Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

Wali Stunting

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Daerah lainnya sesuai Urusan Pemerintah
Tujuan Inovasi :

Adapun Tujuan dari inovasi wali stunting ini adalah untuk mempercepat penurunan angka stunting di kecamatan merdeka, meningkatkan kesadaran masyarakat se-kecamatan Merdeka terhadap pentingnya pemenuhan gizi sebelum hamil, saat hamil, dan setelah melahirkan sehingga anak yang dilahirkan tidak terkena stunting.Tim wali stunting juga berperan untuk meningkatkan kehadiran ibu dan balita dalam pengukuran tinggi dan berat badan balita yang dilaksanakan pada posyandu rutin di setiap desa se-kecamatan merdeka.

Manfaat Inovasi :

Manfaat Inovasi :

  1. Menurunkan angka stunting di wilayah kecamatan merdeka;
  2. Meningkatkan kesadaran masyarakat se-kecamatan Merdeka terhadap pentingnya pemenuhan gizi sebelum hamil, saat hamil, dan setelah melahirkan sehingga anak yang dilahirkan tidak terkena stunting;
  3. Mewujudkan wilayah kecamatan yang bebas stunting;
  4. Mengantisipasi jumlah anak yang beresiko stunting.
Hasil Inovasi :
  1. Pengukuran berat dan tinggi badan balita sudah rutin dilaksanakan setiap bulan pukul 08.00-12.00 wib di semua desa , dengan melibatkan seluruh masyarakat desa, forkopimcam, ASN Kantor Camat Merdeka.
  2. Setiap ASN Kantor Camat Merdeka memiliki anak dampingan yang secara rutin dicatat perkembangan dan kehadirannya dalam posyandu.
  3. Balita stunting di Kecamatan Merdeka berkurang.
Waktu Uji Coba : 2023-05-02
Waktu Implementasi : 2023-05-31
Rancang Bangun Inovasi :

Menurut WHO (2015), stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Selanjutnya menurut WHO (2020) stunting adalah pendek atau sangat pendek berdasarkan panjang / tinggi badan menurut usia yang kurang dari -2 standar deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO yang terjadi dikarenakan kondisi irreversibel akibat asupan nutrisi yang tidak adekuat dan/atau infeksi berulang / kronis yang terjadi dalam 1000 HPK.

Stunting adalah kondisi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Sederhananya, stunting merupakan sebutan bagi gangguan pertumbuhan pada anak.

Penyebab utama dari stunting adalah kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak. Banyak yang tidak menyadari bahwa tinggi pendeknya anak bisa menjadi tanda adanya masalah gizi kronis.

Perlu diingat bahwa anak pendek belum tentu mengalami stunting. Namun anak yang mengidap stunting pasti berperawakan pendek. Anak dengan asupan gizi terbatas sejak kecil dan telah berlangsung lama berisiko mengalami pertumbuhan yang terhambat.

Menurut WHO, suatu negara dikatakan memiliki masalah stunting bila kasusnya mencapai angka di atas 20%. Sementara, di Indonesia, berdasarkan data Kemenkes pada tahun 2021, kasus balita stunting di Indonesia sebanyak 24,4% sehingga termasuk dalam masalah yang perlu ditangani.

Stunting merupakan masalah kesehatan yang sudah ada sejak lama, seperti gizi buruk, terserang infeksi berkali-kali, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah. Namun, penyebab stunting yang paling banyak adalah karena kekurangan gizi. Maka dari itu, Anda sebagai orang tua harus tahu bagaimana cara mengatasi susah makan pada anak yang terkadang menjadi masalah umum pada anak-anak, khususnya balita.

Terdapat dua poin penting yang menjadi faktor utama terjadinya stunting pada anak, di antaranya yaitu:

  1. Kurangnya Asupan Gizi pada Ibu Selama Hamil

Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa sekitar 20% kasus stunting terjadi sejak anak berada dalam kandungan. Hal ini dapat terjadi akibat makanan yang dikonsumsi ibu selama hamil kurang bergizi sehingga janin tidak mendapatkan cukup nutrisi.

Akhirnya, pertumbuhan janin dalam kandungan mulai mengalami hambatan dan terus berlangsung hingga setelah kelahiran. Maka dari itu, penting memastikan ibu mengonsumsi makanan yang bergizi selama hamil.

