Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

CEGAH RESIKO DINI ANAK STUNTING, GIZI BURUK/KURANG,DAN IBU HAMIL KURANG ENERGI KRONIK ( CERDAS IBUKU)

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

1. Mencegah dan menurunkan angka stunting

2. Mencegah dan menurunkan angka gizi buruk/gizi kurang.

3. Mencegah dan menurunkan angka bumil KEK dan angka  kematian ibu dan Bayi.

Manfaat Inovasi :

1. Mengidentikasi upaya pencegahan stunting pada ibu hamil,Rematri dan balita dengan pemberian imunisasi dasar lengkap

2. Mengidentikasi upaya pencegahan stunting pada ibu hamil,balita dan rematri dengan kepatuhan mengomsumsi tablet penambah darah (TTD).

3. Mengidantifikasi upaya pencegahan stunting pada ibu hamil,balita dan rematri dengan melakukan pengukuran indeks massa tubuh (IMT)

4. Mengidentikasi upaya pencegahan stunting pada ibu hamil,balita dan rematri dengan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

5. Mengidentifikasi upaya pencegahan stunting dengan meningkatkan pengetahuan ibu hamil,balita dan rematri tentang stunting

Hasil Inovasi :

Berdasarkan kegiatan inovasi yang telah dilakukan di kecamatan sipahutar didapatkan hasil penurunan angka stunting dari 15.5 % menjadi 8.9 % , gizi buruk dari 5 balita menjadi 2 balita, gizi kurang dari 35 balita menjadi 25 balita, ibu hamil kek dari 15 bumil menjadi 6 bumil.

Waktu Uji Coba : 2022-02-01
Waktu Implementasi : 2022-03-07
Rancang Bangun Inovasi :

I.Dasar Hukum Pelaksanaan Inovasi:

1. Permenkes No.43 Tahun 2019 tentang Kesehatan;

2.  PMK  Nomor  29  Tahun  2019  Tentang  penanggulangan masalah gizi bagi anak akibat penyakit;

3. PMK No 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang;

4.   PERPRES   No.   72   Tahun   2021   tentang   percepatan penurunan stunting

5.  Undang-undang  no.   17  tahun  2023  tentang  Pusat Kesehatan Masyarakat

 

II. Permasalahan (Makro/Mikro)

Stunting      adalah      gangguan      pertumbuhan      dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang. Stunting bisa disebabkan oleh malnutrisi yang dialami    ibu    saat   hamil,   atau    anak   pada   masa pertumbuhannya. Gizi Buruk/Gizi kurang adalah kondisi ketika berat badan anak  terlalu  rendah  bila  dibandingkan  dengan  tinggi badannya. Anak dengan gizi buruk biasanya memiliki daya tahan tubuh yang sangat lemah sehingga berisiko terkena penyakit parah, bahkan meninggal Kekurangan Energi Kronik (KEK) adalah suatu kondisi saat ibu   hamil   tidak   mendapatkan   asupan   energi   yang mencukupi    secara    berkelanjutan    untuk    memenuhi kebutuhan gizinya. Ditahun 2022 jumlah ibu hamil yang mengalami Kurang Energi Kronik di wilayah kecamatan sipahutar sebanyak 15 bumil.

III. Isu Strategis

Dari Hasil Survey status gizi Indonesia di Tahun 2022 prevalensi stunting berada di angka 21.6 % dan ditahun 2023  jumlah  stunting  masih  tetap  diangka  21.6 %. Di provinsi sumatera utara prevalensi stunting di tahun 2022 sebanyak 21.1 % dan di tahun 2023 berkurang menjadi 18.9%,  di  Kabupaten  Tapanuli  Utara  menurut  Survey Status Gizi Indonesia di tahun 2022 berada di angka 27.4 %.

 

 

IV. Metode Pembaharuan

 

UPT Puskesmas Sipahutar melaksanakan CERDAS IBUKU setiap minggu kedua setiap bulannya.

V. Keunggulan dan Kebaharuan

1. Ibu dapat memantau perkembangan pertumbuhan balita

2. Masyarakat mengetahui tentang pengolahan makanan yang baik;

3. Balita mendapat imunisasi dasar lengkap

4. Meningkatkan pengetahuan remaja putri akan penting nya meminum tablet tambah darah

VI. Tahapan Inovasi

1.Membentuk CERDAS IBUKU pada masyarakat Sipahutar setiap bulannya;

2. Agar kelas ibu hamil tetap diaktifkan setiap bulan

3. Peran suami selalu mendampingi istri untuk periksa kehamilan meningkat

4. Bayi/balita yang berkunjung ke posyandu lebih meningkat

5. Tetap memperhatikan imunisasi balita

6. Remaja putri tetap mengkonsumsi tablet tambah darah

7. Pola asuhan balita tetap diperhatikan

8. Agar bidan desa menghayo-hayokan catin untuk periksa kesehatan sebelum menikah