Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

Orgatric (Organik Trichoderma)

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Daerah lainnya sesuai Urusan Pemerintah
Tujuan Inovasi :

a.     Mengurangi biaya produksi melalui pengurangan penggunaan pupuk anorganik.

b.     Mengendalikan serangan penyakit layu fusarium pada tanaman kentang.

c.     Meningkatkan produktivitas kentang.

d.     Memperbaiki dan menjaga kualitas lahan.

Manfaat Inovasi :

a.     Terkendalinya serangan penyakit layu fusarium pada tanaman kentang.

b.     Produktivitas kentang meningkat karena terkendalinya penyakit layu fusarium dan penggunaan pupuk organik.

c.     Peningkatan pendapatan petani kentang karena produktivitas yang meningkat.

d.     Kesuburan tanah yang semakin membaik dari penggunaan pupuk organik secara berkelanjutan.

Hasil Inovasi :

Semakin banyak petani yang menerapkan Orgatric sehingga petani semakin sejahtera dan kesuburan tanah semakin baik dan berkelanjutan.

Waktu Uji Coba : 2023-01-02
Waktu Implementasi : 2023-05-01
Rancang Bangun Inovasi :

Sektor pertanian mempunyai peran yang sangat penting dalam membangun perekonomian di Kabupaten Karo. Peranan sektor pertanian terhadap PDRB Kabupaten Karo pada tahun 2023 sebesar 53,75% untuk harga berlaku (Kabupaten Karo dalam Angka, 2024). Selain itu, daya serap tenaga kerja juga sangat dominan pada sektor pertanian dengan hampir 75% masyarakat bermata pencaharian sebagai petani. Data penggunaan lahan di Kabupaten Karo pada tahun 2023 menunjukkan luas lahan sawah adalah 10.750 ha, luas lahan kering adalah 191.029. Hal ini menunjukkan luas lahan pertanian di Kabupaten Karo adalah 94,85% dari total keseluruhan wilayah Kabupaten Karo.

Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomis tinggi dan banyak dibudidayakan di Kabupaten Karo. Kabupaten Karo menjadi produsen kentang terbesar di Provinsi Sumatera Utara. Data Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara tahun 2023, menunjukkan Kabupaten Karo menyumbang 60% produksi kentang di Sumatera Utara dengan produksi kentang di Kabupaten Karo mencapai 84.491 ton.

Untuk mendukung pengembangan budidaya kentang di Kabupaten Karo, pada tahun 2020 Dinas Pertanian mengembangkan inovasi Budidaya Kentang Bertingkat dengan tujuan menyediakan ketersediaan benih kentang yang cukup baik dari segi jumlah, mutu, lokasi dan harga. Namun dalam perkembangan budidaya kentang bertingkat di lapangan, terdapat serangan hama penyakit tanaman (HPT) yang menyebabkan penurunan produksi. Salah satu HPT pada tanaman kentang dengan intensitas serangan yang cukup tinggi adalah penyakit layu fusarium. Penyakit layu fusarium disebabkan oleh cendawan fusarium Oxysporum .Patogen ditularkan melalui udara dan air. Gejala serangan ditandai tanaman menjadi layu mulai dari daun bagian bawah. Anak tulang daun menguning. Jaringan batang dan akar berwarna coklat.

Salah satu biaya produksi dalam budidaya kentang yang cukup tinggi adalah pupuk. Saat ini harga pupuk anorganik cukup mahal yang menyebabkan semakin tingginya biaya produksi dalam budidaya kentang. Selain itu, penggunaan pupuk anorganik yang intensif juga berdampak terhadap kerusakan lingkungan, kesuburan lahan semakin menurun dan mengalami degradasi/ rusak ditunjukkan semakin menurunnya kandungan bahan organik pada lahan pertanian dan pengerasan tanah.

Penggunaan pupuk organik yang ditambah dengan pengayaan jamur Trichoderma.sp menjadi solusi dalam mengatasi mahalnya pupuk anorganik, kerusakan lahan pertanian, dan dapat mengendalikan penyakit layu fusarium pada kentang. Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari pelapukan sisa tanaman, hewan, dan manusia yang dapat berbentuk padat maupun cair. Sumber bahan dapat berupa kotoran hewan, sampah organik, daun hijau dan kering, sisa-sisa pertanaman. Pupuk organik umumnya dihasilkan dari proses pengomposan sehingga sering disebut juga dengan kompos. Jamur Trichoderma,sp. berperan sebagai jamur antagonis terbukti efektif mengendalikan penyakit layu fusarium (Rasiska Tarigan, 2017). 

Penggunaan pupuk organik yang yang ditambah dengan pengayaan jamur Trichoderma.sp menjadi ide inovasi Dinas Pertanian dan diberi nama Orgatric (Organik Trichoderma). Inovasi Orgatric awalnya diujicobakan di Desa Bukit, Kecamatan Dolat Rayat. Orgatric dihasilkan dengan pupuk organik yang sudah ada ditambahkan jamur Trichoderma.sp dan diinkubasi selama 2 hari dengan cara diperam.  Penggunaan Orgatric pada tanaman kentang dilakukan saat penanaman kentang yaitu dengan menabur Orgatric di atas benih kentang yang ditanam. Setelah 2 hari, dilakukan pembunbunan dengan menutup benih kentang yang sudah ditaburi Orgatric.