Data Inovasi

Innovation is a process by which a domain, a product, or a service is renewed and brought up to date by applying new processes, introducing new techniques, or establishing successful ideas to create new value. The creation of value is a defining characteristic of innovation.

RAMUAN PANJI ( GERAKAN PEMBUATAN MP-ASI DARI BAHAN PANGAN LOKAL BERGIZI)

Tahapan Inovasi : Penerapan
Digital : Non Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Bentuk Inovasi : Inovasi Daerah lainnya sesuai Urusan Pemerintah
Tujuan Inovasi :

1. Mengajarkan orang tua balita untuk dapat mengolah bahan pangan loka disekirtar menjadi makanan yang kaya akan gizi

2. Meningkatkan pengetahuan orang tua akan pola asuh anak 

 

Manfaat Inovasi :

1.Orang tua balita dapat menerapkan pemanafaatan bahan pangan loka yang ada disekitar pada kehidupan sehari  hari sehingga pemenuhan gizi anak dapat terpenuhi.

2. Dapat digunakan sebagai makanan terapi untuk perbaikan gizi balita sehingga meningkatkan tumbuh kembang yang pada akhirnya menurunkan kasus stunting.

Hasil Inovasi :

Dengan pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah didapatkan dan terjangkau yang ada disekitar, orang tua dapat secara mandiri mengolah dan memenuhi asupan gizi pada anak sehingga kebutuhan anak tercukupi yang mana dikemudian hari dapat menurunkan kasus gizi kurang dan stunting pada balita

Waktu Uji Coba : 2022-01-10
Waktu Implementasi : 2022-01-10
Rancang Bangun Inovasi :

Makanan Pendamping Air Susu (MP-ASI) merupakan peralihan ataupun asupan yang semata berbasis susu menuju kemakanan yang semi padat. Untuk proses ini juga dibutuhkan keterampilan motorik oral. Keterampilan motorik oral berkembang dari menghisap menjadi menelan makanan yang berbentuk bukan cairan dengan memindahkan makanan dari lidah bagian depan ke lidah bagian belakang (Depkes RI, 2006).

Setelah 6 bulan pertama, bayi baru diberikan makanan pendamping ASI. Berbagai makanan pendamping ASI diolah sesuai dengan tahap perkembangan bayi/anak, dari lumat (misalnya : bubur susu/saring) kemudian lembek (misalnya : nasi tim), selanjutnya padat. Pada saat tahap pemberian makanan setengah padat, konsistensi makanan harus halus, bebas gumpalan sehingga mudah ditelan. Pemberian makanan harus disesuaikan dengan kemampuan serta perkembangan saluran pencernaannya.

Tahapan pemberian makanan juga harus diberikan sesuai anjuran, tidak boleh dipercepat karena dapat menyebabkan kerusakan saluran cerna. Demikian juga pada saat bayi sudah harus mulai makan makanan padat (paling lambat 7-8 bulan), jangan sampai pemberiannya ditunda, oleh karena dapat menjadi penyebab bayi sulit makan makanan padat, sulit mengunyah, menolak makanan padat atau muntah. Pada saat usia 12 bulan, bayi mulai dilatih diberi makanan yang sama dengan makanan anggota keluarga yang lain. Namun apabila anak menunjukkan kesulitan mengunyah, upayakan memperlunak makanan. Penggunaan bumbu yang merangsang mulut atau mengakibatkan diare perlu dihindarkan.

Ramuan Panji adalah sebuah gerakkan untuk memanfaatkan bahan pangan lokal sebagai sumber utama konsumsi gizi dalam rumah tanggga khusunya dalam pembuatan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). Kehati-hatian dalam pemberian makanan pada anak-anak sangat penting guna mendukung tumbuh kembang anak. Dimulai dari pemilihan bahan makanan, pengelolaan sampai pada tahap penyajian makanan yang bergizi dan aman untuk dikonsumsi.