Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

KADES MEMBACA DENGAN MENGELOLA BANTENG LITERASI UNTUK MEWUJUDKAN DESA SATU

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : ASN
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

Tujuan Penulisan adalah menjelaskan gerakan Kabupaten Deli Serdang Membaca yang bertujuan menumbuh kembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam GLS agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat. Selain itu ada pula tujuan khusus gerakan literasi sekolah diantaranya yaitu:

  1. Upaya gerakan literasi sekolah (GLS) mengembangkan budaya literasi informasi warga di lingkungan sekolah di Kabupaten Deli Serdang
  2. Teknis untuk mengembangkan budaya literasi informasi warga di lingkungan SMP Negeri 1 Labuhan Deli karena perpustakaan jantung kegiatan pembelajaran di sekolah yang dapat  diterapkan di sekolah di Indonesia terutama di Kabupaten Deli Serdang.
  3. Ada hasil yang diharapkan yaitu adanya peningkatan budaya baca siswa ( literasi, numerasi, digitalisasi dan inklusi) dan tingginya jumlah kunjungan serta peminjaman buku di perpustakaan sekolah.
  4. Meningkatkan prestasi belajar siswa salah satu ciri utama dari GLS yang efektif dan berdaya guna meningkatkan minat baca warga sekolah terutama siswa dan lingkungan masyarakat sekolah agar literat.
  5.  Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan.
  6. Membina  generasi unggul sebagai generasi bangsa yang mempunyai dedikasi tinggi dalam program literasi sekolah mempunyai tanggungjawab, peningkatkan kewaspadaan, tanggung jawab, serta kepedulian sebagai warga masyarakat, dan dunia.
  7. Bijaksana berliterasi digital secara mandiri tanpa harus diawasi guru dan orangtua.
  8. Terciptanya keluarga yang harmonis antara anak dengan orangtua.             
Manfaat Inovasi :

Adapun manfaat yang dilaksanakan adalah:

  1. Secara teoritis, sebagai bahan wacana dan informasi dalam pengembangan GLS untuk meningkatkan budaya literasi, numerasi, digitalisasi dan inklusi.
  2.  Secara praktis Best Practice ini dapat digunakan sebagai acuan para pelaksana gerakan literasi sekolah untuk mengembangkan budaya baca peserta didik  dan masyarakat.
  3. Bahan pertimbangan dan informasi bagi tenaga perpustakaan ataupun kepala sekolah dalam perencanaan program sekolah ataupun penetapan strategi pengembangan sekolah dibidang literasi, numerasi, digitalisasi dan inklusi.

Harapannya adalah meningkatkan budaya baca warga dan lingkungan sekolah dengan memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai media literasi informasi siswa dan masyarakat dapat mengatasi masalah dalam pelajaran atau kehidupan serta tingginya jumlah pengunjung perpustakaan sekolah.

Hasil Inovasi :

       Sosialisasi Labuhan Deli Membaca kemudian direplikasikan Menjadi Kabupaten Deli Serdang (Kades ) Membaca kepada sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, Program ini sudah terlaksana ketika  Pembinaan Pengembangan Kompetensi terhadap Kategori Pustakawan sekolah Tingkat SMP Negeri dan Swasta Se- Kabupaten Deli Serdang Tahun 2021 melalui Program Kerja  Seksi GTK SMP, Dinas Pendidikan yang terbagi atas 7 Zona  mulai dari bulan November sampai Desember tahun 2021  kepada Pustakawan Sekolah dan Kepala – kepala Sekolah di Kabupaten Deli Serdang atas persetujuan Dinas Pendidikan dan Dinas perpustakaan Kabupaten Deli Serdang sebagai pemangku kebijakannya supaya program ini tercapai.

         Program Labuhan Deli Membaca yang direplikasikan  menjadi “Kades Membaca dengan Mengelola BANTENG untuk Mewujudkan Desa Satu”,  kepada pustakawan sekolah di Kabupaten Deli Serdang atas persetujuan Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang. Begitu kepala – kepala sekolah di Sub Rayon 10 serta kepada Camat Labuhan Deli  Kabupaten Deli Serdang sebagai pemangku kebijakan di Kecamatan Labuhan Deli  supaya program ini tercapai. Kemudian adanya Komitmen Kepala- kepala sekolah  dan Pustakawan Sekolah untuk mendukung terlaksana  Program Kabupaten Deli Serdang Membaca yaitu melalui Inovasi Kades Membaca dengan Mengelola Banteng literasi Untuk Mewujudkan Desa Satu.

      Kunjungan ke beberapa sekolah untuk mengumpulkan fakta dan dokumentasi atas keterlaksanaan program tersebut baik melaui kunjungan langsung dan melalui group Whatsup yang sudah terbentuk semenjak diadakan Pembinaan Pengembangan Kompetensi terhadap Kategori Pustakawan sekolah Tingkat SMP Negeri dan Swasta Se- Kabupaten Deli Serdang Tahun 2021 melalui Program Kerja  Seksi GTK SMP, Dinas Pendidikan.Dan telah ada perkembangan sekolah telah melaksanakan Festival Literasi di tingkat sekolah yang akan merambah ke tingkat kecamatan dan  Tingkat Kabupaten Deli Serdang sebagai pembuktian terwujudnya Desa Satu (Deli Serdang Sekolah Bermutu) sebagai Ajang Unjuk Aksi, Kreasi meng- (Gebyar)kan  Literasi  misalnya dari Kecamatan Labuhan Deli, Percut Sei Tuan dan lain-lain.

