Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

JARING, TEMUKAN, OBATI SAMPAI SEMBUH ( JATOS)

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

1. Terwujudnya  program inovasi JATOS untuk menciptakan Kecamatan Sipahutar Bebas dari Penyakit TB

2. Mengajak masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan  sehat.

3. Memutuskan rantai penularan penyakit TB.

4. Mencegah  penyakit komplikasi akibat TB antara lain: gangguan pada hati,gangguan ginjal,penyakit jantung,kerusakan sendi, dan lain sebagainya

Manfaat Inovasi :

1. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat

2. Terputusnya penularan penyakit TB.

3. Mencegah penyakit komplikasi akibat TB antara lain: gangguan pada hati, gangguan ginjal, penyakit jantung, kerusakan sendi, dan lain sebagainya

Hasil Inovasi :

Terciptanya Masyarakat Kecamatan Sipahutar yang sehat dan bebas dari penyakit TB.

Waktu Uji Coba : 2022-01-10
Waktu Implementasi : 2022-02-01
Rancang Bangun Inovasi :

I.Dasar Hukum Pelaksanaan Inovasi:

1. UUD 1945 pasal 28 H, setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat;

2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan Masyarakat;

3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2018  tentang Jaminan Kesehatan;

4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;

5. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan

II. Permasalahan (Makro/Mikro)

Tuberkulosis    masih    menjadi    masalah    kesehatan masyarakat global (WHO). Disisi lain penemuan penyakit TB jauh lebih rendah dari pada target yang diharapkan. Kegagalan   penemuan   kasus   TB  disebabkan   oleh keterbatasan   sumber daya manusia dan, menurunnya daya tahan tubuh. Kegagalan pengobatan pasien TB sampai tuntas karena ketidakpatuhan  pasien  untuk  minum  obat  TB  yang disebabkan oleh pasien malas minum obat, pasien lupa minum obat, pasien jenuh minum obat, efek samping obat TB, dan pasien merasa sudah sembuh sehingga tidak melanjutkan pengobatan TB.

III. Isu Strategis

Masih terdapat 75,25 % kasus TB  di wilayah UPT Puskesmas Sipahutar yang belum ditemukan dan ditangani dengan tuntas.

IV. Metode Pembaharuan

UPT Puskesmas Sipahutar melaksanakan Hari JATOS setiap hari Selasa minggu ketiga. UPT  Puskesmas  Sipahutar  melakukan  penyuluhan  TB kepada  pasien  dan  pengunjung  ke  UPT  Puskesmas Sipahutar  dan  di  25  Desa    yang  ada  di  Kecamatan Sipahutar serta melakukan sosialisasi tentang TB dan RTL di agenda Rapat minilokakarya UPT Puskesmas Sipahutar /di Rapat Lintas Sektoral. UPT  Puskesmas  Sipahutar  melakukan  upaya  dengan membuat grup wa CALL TB.

V. Keunggulan dan Kebaharuan

1. Masyarakat/ Pasien menjadi tahu tentang penyakit TB dan bagaimana cara mencegahnya;

2. Dengan  adanya  hari  JATOS  memudahkan  petugas Puskesmas  untuk  mendapatkan  data  kontak  erat dengan  penderita  TB  Paru  untuk  diperiksa  sampel sputumnya;

3. Dengan   adanya   CALL   TB,   memudahkan   petugas Puskesmas  untuk  mengingatkan  penderita  TB  Paru untuk minum obat setiap hari;

4. Menciptakan masyarakat yang sehat;

5. Mencegah pertambahan angka kesakitan penderita TB Paru.

VI. Tahapan Inovasi

1.Membentuk hari JATOS pada masyarakat penderita TB Paru setiap hari Selasa minggu ketiga;

2.Menjaring Pasien yang batuk Berdahak ≥ 2 minggu;

3.Melakukan skrining TBC pada keluarga yang kontak dengan penderita TB;

4.Dari hasil skrining TBC, jika ada gejala Batuk (hasil Sputum Positif) maka akan diterapi OAT;

5.Jika tidak ada gejala. maka keluarga penderita TB Paru dilakukan TST (Tuberkulin Skin Test). Jika hasil TST Positif  maka diterapi TPT (Terapi Pencegahan TBC )  dan dimonitor  minum Obat TPT;

6.Pasien yang hasilnya positif dimasukkan ke grup wa CALL TB;

7.Pemberian OAT kepada penderita TB.