dengan teknis instalasi dan perawatan yang cukup mudah dilakukan
  2. Mereduksi jejak karbon dengan menurunkan tingkat konsumsi listrik yang pada umumnya energi tersebut berasal dari pembakaran fosil batubara
  3. Mendorong peningkatan target penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) sebagaimana tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN Tahun 2019-2028
Hasil Inovasi :

Produk inovasi atap elektrik yang dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga matahari menggunakan thermoelectric generator (TEG) dilengkapi dengan cat konduktif dari limbah batu baterai, dihadirkan untuk mengatasi masalah krisis energi dan mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Inovasi ini memiliki keunggulan yang lebih baik daripada produk lainnya dikarenakan memiliki harga yang murah, termasuk ke dalam EBT, portabel serta perawatannya yang mudah. Atap elektrik dapat digunakan sebagai pemasok listrik dengan efisiensi rata-rata mencapai 6,38%. Evaluasi harian atap seng terinstal Proteg dengan cat konduktif limbah aki bekas, diperoleh daya sebesar 0,32 Watt, beda suhu mencapai 46,8?, serta efisiensi 10,83% pada pukul 2 siang di hari ke-5 evaluasi performansi. Adapun performa produk pendukung inovasi berupa cat konduktif TiO2/rGO yang dibuat limbah batu batera aki, menunjukkan hasil yang baik dengan konduktivitas listrik sebesar 6,41×106 S/m, kehantaran termal 0,922 W/mK, absorptivitas sebesar 0,593, serta emisivitas sebesar 0,928, dengan karakteristik khas dan homogen. Inovasi ini mampu menjadi solusi alternatif dalam ketahanan energi menggantikan energi fosil sebab memberikan dampak baik, diantaranya berkontribusi dalam mengurasi emisi gas rumah kaca, efisiensi energi, serta produksi, distribusi, dan penggunaan yang mudah dilakukan. Dengan demikian, hadirnya inovasi atap elektrik turut menjadi salah satu pendorong untuk mewujudkan pemerintahan yang baik yang bersinergis bersama masyarakat.

Waktu Uji Coba : 2023-06-01
Waktu Implementasi : 2023-08-23
Rancang Bangun Inovasi :
  1. Pengembangan Teknologi Panel Surya: Ini bisa mencakup penelitian untuk mengurangi biaya instalasi, meningkatkan efisiensi konversi energi matahari menjadi listrik, dan membuat panel surya yang lebih tahan lama.
  2. Penggunaan Material Ramah Lingkungan: Selain limbah batu baterai, mencari bahan-bahan alternatif yang ramah lingkungan untuk menghasilkan cat konduktif juga dapat menjadi langkah yang baik
  3. Peningkatan Akses Energi di Daerah Terpencil: Untuk memenuhi target pemerintah dalam meningkatkan akses listrik ke daerah terpencil, perlu ada upaya lebih lanjut dalam pengembangan dan implementasi teknologi yang dapat diakses dan terjangkau bagi masyarakat di daerah tersebut.
  4. Edukasi dan Kesadaran Masyarakat: tentang pentingnya penggunaan energi terbarukan dan perlunya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Hal ini dapat dilakukan melalui kampanye publik, pelatihan, dan program-program pendidikan tentang energi terbarukan.
  5. Peningkatan Kerjasama antara Pemerintah dan Swasta dalam pengembangan dan implementasi teknologi energi terbarukan dapat diperkuat. Ini termasuk insentif untuk investasi dalam infrastruktur energi terbarukan dan kebijakan yang mendukung penggunaan teknologi tersebut.
  6. Pengembangan Infrastruktur dengan memperkuat infrastruktur yang mendukung penggunaan energi terbarukan, seperti jaringan listrik yang handal dan sistem penyimpanan energi yang efisien