         Selain itu jumlah kunjungan ke beberapa sekolah mengalami peningkatan baik dalam segi peminjaman dan perubahan suasana perpustakaan di sekolahnya masing-masing baik perubahan suasana ruang, tata kelola dan administrasi alhamdulilah ada peningkatan Jadi dapat disimpulkan jumlah kunjungan dapeminjaman dalam rangka membudayakan literasi di perpustakaan SMP Negeri 1 Labuhan Deli mengalami perkembangan dan peningkatan.Peserta didik akan lebih antusias untuk memperluas pengetahuannya dengan sarana yang lebih menarik dan nyaman dan selalu tertarik untuk menambah pengetahuan.

 

Waktu Uji Coba : 2021-11-01
Waktu Implementasi : 2021-12-10
Rancang Bangun Inovasi :

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

          Kondisi social Indonesia saat  saat ini menjadi tantangan dalam mengembangkan kreativitas terhadap penggunaan teknologi, bukan hanya transmisi pengetahuan, tantangan ini juga menjadi kesempatan bagi semua tentang bagaimana penggunaan teknologi dapat membantu peserta didik menjadi kompeten untuk abad ke-21.   Kemudian Revolusi Industri 4.0 bidang pendidikan  dimanfaatkan untuk mendukung pola belajar dan berpikir, perlu  mengembangkan inovasi kreatif dan inovatif peserta didik, guna mencetak generasi penerus yang unggul dan mampu bersaing.

1.2.Latar Belakang  Pengembangan Inovasi

  Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) adalah agenda tahunan yang dilaksanakan oleh Menpan RB untuk menilai inovasi pelayanan publik di tingkat Kementerian, Lembaga, Pemerintah provinsi dan Kabupaten/ Kota yang dilaksanakan oleh Kementerian PAN RB pada tahun 2021. Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang dalam hal ini SMP Negeri 1 Labuhan Deli yang merupakan bagian dari  Pemerintah kabupaten Deli Serdang ikut serta berpartisipasi mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik melalui “Labuhan Deli Membaca” sebagai apresiasi Pemerintah berhasil meraih Juara Pavorit .  Kegiatan untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah perlu strategi khusus. Salah satu program untuk menciptakan siswa berprestasi dibidang ilmu pengetahuan yaitu mengembangkan kegiatan literasi di SMP Negeri 1 Labuhan Deli melalui kegiatan unjuk literasi dengan mengkaderisasi agen “BANTENG Literasi”, untuk membantu mengembangkan kegiatan literasi warga sekolah dan masyarakat.Sebagai replikasi "Labuhan Deli Membaca" sebagai keberlanjutan inovasi maka ada pengembangan Inovasi menjadi “Kades Membaca dengan Mengelola Banteng Literasi Mewujudkan Desa Satu”

        Pendekatan Strategis      KADES adalah akronim dari Kabupaten Deli Serdang adalah gerakan bersama sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Deli Serdang  dan juga dilambangkan Kades itu adalah  sosok atau peserta didik yang menjadi panutan dalam harapan atau cita-cita  akan menjadi seorang pemimpin yang membawa nama (tokoh masyarakat) dengan kepanjangan dari Kabupaten Deli Serdang yaitu untuk mengangkat nama Kabupaten Deli Serdang dalam kompetensi akademik, sosial dan spritual, untuk memotivasi dan mengembangkan literasi di sekolah dengan membentuk komunitas BANTENG Literasi di sekolah. Adapun BANTENG adalah singkatan dengan kepanjangan dari :

B = Baca

A = Apresiasi

N = Nyimak

T = Tulis

E = Elaborasi

N = Numerasi (hitung)

G = Gebyarkan /Gelorakan ►►► Literasi

Dengan kata lain untuk mengembangkan dan meningkatkan literasi  dengan meningkatkan budaya baca (B) kemudian disampaikan pesan/ringkasan sesuai tugas yang disampaikan guru mata pelajaran kemudian dipresentasikan langsung  berarti ada aktivitas menyimak (N) dapat  ditulisan (T) kemudian  diapresiasi (A) dapat disesuaikan dengan kemauan siswa dalam bentuk karya lain (E), juga perlu penilaian bentuk matematika (N)  literasi  matematika dalam keseharian kemudian dengan langkah-langkah inilah mengebyarkan ( G) literasi. Dan jika ini terus berlanjut mudah-mudahan kualitas peserta didik akan meningkat.

Aktivitas komunitas Banteng inilah yang dikelola sekolah dalam hal ini Pustakawan Sekolah supaya giat, senang mempromosikan kepada teman-temannya tentang kegiatan literasi dan mengajak supaya berbuat dan bekerja sama dalam menghasilkan sebuah karya. Jadi yang memimpin dianggap menjadi Kades atau pemimpin dalam kelompoknya.

          Desa satu akronim dari  Deli Serdang Sekolah Bermutu. Adapun akronim ini penulis mengutip dari inovasi Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang pada tahun 2020 yaitu Mesra Bertuah Mewujudkan Desa Satu. Jadi kata-kata Deli Serdang dituliskan 2 kali itu merupakan gaya repetisi untuk menguatkan dengan membudayakan literasi tersebut maka peserta didik yang dari sekolah yang melaksanakan program tersebut akan menghasilkan generasi yang berkualitas.