  1.  Kebutuhan Nutrisi Anak Tidak Tercukupi

Kondisi ini bisa terjadi setelah kelahiran, tepatnya di saat anak di bawah usia dua tahun namun kebutuhan asupan gizinya tidak terpenuhi. Asupan yang dibutuhkan tersebut meliputi ASI dan MPASI (makanan pendamping ASI).

Selain itu, kurangnya asupan makanan juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab stunting, khususnya makanan yang kaya akan protein, mineral zinc, serta zat besi yang penting bagi anak di usia balita.

Selain dari dua poin utama di atas, adapun beberapa penyebab stunting adalah sebagai berikut:

  1. Kurangnya pengetahuan ibu terhadap pentingnya pemenuhan gizi sebelum hamil, saat hamil, dan setelah melahirkan.
  2. Kurangnya persediaan air bersih dan sanitasi.
  3. Berat badan ibu tidak naik selama hamil atau kenaikan berat badan ibu kurang dari nilai ideal.
  4. Terbatasnya akses pelayanan kesehatan.
  5. Anak menderita penyakit yang menghalangi penyerapan nutrisi.

 

Ciri-Ciri Anak Mengalami Stunting

Anak yang berperawakan pendek tidak serta-merta mengalami stunting. Balita dapat dikatakan stunting apabila tinggi badannya berada di bawah kisaran normal dari standar tinggi badan anak berdasarkan usia pada dua kali pemeriksaan berturut-turut.

Selain perawakan tubuhnya yang pendek, adapun ciri-ciri lain dari stunting adalah sebagai berikut:

  1. Tumbuh kembangnya lambat
  2. Wajah tampak lebih muda dari anak seusianya
  3. Berat badan tidak naik bahkan akan cenderung menurun
  4. Kemampuan fokus dan memori belajarnya tidak baik
  5. Anak cenderung lebih pendia
  6. Fase pertumbuhan gigi pada anak melambat
  7. Dalam jangka panjang, bagi anak perempuan berpotensi telat menstruasi pertama
  8. Anak lebih mudah terserang/terinfeksi berbagai penyakit

Stunting adalah gagal tumbuh akibat kurangnya asupan gizi, di mana dalam jangka pendek dapat menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme, dan pertumbuhan fisik pada anak.   Sementara, dalam jangka panjang, dampak stunting adalah Kesulitan belajar, Penyakit jantung dan pembuluh darah, Kemampuan perkembangan kognitif menurun, Meningkatkan risiko obesitas pada anak.

Di wilayah Kecamatan Merdeka terdapat 359 balita atau sebesar 34.32% yang teridentifikasi stunting.
Karena tingginya persentase balita stunting di wilayah Kecamatan Merdeka, maka dari itu dibuatlah inovasi wali stunting untuk mempercepat penurunan persentase balita stunting di kecamatan merdeka dan meningkatkan kesadaran masyarakat se-kecamatan Merdeka terhadap pentingnya pemenuhan gizi sebelum hamil, saat hamil, dan setelah melahirkan sehingga anak yang dilahirkan tidak terkena stunting.
 

Kondisi sebelum inovasi diterapkan di kecamatan Merdeka :

  1. Di wilayah Kecamatan Merdeka terdapat 359 balita atau sebesar 34.32% yang teridentifikasi stunting Masih banyak sampah berserakan di sepanjang jalan, selokan dan fasilitas umum di semua desa kecamatan Merdeka.
  2. Masih kurangnya kesadaran masyarakat se-kecamatan Merdeka terhadap pentingnya pemenuhan gizi sebelum hamil, saat hamil, dan setelah melahirkan

Kondisi yang dicapai :

  1. Pengukuran berat dan tinggi badan balita sudah rutin dilaksanakan setiap bulan pukul 08.00-12.00 wib di semua desa , dengan melibatkan seluruh masyarakat desa, forkopimcam, ASN Kantor Camat Merdeka.
  2. Setiap ASN Kantor Camat Merdeka memiliki anak dampingan yang secara rutin dicatat perkembangan dan kehadirannya dalam posyandu.
  3. Balita stunting di Kecamatan Merdeka berkurang.